Kekayaan Tradisi dan Budaya Papua

  • Bagikan

Budaya – Papua merupakan terbesar di wilayah timur Indonesia yang memiliki kekayaan dan keunikan yang khas. Menariknya, Papua memiliki begitu banyak suku dan memiliki lebih dari dua ratus bahasa daerah. Beberapa suku yang ada di sana antara lain suku Asmat, Amungme, Korowai, Dani, Huli, Bauzi, Muyu, dan masih banyak lagi. Nah pada kesempatan kali ini kabar apik akan memberikan ulasan mengenai tradisi dan budaya Papua.

1. Rumah adat

budaya papua
Sumber: web superadventure

Banyak ya suku yang ada di wilayah Papua membuatnya juga memiliki banyak sekali tradisi dan budaya. Salah satunya adalah rumah adat yang bervariasi. Berikut beberapa diantaranya:

  • Honai

Merupakan rumah yang berbentuk silinder. Terdiri dari dua lantai, lantai bawah sebagai tempat ngeriung dan lantai atas untuk tidur. Rumah ini memiliki satu pintu, memiliki perapian untuk penghangat ruangan. Uniknya Honai ini terbagi dua jenis, untuk laki-laki disebut pilamo, sedangkan honai untuk perempuan disebut ebey.

  • Kariwari

Berikutnya adalah rumah adat yang bernama kariwari. Yang menarik dari rumah adat ini adalah bangunannya yang berada di atas tiang, sebab rumah ini dibangun di atas rawa-rawa.

  • Rumah panjang

Rumah ini merupakan rumah panggung yang ukurannya memanjang. Yang membuatnya unik adalah, rumah ini di bagian dalamnya sama sekali tanpa sekat.

  • Rumah Mau

Terakhir adalah rumah adat Mau. Rumah ini terdiri dari satu ruangan dengan tanpa ada sekat antara ruangan. Rumah mau memiliki fungsi sebagai tempat mengadakan pesta adat dan juga ruang inisiasi.

2. Pakaian Adat

budaya papua
Sumber: web celebes

Setiap suku di Papua, meskipun identik namun tentu memiliki keunikan masing-masing untuk pakaian tradisionalnya. Dua suku populer yg pada kesempatan kali ini akan dibahas pakaian adatnya adalah suku Asmat dan Dani.

Pakaiannya terdiri dari pummi penutup aurat laki-laki dan Tok bagi perempuan (sejenis cawat atau celana dalam). Penutup payudara yang bernama peni. Kemudian ara Juprew, yaitu topi berbentuk kopiah dengan bagian atas yang terbuka. Aksesori khas berupa subang penghias telinga, penghias hidung, kalung. Selain itu ada juga gelang untuk lengan, pergelangan tangan dan pangkal betis.

  • Pakaian tradisional Suku Dani

Berikutnya pakaian adat untuk suku Dani. Koteka sebagai penutup alat kelamin bagi laki-laki, yokal sebagai rok perempuan yang terbuat dari serat, dan sali yaitu rok untuk gadis.

Aksesori tambahan untuk perempuan adalah gelang dan noken (sejenis tas). Kemudian untuk laki-laki yaitu swesi, topi yang berbentuk bulat dan terbuat dari bulu burung. Siikan (gelang anyaman rotan), walimo (hiasan dada dari anyaman serat kulit). Wam maik yaitu taring babi yang menjadi kalung atau cuping hidung. Cipat, kalung penangkal guna-guna. Wayeske atau anak panah dan busur. Mul, baju besi dari anyaman serat rotan dan sege adalah tombak panjang.

3. Kesenian

  • Tari dan Lagu

Beberapa jenis tarian khas Papua antara lain Tari Yosim Pancar, Tari Lemon Nipis, Tari Perang, Tari Gatsi, Sakise, dan Tari Ular. Kemudian untuk lagu daerah yang paling terkenal dan sudah familiar di telinga kita adalah lagu Yamko Rambe Yamko dan Apuse.

  • Seni Ukiran

budaya papua
Sumber: web limakaki

Selain tarian dan lagu, kesenian yang terkenal dari tanah Papua adalah seni ukiran.

Seni ukir Suku Asmat dengan ciri memiliki motif menggambarkan rupa manusia. Hal tersebut merupakan simbol kepercayaan terhadap roh nenek moyang. Seni ukiran masyarakat suku Asmat ini bahkan telah terkenal tidak hanya dalam negeri namun juga di luar negeri.

Seni ukir Suku Komoro berupa tiang Mbitoro yang tingginya bisa mencapai sepuluh meter. Bahan untuk membuat seni ukiran ini berasal dari pohon yang besar. Lalu bagian akarnya diukir dan ditempatkan pada bagian atas ukiran. Tiang Mbitoro ini bisa kita jumpai di desa Kaugapu, Mapuru Jaya. Tiang ini biasanya terletak di depan rumah adat yang dibangun khusus saat inisiasi anak-anak Komoro.

4. Tradisi

Beragamnya suku yang berada di wilayah Papua membuat wilayah ini memiliki banyak sekali tradisi dan budaya yang sangat unik. Beberapa diantara tradisi unik tersebut antara lain:

  • Injak Piring (Mansorandak)

Di suku Biak Manokwari, Papua Barat terdapat tradisi unik yaitu tradisi Injak Piring. Tradisi ini untuk menyambut kerabat yang telah kembali dari perantauan. Sang perantau akan mandi kembang yang ada di atas piring adat. Selanjutnya masuk dalam sebuah ruangan bersama keluarga besar lalu dia mengitari sembilan piring adat sembilan kali. Sembilan kali putaran melambangkan sembilan marga suku Doreri di Manokwari.

Seiring perkembangan zaman, kini masyarakat hanya melakukan Mansorandak dengan menyiramkan air saja, tidak lagi dengan mengitari sembilan piring.

  • Bakar Batu (Barapen)

budaya papua
Sumber: web Papuainside

Tradisi unik ini disebut oleh masyarakat Papua dengan istilah tradisi Barapen, namun ada juga sebutan lain di beberapa daerah. Barapen merupakan sebutan bagi masyarakat yang tinggal di kota. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan juga persaudaraan. Selain itu, barapen kerap kali dilakukan dalam upacara kematian. Nah, tradisi bakar batu ini merupakan budaya tertua di sana.

  • Potong jari (Iki Palek)

Yang berikut ini adalah tradisi yang sangat unik dan mungkin membuat sebagian dari kamu tidak percaya. Iki palek merupakan tradisi masyarakat suku Dani yang dilakukan ketika ada keluarga yang meninggal, kemudian warga di sana memotong jari tangan mereka. Tradisi unik ini merupakan simbol kesedihan dan juga menjauhkan petaka yang dapat menyebabkan kematian. Suku Dani melakukan tradisi potong jari ini ketika acara pemakaman selesai, mereka memotong menggunakan parang atau pisau.

  • Tato

Masyarakat Papua Barat khususnya suku Meyakh dan Moi biasa melakukan tradisi membuat tato di tubuh mereka. Motif dari tato tersebut berupa garis dan titik-titik melingkar yang menyerupai segitiga kerucut ada pula motif tridiagonal vertikal dan horizontal. Masyarakat di sana melakukan tradisi ini dengan mencelupkan duri pohon sagu atau tulang ikan ke dalam getah pohon langsat dan campuran arang halus.

5. Kuliner Tradisional

Banyak variasi kuliner khas atau tradisional di Papua. Masing-masing suku memiliki makanan khasnya tersendiri. Nah berikut beberapa contoh makanan tradisional di Papua:

  • Kue Lontar

Salah satu jajanan khas Papua adalah Kue Lontar. Bentuknya bulat dan rasanya cukup unik. Menurut sejarahnya, penamaan kue lontar ini berasal dari bahasa Belanda londtart yang memiliki arti kue bundar.

  • Papeda

Sumber: wikipedia

Kalau yang satu ini tentunya sudah tidak asing lagi. Papeda merupakan satu kuliner khas Papua yang sudah populer hingga wilayah di luar Papua. Makanan ini terbuat dari olahan sagu dan merupakan makanan pokok masyarakat Papua. Rasanya tawar, sehingga penyajiannya biasanya dengan ikan bakar Manokwari.

  • Udang Selingkuh

Terakhir adalah udang selingkuh, kuliner dengan nama unik ini juga menjadi makanan khas Papua yang populer. Kita bisa banyak menemui kuliner ini di wilayah Papua Barat. Udang selingkuh berbahan dasar udang dengan ukuran besar dan memiliki capit seperti kepiting. Bentuk capit itulah sehingga dinamakan udang selingkuh.

Sekian ulasan mengenai budaya Papua pada kesempatan kali ini. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi sahabat Apik sekalian.

Baca Juga ini Ya !! =>  Budaya Kalimantan Selatan Yang Kaya Akan Kearifan Lokalnya
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *