Tag: budaya bali

  • Budaya Bali yang Menjadi Daya Tarik Pulau Dewata

    Budaya Bali yang Menjadi Daya Tarik Pulau Dewata

    Budaya – Halo sahabat Apik, kembali lagi dalam artikel yang membahas mengenai kebudayaan Nusantara. Pada kesempatan kali ini kabarApik ingin mengulas mengenai kebudayaan yang ada di pulau Dewata, yaitu Budaya Bali. Yuk langsung simak ulasannya

    A. Pakaian Adat Bali

    budaya bali
    Sumber: hipwee

    Bali memiliki beragam varian pakaian adat. Misalnya saja bagi perempuan yang masih remaja akan memakai sanggul gonjer, lalu untuk perempuan dewasa akan memakai sanggul tagel. Pemakaian tersebut dilengkapi dengan memakai sesentang/kemben songket, lalu Kain wastra dan Sabuk prada (stagen) yang berfungsi untuk membelit pinggul dan dada.

    Selanjutnya ada selendang songket untuk bahu ke bawah, Kain tapih/sinjang untuk bagian dalam, kemudian dipercantik dengan bermacam ornamen perhiasan. Untuk yang paling sederhana biasanya mengenakan kebaya, lalu kain penutup dada hingga alas kaki sebagai pelengkap.

    Nah sedangkan bagi laki-laki memakai ikat kepala yaitu udeg, memakai selendang pengikat/umpal, kain kampuh, kain wastra, sabuk, keris, kemeja atau jas, dan menambahkan ornamen untuk menghiasi penampilannya.

    B. Rumah Adat Bali

    budaya bali
    Sumber: gardencenter

    Rumah adat Bali memiliki aturan khusus yang dalam pembuatannya. Dalam membangun rumah adatnya harus sesuai dengan aturan-aturan Asta Kosala Kosali, yaitu ajaran pada kitab suci Weda yang mana mengatur soal tata letak atau posisi sebuah bangunan. Bagi kalian yang mungkin familiar, sekilas hampir mirip seperti ilmu Feng Shui di ajaran China. Menurut aturannya, rumah adat Bali harus memenuhi unsur pawongan yaitu manusia sebagai penghuni rumah, kemudian pelemahan yaitu lokasi atau lingkungan tempat rumah tersebut dibangun, dan yang terakhir adalah parahyangan.

    Secara umum rumah adat Bali memiliki hiasan, ukiran dan corak warna yang alami. Selain itu ada pula patung-patung simbol ritual. Di masa lalu Rumah Adat Bali terpisah menjadi banyak bangunan kecil namun masih dalam satu area dengan pagar yang mengelilinginya. Namun kini perkembangan jaman, mulai ada perubahan dan bangunannya menyatu tidak lagi terpisah-pisah.

    • Bagian dan Fungsi Rumah Adat Bali

    Ciri umum yang dapat kita temui pada rumah adat suku Bali adalah memiliki bagian-bagian berikut:

    1. Sanggah atau Pamerajan yang merupakan tempat suci untuk keluarga yang tinggal di rumah tersebut.
    2. Panginjeng Karang yaitu tempat memuja sang pelindung yang menjaga pekarangan.
    3. Bale Manten yaitu tempat tidur bagi kepala keluarga atau juga untuk anak gadis dan sebagai tempat menyimpan barang berharga. Biasanya Bale Manten juga  ditempati bagi pasangan yang baru menikah.
    4. Bale Gede atau Bale Adat yang merupakan sebagai tempat upacara lingkaran hidup
    5. Paon yaitu dapur yang berfungsi sebagai tempat memasak makanan
    6. Bale Dauh yang berfungsi sebagai tempat kerja atau pertemuan dan tempat tidur bagi anak laki-laki
    7. Lumbung yang merupakan tempat menyimpan makanan pokok berupa padi maupun hasil bumi lainnya

    C. Tari Budaya Bali

    Budaya bali
    Tari Kecak | Sumber: blogkulo

    Pulau Bali sudah sangat populer dan terkenal dengan berbagai tarian daerahnya yang beragam. Nah, berikut adalah beberapa diantaranya :

    • Tari Pendet

    Tari Pendet merupakan tari selamat datang yang bertujuan untuk menyambut kedatangan para tamu dengan menaburkan bunga. Ketika menari ekspresi para penarinya penuh dengan senyuman. Namun yang menarik adalah pada awalnya tarian ini sebenarnya untuk  acara ibadah di pura, bentuk penyambutan bagi dewa yang turun ke dunia.

    • Tari Panji Semirang

    Tarian ini yang memainkannya adalah perempuan. Tari Panji Semirang berisi penggambaran putri seorang raja bernama Galuh Candrakirana. Ia menyamar menjadi seorang laki-laki karena telah kehilangan suaminya. Ia kemudian mengembara dan dalam pengembaraannya sang putri mengganti namanya menjadi Raden Panji.

    • Tari Condong

    Jenis tarian ini menjadi salah satu tarian yang cukup rumit karena juga mempunyai durasi yang cukup panjang. Tarian ini merupakan tarian klasik Bali dengan gerakan sangat kompleks yang menggambarkan seorang abdi Raja

    • Tari Kecak

    Untuk yang satu ini, sahabat Apik sekalian tentu sudah sangat familiar. Tari kecak merupakan tarian yang paling populer bahkan bagi masyarakat di luar bali hingga mancanegara. Berbeda dengan tari condong, tari kecak dilakukan oleh puluhan laki-laki yang duduk melingkar. Tarian ini menggambarkan epos Ramayana ketika barisan kera yang membantu Rama untuk melawan Rahwana. Kemudian lagu tari Kecak berasal dari ritual tarian sanghyang, yaitu tradisi tarian yang penarinya berada pada kondisi tak sadar. Melakukan komunikasi dengan Tuhan/roh para leluhur, kemudian menyampaikan harapan kepada masyarakat.

    D. Alat Musik Suku Bali

    Rindik | Sumber: goodnewsfromindonesia

    Layaknya wilayah lain di Nusantara, Bali juga memiliki alat musik tradisional yang khas. Alat musik tersebut adalah alat musik peninggalan dari leluhur mereka, beberapa contoh alat musik tradisional Bali yang populer yaitu:

    Alat musik gamelan sebenarnya tidak hanya berada di Bali. Beberapa wilayah di Indonesia memiliki jenis alat musik yang serupa, yang umum kita ketahui adalah di wilayah Jawa. Akan tetapi ada keunikan yang terdapat pada gamelan Bali. Keunikan tersebut terletak pada cara permainannya. Ritme yang dimainkan dengan menggunakan gamelan bali ini cenderung menggunakan ritme yang cepat, sehingga menghasilkan irama musik khas Bali seperti yang bisa kita nikmati hingga kini.

    • Rindik

    Berikutnya asalah alat musik khas Bali yang terbuat dari bambu yang bernada selendro. Alat musik ini nernama Rindik yang dimainkan oleh 2 hingga 4 orang, yang mana 2 orang menabuh rindik dan pemain sisanya meniup seruling. Permainan alat musik ini biasanya ketika pementasan mengiringi tarian jogged bumbung, selain itu juga hadir dalam acara pernikahan.

    E. Makanan Dan Kerajinan Suku Bali

    Ayam Betutu | Sumber: resepistimewa
    • Makanan Khas Bali

    Salah satu makanan khas masyarakat Bali yang mungkin paling familiar dengan kita adalah Ayam/bebek Betutu. Hidangan yang satu ini sudah sangat populer bahkan hingga ke wilayah-wilayah di luar Bali. Betutu merupakan olahan ayam atau bebek utuh yang berisi bumbu untuk kemudian dipanggang pada api sekam.

    Ayam betutu merupakan sajian khas wilayah Gilimanuk, Bali. Biasanya hadir menjadi sajian ketika upacara keagamaan/ada. Namun kini kuliner ini sudah dengan mudah kita temui di berbagai macam warung dan resto. Kuliner ini juga merupakan salah satu daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali.

    Selain ayam/bebek betutu yang populer, banyak makanan atau kuliner khas Bali yang mungkin bisa kamu coba, antara lain: Bubur Mengguh, Srombotan, Nasi Jinggo, Lawar, Nasi Tepeng dll.

    • Kerajinan Khas Bali

    Tidak perlu kita ragukan lagi kalau Bali memiliki kekayaan seni yang tinggi. Pulau ini sudah terkenal memiliki seni kerajinan yang apik dari masyarakatnya. Jika kamu berkunjung ke Bali, kamu bisa menemui berbagai macam kerajinan khas berupa kerajinan tangan tas anyaman, ukiran pajangan, topeng kayu, kerajinan tangan dari perak/kaca dan masih banyak lagi.

    Demikianlah ulasan singkat mengenai sejarah kebudayaan Bali. Semoga artikel ini dapat sedikit menambah informasi dan wawasan mengenai budaya Bali. Jadi, apa kamu tertarik mengunjungi pulau dewata ini dan menikmati langsung kekayaan budayanya?

  • Budaya Bali yang Unik dan Hanya Ada di Pulau Dewata

    Budaya Bali yang Unik dan Hanya Ada di Pulau Dewata

    Siapa yang nggak pengen tahu budaya Bali yang lain daripada yang lain? Keunikan budaya Bali membuatnya nggak bisa kamu jumpai di tempat manapun selain di Pulau Dewata. Cek pembahasannya di bawah ini untuk tahu lebih banyak tentang budaya Bali!

    Asal Usul Suku Bali

    Terbentuknya Suku Bali di Pulau Dewata adalah melalui tiga tahapan. Masyarakat Bali yang pertama terjadi setelah menyebarnya penduduk Nusantara pada zaman prasejarah. Kemudian, bertambah selama masa penyebaran agama Hindu. Gelombang terakhir migrasi yang membentuk masyarakat Bali pada masa sekarang berasal dari Jawa pada zaman penyebaran agama Islam di Nusantara. Rakyat kerajaan Majapahit yang runtuh pada abad ke-15 memutuskan untuk mempertahankan keyakinan dan budaya mereka dengan menyeberang ke Pulau Bali. Hal inilah yang membuat adanya sinkretisme  atau pembauran budaya Jawa dengan tradisi asli yang sudah ada di Bali.

    Berdasarkan Sensus Penduduk pada tahun 2010 lalu, Suku Bali ada sekitar 3,9 juta jiwa. Mayoritas Suku Bali masih menetap di Pulau Dewata dan masih melestarikan adat istiadat Bali di sana, yaitu kurang lebih 3,3 juta jiwa. Sisanya tersebar di beberapa daerah di Indonesia setelah adanya program transmigrasi. Bahasa yang dipakai oleh masyarakat Bali adalah bahasa Bali dan bahasa Indonesia. Mayoritas Suku Bali memeluk agama Hindu, dengan beberapa penduduk yang beragama Islam, Kristen, Katolik, dan Buddha.

    Kebudayaan Suku Bali

    Termasuk budaya yang masih sangat lestari, kebudayaan Suku Bali yang sakral dan bahkan terkenal hingga ke mancanegara. Budaya Bali sarat akan nilai agama dan tradisi. Kamu bahkan akan sering melihat masyarakat Suku Bali mengenakan pakaian adat dan pakaian keagamaan di kehidupan sehari-hari.

    Pura Lempuyang

    Banyaknya penganut agama Hindu menjadikan banyaknya bangunan pura di seluruh penjuru Bali. Tak hanya berfungsi sebagai rumah ibadah umat Hindu saja, pura di Bali juga banyak yang terbuka untuk wisatawan umum. Banyak di antaranya sangat terkenal. Misalnya saja Pura Besakih, Pura Lempuyang Luhur, Pura Luhur Uluwatu, yang termasuk dalam daftar 6 pura Sad Kahyangan. Atau Pura Tirta Empul yang merupakan pura Dang Kahyangan. Pura Ulun Danu Bratan yang ada di tengah danau, dan Pura Tanah Lot yang adalah pura segara seperti halnya Pura Uluwatu. Tak heran, Pulau Bali mendapat julukan Pulau Seribu Pura.

    Ngaben, Melasti, Nyepi, Metatah, dan Tradisi Lain

    Budaya Bali
    Upacara Ngaben

    Banyak sekali adat dan tradisi yang khas, hanya ada ada di Bali, dan kebanyakan sangat berkaitan dengan keagamaan Hindu. Misalnya upacara Ngaben, upacara pembakaran jenazah khas Bali yang juga termasuk dalam upacara Pitra Yadnya atau upacara untuk Leluhur. Juga ada metatah, upacara mengasah gigi untuk anak-anak Bali. Ada pula melasti, upacara mensucikan diri yang dilakukan di pinggir pantai dalam menyambut hari raya Nyepi.

    “Saat dunia semakin cepat, Bali berani berhenti dan menyepi”

    Potongan lirik lagu milik Navicula, band asal Bali, ini menggambarkan uniknya Bali dalam merayakan Nyepi. Di Bali, perayaan Tahun Baru Caka ini dilakukan dengan menghentikan hampir seluruh aktivitas di Pulau Bali (kecuali rumah sakit). Semua lampu mati. Tak ada yang boleh keluar ‘rumah’, termasuk wisatawan. Pada hari itu bahkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pun berhenti beroperasi. Tapi, tenang. Kemeriahan bisa kamu nikmati sehari sebelum Nyepi, dengan adanya pawai ogoh-ogoh yang bikin rahang kamu menganga. Tentu, masih banyak lagi tradisi yang hanya bisa kita saksikan dan alami di Bali. Seperti Mepantigan (seni bela diri tradisional Bali), Mekotek (ritual tolak bala khas Bali), Gebug Ende Seraya (seni perang rotan), Makepung (balap kerbau di Jembrana), dan lain sebagainya.

    Kesenian khas Bali

    Pertunjukan Gamelan Bali

    Gamelan Bali adalah serangkaian alat musik tradisional khas Bali yang tak bisa lepas dari kehidupan masyarakat Suku Bali. Gamelan selalu ada untuk mengiringi prosesi adat dan upacara keagamaan, serta sebagai iringan tari-tarian dan seni pertunjukan Bali. Yang khas dari gamelan Bali ada pada temponya yang cepat, suaranya yang cempreng, dan dinamikanya. Tipe gamelan di Bali adalah gamelan gong kebyar, dengan kata kebyar yang berarti keras, cepat, dan tiba-tiba.

    Tari Kecak di Pura Uluwatu

    Banyak pula tari-tarian asal Bali yang populer dan terkenal hingga kini. Sebut saja tari kecak, tari pendet, tari legong, tari barong, tari janger, tari baris, dan lain-lain. Yang sangat terkenal di telinga para wisatawan adalah pertunjukan tari kecak di Pura Uluwatu.

    Seni budaya Bali itu sendiri tak hanya terdiri dari seni pertunjukan seperti seni tari Bali, sendratari, dan musik saja. Seni kerajinannya terutama lukisan, anyaman, ukiran kayu dan pahatan batu juga mendominasi dan mendunia. Kamu akan bisa mengagumi keindahan ornamen-ornamen yang Bali banget dimana pun. Tak hanya di pura dan museum saja, di hotel dan bandara pun buanyak! Para pelancong pun bisa mengantongi salah satu kerajinan khas Bali sebagai buah tangan dan memento perjalanan mereka di Pulau Dewata. Bali memang antik deh! Bahkan sesajen yang bisa kita jumpai di sudut-sudut Bali pun nyeni banget, pakai anyaman daun kelapa buatan tangan.

    Desa Adat Trunyan dan Penglipuran

    Budaya Bali
    Desa Penglipuran

    Keistimewaan budaya Bali juga tampak pada artitekturnya yang khas. Salah satu tempat dimana kamu bisa menyaksikan keaslian arsitektur Bali yang masih asri adalah di Desa Penglipuran di Bangli. Selain rumah adat Bali masih sangat terjaga di sana, penduduknya pun masih menjunjung tinggi nilai-nilai adat masyarakat Bali. Tak sekedar melestarikan, mereka semua menjalankan tradisi Bali dalam kehidupan sehari-hari mereka. Keseluruhan wilayah desa adat Penglipuran menganut konsep Tri Hita Karana, sebuah filosofi tentang keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan dan lingkungan. Hebatnya, sebagai desa wisata, Penglipuran masih konsistem mempertahankan wujud aslinya hingga sekarang.

    Budaya Bali
    Tengkorak di Desa Trunyan

    Satu lagi desa adat yang nggak kalah unik: Desa Trunyan. Kalau di Penglipuran kamu bisa menikmati keindahan pedesaan ala Bali, di Trunyan, kamu harus siap-siap merinding disko. Pasalnya, pariwisata desa di daerah Kintamani dan dekat Danau Batur ini mengangkat tradisi pemakamannya yang unik. Mereka tidak mengubur atau mengkremasi jenazah, tapi hanya diletakkan saja di salah satu dari tiga area makam sesuai kematiannya. Asal nama desa ini pun berkaitan dengan area makam mereka, yang menjadi satu-satunya tempat tumbuh pohon bernama Taru Menyan. Taru sendiri artinya pohon, sedang Menyan artinya harum. Yup, pohon ini mengeluarkan bau harum, yang bahkan bisa menetralisir bau pada mayat yang membusuk.

    Budaya suku Bali memang banyak peminatnya. Nggak heran, udah banyak terbit makalah kebudayaan Bali yang bisa menambah pengetahuan kita tentang budayanya masyarakat Pulau Dewata. Sebagai generasi penerus bangsa, tugas kita untuk melestarikan budaya asli negeri sendiri. Penting juga untuk tahu budaya suku lain di Indonesia, agar bisa lebih saling menyayangi dan menghargai.