Sejarah Pendidikan di Indonesia dari Masa ke Masa

  • Bagikan
pendidikan di indonesia

Pendidikan merupakan kebutuhan manusia agar bisa berproses dan juga berinteraksi dengan semua masyarakat di mana pun. Pendidikan juga menjadi bekal penting di masa depan. Nah tahukah kamu kalau pendidikan sudah dikenal sejak zaman dahulu bahkan  sebelum bangsa Indonesia merdeka seperti saat ini. Pendidikan menjadi kebutuhan pokok yang harus kamu perhatikan sebab mampu membentuk karakter pribadi bagi setiap orang apabila bersungguh-sungguh dalam menekuninya.

Tingkat pendidikan di Indonesia juga memiliki tujuan untuk memberikan pembelajaran tentang banyak hal. Bisa tentang akhlak, ilmu pengetahuan hingga keterampilan  dalam melakukan pengajaran, pengamatan, atau penelitian. Jadi secara langsung maupun tidak pendidikan mampu memberikan ilmu pengetahuan baru, yang nantinya membentuk karakter pribadi lebih baik. 

Sekarang ini sistem pendidikan Indonesia hampir seluruhnya telah menggunakan teknologi canggih seperti komputer, LCD proyektor, handphone, hingga WiFi, dsb. Semua sudah terapkan di seluruh jenis pendidikan di Indonesia. Berbeda dengan sistem pendidikan pada zaman dahulu masih sangat konvensional dan bahkan tidak semua masyarakat Indonesia sampai pada jenjang pendidikan yang baik.

Hanya kalangan rakyat tertentu saja yang mampu mengenyam pendidikan hingga jenjang yang tinggi. Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai perkembangan pendidikan di Indonesia, berikut sejarah singkat pendidikan di Indonesia mulai dari masa penjajahan hingga sekarang ini.

pendidikan di Indonesia
sumber web jadiberita

 

  • Pendidikan pada Masa Portugis

Indonesia mulai mengalami perkembangan aspek ekonomi perdagangan sekitar abad ke-16. Saat itu bangsa Portugis datang dan disusul oleh bangsa Spanyol dengan tujuan untuk berdagang sambil menyebarkan Agama Nasrani (Khatolik). Portugis datang bersamaan dengan missionaris, salah satunya bernama  Franciscus Xaverius. Dalam penyebaran agama Nasrani (Katolik), bagi Franciscus Xaverius sangat perlu mendirikan sekolah-sekolah (seminarie). Sehingga pada tahun 1536 berdiri sebuah seminarie di Ternate dan menjadi sekolah agama bagi anak-anak orang terkemuka. Pelajaran yang ada di sekolah Nasrani ini antara lain pelajaran agama, membaca, menulis hingga berhitung. 

Kemudian Kabupaten Solor, Flores Timur juga ikut mendirikan semacam seminarie yang mempunyai sekitar 50 orang murid. Di seminari ini juga mereka mendapatkan pelajaran bahasa Latin. Di sisi lain kampung Ambon juga menyelenggarakan pengajaran bagi masyarakat umum. Sehingga terkadang ada pemberontakan yang melemahkan kekuatan Portugis di Indonesia. Hal ini juga menandakan hilangnya missi Katholik di Maluku, dan usaha-usaha pendidikan di indonesia pun terpaksa harus berhenti.

  • Pendidikan pada Masa Belanda

Belanda datang ke Indonesia khususnya Pulau Jawa dengan tujuan untuk berdagang dan tentunya juga menciptakan kekuasaan baru saat telah berakhirnya kekuasaan Portugis di akhir abad ke-16. Belanda yang tergabung dalam badan perdagangan VOC, menganggap  agama Katolik yang disebarkan oleh misionaris Portugis perlu diganti dengan agama Protestan yang dianutnya. Maka dari itulah sekolah-sekolah keagamaan untuk Protestan didirikan terutama di wilayah yang dulunya telah dimasuki Portugis dan Spanyol untuk mengajarkan agama Nasrani (Katolik). Sekolah pertama didirikan oleh VOC di Ambon tahun 1607.

Pelajaran yang diberikan di sekolah tersebut diantaranya seperti pelajaran membaca, menulis dan tentunya  sembahyang. Guru pendidik berasal langsung dari Belanda dan mendapat upah. Alasan mengapa tidak ada susunan sekolah dan gereja di Pulau Jawa adalah karena Pulau Jawa sebelumnya tidak terkena pengaruh Portugis. Pada tahun 1617 berdiri sekolah pertama di Jakarta. Sekolah ini bertujuan untuk menghasilkan tenaga kerja yang cakap agar dapat bekerja di bagian administrasi dan gereja pemerintahan.

Selain itu, Bahasa Belanda adalah salah satu pelajaran wajib dan bahkan menjadi bahasa pengantar sampai pada tahun 1786. Pendidikan kejuruan sudah mulai muncul dari abad ke-19 dan pada abad ke-20 hadir golongan baru yang disebut  golongan cerdik,  mendapat pendidikan Barat. Hanya saja mereka tidak mendapatkan tempat yang baik dari orang-orang kolonial. 

  • pendidikan di indonesia pada Masa Jepang

Jepang menjadi salah satu negara yang menjajah Indonesia dengan jangka waktu yang lumayan pendek (17 Maret 1942–17 Agustus 1945). Jepang menguasai Indonesia dengan usaha yang fokus hanya untuk perang. Murid-murid di sekolah bergotong-royong mengumpulkan kerikil, batu, dan pasir untuk pertahanan. Hingga halaman sekolah pun ditanami umbi-umbian dan sayur sebagai bahan pangan demi kepentingan perang.

Runtuhnya kolonial Belanda diikuti pula dengan runtuhnya sistem pendidikannya. Banyak sekolah-sekolah untuk anak Belanda dan juga masyarakat elit Indonesia lenyap. Semuanya terganti dengan Pendidikan Sekolah Rakyat (Kokomin Gakko) selama 6 tahun, Sekolah Menengah Cu Gakko untuk laki-laki dan Zyu Gakko untuk perempuan selama 3 tahun dan banyak lagi sekolah guru, yang bertujuan untuk mempersiapkan tenaga pendidik dengan jumlah besar. Hal tersebut untuk mengajarkan semangat Jepang kepada anak didik.

pendidikan di indonesia
sumber web pengenpinter
  • Pendidikan Pasca Kemerdekaan

1. Pendidikan pada Masa Kemerdekaan

Ada beberapa tokoh pendidikan di indonesia yang berjasa di masa kolonial Belanda antara lain Ki Hajar Dewantara, lalu Moh. Syafe’i dari INS, Mr. Suwandi yang mengganti bentuk ejaan Bahasa Indonesia yang sebelumnya penyusunannya oleh Van Phuysen. Dari beberapa tokoh tersebut, pada awal pendidikan masa kemerdekaan pemerintahan Indonesia berupaya untuk mengangkat tokoh yang berjasa dalam dunia pendidikan Indonesia. Selanjutnya, pengangkatan Menteri PP dan K yang berasal dari partai Kiri Murba menjadi tanda awal pengaruh masuknya ideologi kiri dalam dunia pendidikan Indonesia.

2. Pendidikan pada Masa Orde Baru

Usaha pembangunan yang terencana dalam Pelita I hingga Pelita II, III dan seterusnya lancar oleh pemerintah Orde Baru dengan tokoh teknorat di pucuk pimpinan pemerintahan. Rencana pendidikan yang dalam Pelita I dapat berkembang menurut  rencana dan menyesuaikan dengan keuangan Negara. Harga minyak tanah yang terus melonjak pada masa orde baru mengakibatkan keuangan Negara jadi membengkak. Hal ini kemudian menjadi penyebab berdirinya SD Inpres (Instruksi Presiden) dengan mengangkat guru-guru dan juga mencetak buku pelajaran. Hasil dari Pelita I ini pada akhirnya dalam bidang pendidikan yaitu menghasilkan lebih dari 10.000 guru.

3. Pendidikan pada Masa Reformasi

Kurikulum 1994 yang digunakan pada masa pemerintahan presiden Habibie mengalami penyempurnaan pada masa pemerintahan presiden Gus Dur. Kemudian terdapat perubahan dalam dunia pendidikan di masa pemerintahan presiden Megawati. Perubahan tatanan tersebut antara lain:

Berubahnya kurikulum pendidikan di Indonesia dari 1994 ke Kurikulum 2000 yang menjadi Kurikulum 2002 ketika telah sempurna oleh Kurikulum Berbasis Kompetensi. Kurikulum tersebut berorientasi pada pendidikan yang fokus terhadap 3 aspek utama yang penting untuk mengembangkan, yaitu aspek afektif, aspek kognitif, dan psikomotorik.

Demikian informasi singkat mengenai sejarah pendidikan di Indonesia dari masa ke masa. Mulai masa penjajahan hingga pasca reformasi. Kesimpulannya pendidikan di Indonesia ternyata memiliki cerita yang cukup menarik pada setiap eranya. Namun, meskipun sistem penerapan pendidikannya  berbeda-beda, tetapi tetap memiliki tujuan yang sama. Semuanya terterapkan di setiap tingkatan pendidikan di Indonesia.

Baca Juga ini Ya !! =>  Sejarah Kota Yogyakarta & Segala Hal Tentang Jogja
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *