Mengenal Keunikan Budaya Kalimantan Timur

  • Bagikan

Budaya – Hai sahabat Apik, masih dengan tema kebudayaan Nusantara, pada artikel kali ini KabarApik akan membahas mengenai budaya Kalimantan Timur.

Kalimantan Timur adalah sebuah provinsi di ujung timur Pulau kalimantan yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Provinsi yang beribukota Samarinda ini luasnya sekitar 127.346,92 km² dengan populasi hanya sekitar 3.575.449. Sehingga menjadi salah satu wilayah dengan kepadatan penduduk yang rendah keempat di Indonesia. Langsung saja, berikut ulasan singkat mengenai kebudayaan di Kalimantan Timur.

  1. Suku dan Bahasa Daerah di Kalimantan Timur

budaya kalimantan timur
Sumber: web Indozone

Meskipun bukan menjadi suku asli di sana, etnis Kalimantan Timur didominasi oleh suku Jawa (30,24%). Suku Jawa menyebar hampir di seluruh wilayah Kaltim terutama wilayah transmigrasi dan daerah perkotaan. Kemudian Bugis (20,81%) yang lebih banyak menempati wilayah pesisir dan perkotaan. Posisi ketiga adalah suku Banjar (12,45%) yang banyak menghuni Kota Samarinda dan Balikpapan. Ketiga etnis tersebut dominan karena Kalimantan Timur menjadi tujuan utama migran yang berasal dari Jawa, Sulawesi dan juga Kalimantan Selatan.

Selanjutnya ada etnis asli yaitu suku Dayak (9,94%) yang menempati daerah pedalaman dan juga Etnis Kutai (7,80%) yang berada di  wilayah Kutai Kartanegara. Sisanya adalah masyarakat dari banyak suku lainnya seperti Toraja, Paser, Sunda, Madura dan Suku Buton.

Bahasa pengantar bagi keseharian masyarakat kota Kalimantan Timur menggunakan Bahasa Indonesia dan juga Bahasa Banjar. Bahasa Banjar menyebar ke Kalimantan Timur merupakan perantauan Suku Banjar yang berasal dari Kalimantan Selatan. Selain itu Penutur Bahasa Jawa dan Bugis juga mudah kita temui karena banyak pendatang yang berasal dari Jawa dan Sulawesi.

Ada beberapa bahasa daerah yang masyarakat miliki baik secara umum maupun hanya di beberapa kabupaten di Kalimantan Timur. Mulai dari rumpun Melayu seperti bahasa Kutai Kota Bangun, Berau, Kutai Tenggarong dan rumpun Barito seperti Benuaq, Bentian, Bahasa Paser, Tunjung. Kemudian ada pula bahasa Orang Ulu seperti Bahau, Aoheng/Penihing, Seputan, Modang, dan Basap Berau.

  1. Lagu Daerah dan Alat Musik Tradisional

Seperti halnya kebudayaan di wilayah nusantara lainnya, Kalimantan Timur juga mempunyai lagu serta alat musik khas daerah. Beberapa lagu daerah Kalimantan Timur yaitu Burung Enggang, Meharit, Bebilin, Andang Sigurandang, Sabarai, Anjat Manik, Bedone, Ayen Sae, Tingkilan (suku Kutai), Sorangan, Indung-indung, dan Musik Sempek/Kejien (suku Dayak Wehea).

budaya kalimantan timur
Sumber: web Indozone

Untuk alat musik, Kalimantan Timur memiliki beragam alat musik tradisional yang unik, seperti kadire, sampek, jatung utang, klentengan (sluding), dan uding/uring.

  • Kedire

Kedire ini terbuat dari labu yang berusia 5 sampai 6 bulan, terutama bagian mulutnya. Isi labu dikeluarkan kemudian direndam selama 1 bulan penuh. Lalu labu tersebut direkatkan menggunakan perekat dari sarang lebah hutan. Alat musik ini dimainkan dengan ditiup dan nada yang keluar dari tempurung kelapa bisa diatur sesuai irama musik.

  • Klentengan (sluding)

Sekilas alat musik ini mirip dengan gamelan yang merupakan alat musik tradisional Jawa. Klentangan memiliki 6 gong kecil dengan nada yang berbeda-beda. Klentengan terbuat dari kayu yang kuat dan ringan juga sebuah logam kuningan.

  • Sampek

Sampek adalah alat musik tradisional Suku Dayak, khususnya masyarakat Kayaan. Yang tunik dari sampek ini adalah pembuatannya dari beberapa jenis kayu antara lain kayu arrow, kayu kapur, dan ulin. Proses pembuatannya memakan waktu hingga berminggu-minggu. Jumlah senarnya menyesuaikan dengan selera pembuat. Mulai dari 3 senar, 6 senar atau bahkan lebih.

  • Jatung Utang

Alat musik ini terbuat dari kayu memanjang kemudian memainkannya dengan cara dipukul menggunakan kayu yang ujungnya ada gumpalan keras. Selain sebagai hiburan, Jatung Utang ini juga digunakan dalam mengiringi tarian tradisional suku Dayak Kenyah di wilayah Kampung Pampang Kalimantan Timur.

  • Uding/Uring

Uding atau uring ini memiliki ukuran diameter 2 hingga 3 cm dan panjangnya bisa mencapai 20 cm. Bagian ujungnya terdapat rongga yang berisi biji kayu. Kemudian cara memainkannya yaitu dengan cara dipukul.

  1. Pakaian Adat dan Senjata Tradisional

gf
Sumber: web Indozone

Pakaian adat Kalimantan Timur mungkin sudah tidak begitu asing di mata kita. Tidak begitu jauh perbedaan antara pakaian adat bagi laki-laki maupun perempuan. Menggunakan baju rompi dan kain tenun sebatas lutut. Kemudian untuk kepala mengenakan topi yang berhiaskan bulu dari burung enggang.

Sebagai aksesoris tambahan, bagi laki-laki mengenakan tameng dengan motif khas di tangannya, ditambah dengan kalung yang terbuat dari gigi dan tulang binatang. Sementara bagi perempuan ada tambahan kain rok dengan warna serta motif khas, kalung dan beberapa gelang di kedua tangannya.

Selain pakaian adat, provinsi Kalimantan Timur juga memiliki beberapa jenis senjata tradisional yaitu mandau, gayang, sumpit, keris buritkang, tombak, juga perisai. Yang paling populer adalah mandau, senjata berbentuk parang sepanjang kira-kira setengah meter. Senjata tradisional Mandau ini biasanya yang membuat adalah pandai besi yang memiliki ilmu gaib.

Terdapat dua jenis Mandau yang ada di Kalimantan Utara. Pertama adalah mandau yang disebut Tampilan, dipakai ketika perang dan upacara. Kemudian yang kedua adalah mandau biasa yang dipakai untuk keperluan sehari-hari.

budaya kalimantan timur
Sumber: web Indozone
  1. Desa dan Rumah Adat

Seperti daerah-daerah di Nusantara lainnya, Kalimantan Timur memiliki rumah khas yang bernama Rumah Lamin. Bentuknya yaitu rumah panggung setinggi sekitar 2 meter dan uniknya, rumah ini kapasitasnya mampu terisi oleh 25 sampai 30 kepala keluarga.

Rumah adat Kalimantan Timur memiliki ujung atap yang dihiasi kepala naga. Kepala naga tersebut melambangkan keagungan, budi luhur, dan juga kepahlawanan. Sementara di halaman rumah terdapar sebuah patung Blontang yang menggambarkan dewa yang menjaga rumah dan juga kampung.

Sumber: web Kompas

Di bagian dalamnya terdapat beberapa bagian seperti dapur, ruang tidur, dan ruang tengah. Tangga untuk naik masuk ke dalam rumah terbuat dari satu pohon. Kemudian dinding rumah terbuat dari kayu dan daun rumbia. Kolong bagian bawah rumah biasanya untuk memelihara hewan ternak.

Salah satu yang juga menarik di Kalimantan Timur adalah adanya sebuah desa budaya. Desa budaya tersebut bernama Desa Lekaq Kidau. Sampai dengan hari ini, desa adat di Kalimantan Timur tersebut masih melestarikan budaya warisan dan menjalani keseharian dengan budaya nenek moyang mereka sebelumnya.

Salah satu budaya adat yang masih eksis hingga saat ini adalah ketika musim panen tiba. Masyarakat desa akan langsung merayakannya dengan ritual berupa penyembelihan babi lengkap dengan pertunjukan tarian khas Dayak. Selanjutnya ada kegiatan menumbuk beras  menggunakan alat yang bentuknya mernyeryupai lesung hingga menjadi tepung. Tepung beras hasil tumbukan tersebut lalu dimasukkan ke dalam bambu yang berukuran sedang untuk kemudian dibakar dengan bara api.

Selain itu, penduduk di desa ini juga masih memegang erat budaya daun telinga cuping panjang. Proses pemanjangan cuping telinga ini sudah mulai sejak masih bayi.

Nah, demikian ulasan singkat mengenai budaya Kalimantan Timur. Pada kesempatan berikutnya KabarApik masih akan hadir dengan artikel kebudayaan nusantara yang akan membahas mengenai budaya Kalimantan Selatan. Semoga bermanfaat, sampai jumpa.

Baca Juga ini Ya !! =>  Mengenal Budaya Sumatera Selatan Yang Memiliki Berbagai Tradisi Unik
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *