Blog

  • Lawan Covid-19! Begini Cara Memperkuat Imun Tubuh Agar Tidak Gampang Sakit

    Lawan Covid-19! Begini Cara Memperkuat Imun Tubuh Agar Tidak Gampang Sakit

    Di masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini, sangat penting bagi kita untuk mengetahui cara memperkuat imun tubuh. Hal ini karena turunnya atau melemahnya sistem imun tubuh merupakan salah satu faktor yang meningkatkan resiko terkena virus corona ini. 

    Banyak yang bisa dilakukan untuk menjaga imunitas, salah satunya dengan minum aneka jus untuk memperkuat imun tubuh. Sebelum membahas lebih jauh tips memperkuat imun tubuh, kita pahami dulu yuk, apa itu imun tubuh. Imun tubuh adalah daya tahan tubuh, yang bekerja dalam suatu sistem mekanisme pertahanan yang kompleks melawan ‘serangan’ dari luar. Bisa dari virus, bakteri, infeksi, hingga parasit. Sistem imun juga lebih dikenal dengan sistem kekebalan tubuh.

    Menjaga pola hidup sehat adalah kunci untuk menjaga imun tubuh tetap kuat. Meski mengkonsumsi suplemen dapat membantu, banyak juga kok cara memperkuat imun tubuh secara alami. Berikut diantaranya:

    1. Berjemur

    Sejak pandemi covid-19 mulai merebak di Indonesia awal tahun ini, publik mulai menyoroti aktivitas berjemur dan sempai menuai pro kontra. Apakah sebenarnya berjemur baik bagi tubuh? Nyatanya iya. Menurut ahli, berjemur dapat membantu menjaga atau meningkatkan daya tahan tubuh jika dilakukan dengan benar. Berjemur berkaitan dengan produksi dan penyerapan vitamin D yang bagus untuk kekebalan tubuh. 

    Idealnya, berjemur hanya 10-15 menit saja setiap kali dilakukan, dan cukup 2 atau 3 kali saja dalam seminggu. Sedangkan waktu yang baik untuk berjemur sendiri tergantung dengan lokasi kamu, biasanya di pagi hari antara jam 8-9. Jangan lupa tetap pakai sun-block atau tabir surya ya! Dan, jangan terlalu pagi atau terlalu siang, apalagi terlalu sore. Ini karena sinar matahari paling buruk bagi tubuh saat siang menuju sore hari.

    2. Olahraga teratur

    Semua orang setuju bahwa olahraga banyak memberi manfaat untuk tubuh kita. Mau ada pandemi atau tidak, kita perlu berolahraga agar tubuh tetap sehat dan bugar. Usahakan untu berolahraga secara rutin setiap hari selama 30 menit. Dengan melakukan ini, kadar leukosit dalam sel darah akan meningkat. Hal ini lah yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh. Selain imun tubuh meningkat, olahraga juga bisa membantu membasmi bakteri yang masuk dalam tubuh dan meningkatkan respon antibodi dalam tubuh kita. Alhasil, kita jadi nggak gampang sakit deh.

    Untuk waktu dan jenis olahraga,kamu bisa memilih sendiri sesuai preferensi dan kebutuhan kamu. Tak hanya nge-gym, senam, atau melakukan olahraga yang berat seperti HIIT atau High-Intensity Interval Taining. Kamu juga bisa memilih olahraga lain seperti yoga, pilates, atau sepedaan (yang sekarang juga masih booming). Atau, bisa juga hiking atau jalan-jalan santai di alam, sambil menikmati pemandangan dan menghirup udara segar. Yang penting, lakukan dengan sungguh-sungguh dan rutinkan ya.

    3. Istirahat yang cukup

    Badan yang lelah dan letih juga bisa memicu turunnya imun tubuh. Maka dari itu, penting bagi tubuh untuk tetap mendapatkan istirahat yang cukup untuk kembali aktif bekerja. Umumnya, orang dewasa perlu tidur kurang lebih 5 sampai 7 jam setiap hari, sedangkan anak-anak butuh waktu tidur lebih lama, yaitu sekitar 8 hingga 10 jam. Tapi, bukan tidur sembarang tidur. Pastikan untuk mendapat tidur yang berkualitas setiap malamnya, sehingga di pagi hari kamu bisa bangun dengan kondisi badan lebih segar. Caranya bisa dengan tidak menatap layar ponsel, laptop, computer, dan lain-lain mulai satu jam sebelum waktu tidur. Jauhkan ponsel kamu dari ranjang (atau non-aktifkan sekalian), rapikan kamar terurama ranjang kamu, matikan lampu dan tidur dalam kondisi kamar yang gelap di jam yang sama setiap malam.

    Bagaimana kalau kita mengalami susah tidur? Biasanya, kita akan lebih cepat tidur jika rileks. Jadi, bebaskan pikiran kamu dari hal-hal yang mengganggu. Bisa dengan bantuan meditasi. Nah, untuk membantu tubuh lebih rileks, kamu bisa mandi air hangat dan/atau minum segelas susu hangat sebelum tidur.

    4. Berpikir positif

    Banyak sekali manfaat berpikir positif bagi kesehatan mental dan fisik kita. Salah satunya adalah, berpikir positif bisa membantu kita lebih baik dalam mengelola stres atau tekanan dalam pikiran. Para ahli sepakat bahwa pengelolaan stres yang baik akan menjaga sistem imun kita untuk bekerja dengan baik. Jika sering stres atau tertekan, produksi hormon kortisol dalam tubuh kita akan mengalami peningkatan, dan inilah yang mengganggu sistem imun dan menurunkan kekebalan tubuh kita. Selain itu, ketika kita tertekan, stres, depresi, atau apapun namanya, kita cenderung ingin atau akan melakukan hal-hal yang tidak baik untuk tubuh. Misalnya, merokok, minum minuman beralkohol, makan junk food, makanan berlemak, atau yang manis-manis, dan begadang.

    Dengan berpikir positif, kita akan mengeluarkan energi yang baik pula, dan otak kita akan penuh dengan pikiran-pikiran yang baik. Hasilnya, kita jadi tidak mudah stres dan jadi lebih tenang dalam menghadapi masalah kehidupan. Dijamin, kalau pikiran sehat, badan pun ikut sehat.

    5. Cukupi asupan nutrisi untuk tubuh

    Kita juga harus menjaga pola makan untuk menjaga dan memperkuat imun tubuh. Konsumsi makanan dan minuman sehat dengan gizi seimbang yang akan mencukupi asupan nutrisi harian yang tubuh kita perlukan. Tentu, disarankan untuk memperbanyak makan buah dan sayur yang mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk menjaga daya tahan tubuh. Serta antioksidan yang membantu menangkal radikal bebas. 

    Kita bisa mengonsumsi banyak jenis buah untuk memperkuat imun tubuh. Contohnya jambu biji, kiwi, jeruk dan lemon, apel, leci, anggur, dan masih banyak lagi. Buah-buahan tersebut kaya akan vitamin C yang sangat baik untuk menjaga daya tahan tubuh. Tapi, tak hanya itu saja. Buah-buahan juga memiliki ragam khasiat lain untuk kesehatan. Jambu biji misalnya, mengandung vitamin C dan A, antiosidan, dan kalium. Serta kandungan nutrisi lain dalam kadar yang lebih sedikit seperti zat besi serat, magnesium, protein, dan folat. Bagus untuk menurunkan kolesterol, mengontrol tekanan darah, menjaga kesehatan mata dan pencernaan, hingga mencegah penyakit gula dan demam berdarah.

    Selain buah-buahan, konsumsi sayur juga penting untuk menjaga sistem imun tetap kuat. Variasikan makanan yang kamu konsumsi, yang berisi sayuran hijau, wortel, brokoli, biji-bijian, kacang-kacangan, bawang putih dan lain-lain. Tapi, perhatikan cara pengolahan sayur-sayuran ini ya, agar kandungannya tetap ada dan bisa terserap dengan baik oleh tubuh. Dan jangan lupa penuhi juga kebutuhan nutrisi lainnya seperti protein nabati dan hewani, serta lemak baik yang bisa kamu dapatkan dari buah alpukat, minyak zaitun, atau ikan salmon.

    5 cara meningkatkan kekebalan tubuh di atas adalah yang utama dan paling dasar yang bisa kita lakukan untuk menjaga imunitas. Sangat penting untuk memiliki sistem imun tubuh yang kuat untuk menjaga tubuh tetap sehat dalam kondisi pandemi seperi sekarang. Tetap patuhi protokol kesehatan: jaga jarak, cuci tangan pakai air mengalir dan sabun atau hand sanitizer, dan, pakai maskernya ya!

    Penulis : Yunita

     

  • Manfaat Berpikir Positif dan Caranya, Apa Saja Ya?

    Manfaat Berpikir Positif dan Caranya, Apa Saja Ya?

    Manfaat berpikir positif tidak hanya bisa mempengaruhi kesehatan mental saja, tapi juga bisa dirasakan oleh tubuh kita. Apa saja manfaatnya dan bagaimana cara berpikir positif? Kita akan bahas secara mendalam di artikel ini.

    Manfaat berpikir positif dalam Islam pasti sudah tak asing lagi bagi semua umat Muslim. Berpikir positif sering dianjurkan karena merupakan salah satu bentuk mencontoh sikap dan sifat Rasulullah. Dalam Islam disebut husnudzon, atau, berbaik sangka. Tapi, positive thinking ini bukan hanya dianjurkan untuk pemeluk agama Islam saja kok, melainkan untuk seluruh umat manusia. Banyak manfaat berpikir positif dan senyum yang memang sungguh terasa oleh pribadi masing-masing orang yang telah mempraktekkannya. 

    Selain manfaat positive thinking, banyak juga yang ingin tahu manfaat berpikir kritis. Ada hubungannya? Tentu ada dong, karena keduanya sama-sama terkait sistem kerja otak kita. Tapi kali ini kita fokus satu dulu ya, biar lebih deep pembahasannya.

    Penasaran bagaimana cara membangun sikap berpikir positif dan apa saja manfaatnya? Yuk simak artikel di bawah ini!

    Apa sih berpikir positif itu?

    Sebelum menginjak bahasan lebih dalam tentang manfaat dan cara positive thinking, sebenarnya apa sih berpikir positif itu? Secara harfiah, berpikir positif adalah upaya atau perilaku mengeset dan mengisi pikiran kita, apa yang kita pikirkan dalam otak kita, dengan hal-hal yang positif, hal-hal yang baik, hal-hal yang optimistik. Singkatnya, kepositifan dalam berpikir. Positif, tidak negatif. Afirmatif. Yakin. Optimistik. Mendorong perilaku yang baik. Berkaitan dengan ini, berpikir positif juga berhubungan dengan, tapi bukan melulu tentang, prasangka baik.

    Contoh positive thinking

    Contoh berpikir positif atau ber-positive thinking yang paling dasar adalah berbaik sangka. Bisa kepada orang lain, atau, dalam pemahaman yang lebih jauh, bisa juga kepada Tuhan. Misalnya, teman yang berhutang padamu update story IG lagi makan di restoran mahal padahal belum melunasi hutangnya. Lalu kamu berpikir, “Oh, mungkin dia sedang ditraktir seseorang.” Atau, “Oh, mungkin dia lupa kalau masih punya hutang.” Hehe.

    Contoh lain dalam ber-positive thinking adalah ketika kamu meneriakkan (dalam hati juga boleh) “AKU PASTI BISA!” ketika misalnya lagi dihajar tugas atau deadline kerjaan yang bertubi-tubi.

    Nah, sekarang dicoba ya. Misal nih, kamu sedang dalam perjalanan naik motor ke suatu gedung untuk menghadiri resepsi pernikahan. Lalu, tiba-tiba ban motor kamu kempes total, padahal venue masih jauh. Dan kamu harus dorong motor kamu cukup jauh juga untuk sampai ke tukang tambal ban pinggir jalan terdekat. Pas lagi dorong motor begitu, pikiran positif apa yang bisa kamu pikirkan?

    Cara berpikir positif

    Lalu, bagaimana sih caranya agar kita bisa senantiasa berpikir positif? Susah-susah gampang kok sebenarnya. Yang paling penting adalah konsisten dan terus menerus. Kalau sudah biasa, lama-lama juga terbiasa kok untuk selalu berpikir positif. Memang kadang ada saja situasi yang memberatkan kita untuk bisa positive thinking. Tapi, selalu coba untuk always look on the bright side of life ya. Seperti lagunya Monty Python. 

    1. Lihat sisi baiknya

    Jadi bagaimana nih caranya? Pertama-tama, apapun yang terjadi, lihat sisi baiknya. Husnudzon. Berprasangka baik. Cara lain yang tidak kalah jitu (tapi juga biasanya tidak mudah dilakukan) berhubungan dengan pengertian lain kata positif menurut KBBI: tidak menyangkal, atau, mengiakan. Artinya, legowo. Ikhlas. Jika ada hal buruk terjadi pada kita sekalipun. Kalau kata Gading Martin, “ikhlas, bukan sabar. Beda.” Kalau dalam berusaha sabar kita masih punya gemuruh-gemuruh atau ganjalan dalam hati, lain dengan ikhlas. Dalam ikhlas kita lepaskan semua belenggu-belenggu negatif, kita pasrahkan semuanya. Terima. Jangan denial.

    Iya, pikiran-pikiran negatif itu lama kelamaan bisa merusak pikiran kita, merusak mental atau kesehatan jiwa kita, dan merusak kesehatan fisik kita. Belum lagi kalau kita berpikiran negatif ke orang lain. Suudzon. Curigaan. Cemas. Pikiran tidak tenang. Selain membuat kita senantiasa merasa tidak nyaman, bisa mengganggu hubungan sosial kita juga. Jadi, buang jauh-jauh energi negatif dari dalam diri kita, yang bisa mempengaruhi kita. Selalu optimis, tetap semangat, keep smiling, cheer up!

    2. Arahkan pikiran ke hal-hal yang baik

    Semua cara di atas bisa dicapai dengan mengubah mindset dan mengarahkan pikiran-pikiran kita ke hal-hal yang baik saja. Selalu ada dua jenis pikiran atau prasangka. Baik dan buruk. Jika masalah datang, umumnya (dan memang lebih mudah bagi kita) yang muncul dalam otak kita adalah pikiran dan prasangka yang buruk. Berpikir positif berarti kita memperbanyak memberi sugesti positif untuk diri kita, terutama ketika masalah datang. Jika pikiran negatif mulai muncul, ubah perspektif dan lihat dari sisi yang lain yang lebih positif. Kalau perlu, suarakan pada diri kamu kalimat-kalimat yang positif tersebut.

    3. Dukungan moral itu penting!

    Terkadang sulit memang menjadi pribadi yang positif seorang diri. Lingkungan juga memberi pengaruh terhadap pikiran-pikiran kita, meski pada akhirnya kita sendiri yang memilih, mau berpikir seperti apa. Ada kalanya kita butuh motivasi, dukungan moral, dan nasihat-nasihat dari orang lain. Punya circle yang berisi orang-orang yang juga punya pikiran yang positif sangat membantu membangun mindset atau pola pikir yang baik. Selain itu, sedikit tips untuk kesehatan pikiran, yaitu dengan istirahat yang cukup, aplikasikan pola hidup sehat, rekreasi atau tamasya, beri reward untuk diri sendiri, dan selalu temukan alasan untuk senyum (dan tertawa, dengan nonton film komedi atau bercanda bareng teman-teman misalnya).

    Manfaat berpikir positif

    Ada banyak sekali manfaat adanya positivity in mind atau adanya hal-hal positif di dalam pikiran kita. Yang paling terasa adalah ketenangan pikiran. Tidak banyak drama dalam hidup. Tidak lebay dan tetap tenang dalam menghadapi masalah. Dalam menghadapi tekanan atau stress pun, berpikir positif sangat membantu. Malah, kamu bakal jadi jarang stress, karena positive thinking bisa membantu mengurangi rasa cemas dalam diri.

    Dengan memiliki pikiran yang sehat, tubuh juga bakal lebih bugar pastinya. Hal ini dikarenakan, pikiran kita memang berhubungan erat dengan kondisi tubuh. Misalnya, ketika sedang tertekan, nervous, atau banyak pikiran, bisa saja kita jadi sakit kepala, merasa tidak enak badan, mual, dan lain sebagainya. Dengan ber-positive thinking, energi yang masuk dalam diri kita pun energi yang baik. Secara otomatis badan pun akan terasa enakan.

    Tadi sudah kita bahas kalau positive thinking juga berarti menjadi optimistik dan berprasangka yang baik. Hal ini menambah daftar panjang manfaat positive thinking, antara lain kita bisa jadi lebih percaya diri, berani, lebih bijak, dan lebih bahagia. Kamu juga bisa jadi punya lebih banyak teman. Karena energi positif kita terpancar, itu akan membuat orang-orang nyaman berada di dekat kita. Berpikir positif juga membantu kita untuk lebih fokus. Dan karena pikiran kita juga jadi lebih tenang, kita akan bisa membuat keputusan-keputusan yang hebat dalam hidup. Itu juga bisa membantu kita dalam mencapai kesuksesan loh.

    Nah kan, banyak sekali manfaat dari positive thinking bagi diri kita. Tak hanya berkaitan dengan apa yang ada dalam pikiran atau otak kita saja. Positive thinking juga berhubungan dengan masalah perasaan, hingga kesehatan fisik kita. Sudah paham ya sekarang akan pentingnya berpikir positif? Meski awalnya berat, yuk mulai praktikkan!

    Penulis : Yunita