Manfaat Berpikir Positif dan Caranya, Apa Saja Ya?

  • Bagikan

Manfaat berpikir positif tidak hanya bisa mempengaruhi kesehatan mental saja, tapi juga bisa dirasakan oleh tubuh kita. Apa saja manfaatnya dan bagaimana cara berpikir positif? Kita akan bahas secara mendalam di artikel ini.

Manfaat berpikir positif dalam Islam pasti sudah tak asing lagi bagi semua umat Muslim. Berpikir positif sering dianjurkan karena merupakan salah satu bentuk mencontoh sikap dan sifat Rasulullah. Dalam Islam disebut husnudzon, atau, berbaik sangka. Tapi, positive thinking ini bukan hanya dianjurkan untuk pemeluk agama Islam saja kok, melainkan untuk seluruh umat manusia. Banyak manfaat berpikir positif dan senyum yang memang sungguh terasa oleh pribadi masing-masing orang yang telah mempraktekkannya. 

Selain manfaat positive thinking, banyak juga yang ingin tahu manfaat berpikir kritis. Ada hubungannya? Tentu ada dong, karena keduanya sama-sama terkait sistem kerja otak kita. Tapi kali ini kita fokus satu dulu ya, biar lebih deep pembahasannya.

Penasaran bagaimana cara membangun sikap berpikir positif dan apa saja manfaatnya? Yuk simak artikel di bawah ini!

Apa sih berpikir positif itu?

Sebelum menginjak bahasan lebih dalam tentang manfaat dan cara positive thinking, sebenarnya apa sih berpikir positif itu? Secara harfiah, berpikir positif adalah upaya atau perilaku mengeset dan mengisi pikiran kita, apa yang kita pikirkan dalam otak kita, dengan hal-hal yang positif, hal-hal yang baik, hal-hal yang optimistik. Singkatnya, kepositifan dalam berpikir. Positif, tidak negatif. Afirmatif. Yakin. Optimistik. Mendorong perilaku yang baik. Berkaitan dengan ini, berpikir positif juga berhubungan dengan, tapi bukan melulu tentang, prasangka baik.

Contoh positive thinking

Contoh berpikir positif atau ber-positive thinking yang paling dasar adalah berbaik sangka. Bisa kepada orang lain, atau, dalam pemahaman yang lebih jauh, bisa juga kepada Tuhan. Misalnya, teman yang berhutang padamu update story IG lagi makan di restoran mahal padahal belum melunasi hutangnya. Lalu kamu berpikir, “Oh, mungkin dia sedang ditraktir seseorang.” Atau, “Oh, mungkin dia lupa kalau masih punya hutang.” Hehe.

Contoh lain dalam ber-positive thinking adalah ketika kamu meneriakkan (dalam hati juga boleh) “AKU PASTI BISA!” ketika misalnya lagi dihajar tugas atau deadline kerjaan yang bertubi-tubi.

Nah, sekarang dicoba ya. Misal nih, kamu sedang dalam perjalanan naik motor ke suatu gedung untuk menghadiri resepsi pernikahan. Lalu, tiba-tiba ban motor kamu kempes total, padahal venue masih jauh. Dan kamu harus dorong motor kamu cukup jauh juga untuk sampai ke tukang tambal ban pinggir jalan terdekat. Pas lagi dorong motor begitu, pikiran positif apa yang bisa kamu pikirkan?

Cara berpikir positif

Lalu, bagaimana sih caranya agar kita bisa senantiasa berpikir positif? Susah-susah gampang kok sebenarnya. Yang paling penting adalah konsisten dan terus menerus. Kalau sudah biasa, lama-lama juga terbiasa kok untuk selalu berpikir positif. Memang kadang ada saja situasi yang memberatkan kita untuk bisa positive thinking. Tapi, selalu coba untuk always look on the bright side of life ya. Seperti lagunya Monty Python. 

1. Lihat sisi baiknya

Jadi bagaimana nih caranya? Pertama-tama, apapun yang terjadi, lihat sisi baiknya. Husnudzon. Berprasangka baik. Cara lain yang tidak kalah jitu (tapi juga biasanya tidak mudah dilakukan) berhubungan dengan pengertian lain kata positif menurut KBBI: tidak menyangkal, atau, mengiakan. Artinya, legowo. Ikhlas. Jika ada hal buruk terjadi pada kita sekalipun. Kalau kata Gading Martin, “ikhlas, bukan sabar. Beda.” Kalau dalam berusaha sabar kita masih punya gemuruh-gemuruh atau ganjalan dalam hati, lain dengan ikhlas. Dalam ikhlas kita lepaskan semua belenggu-belenggu negatif, kita pasrahkan semuanya. Terima. Jangan denial.

Iya, pikiran-pikiran negatif itu lama kelamaan bisa merusak pikiran kita, merusak mental atau kesehatan jiwa kita, dan merusak kesehatan fisik kita. Belum lagi kalau kita berpikiran negatif ke orang lain. Suudzon. Curigaan. Cemas. Pikiran tidak tenang. Selain membuat kita senantiasa merasa tidak nyaman, bisa mengganggu hubungan sosial kita juga. Jadi, buang jauh-jauh energi negatif dari dalam diri kita, yang bisa mempengaruhi kita. Selalu optimis, tetap semangat, keep smiling, cheer up!

2. Arahkan pikiran ke hal-hal yang baik

Semua cara di atas bisa dicapai dengan mengubah mindset dan mengarahkan pikiran-pikiran kita ke hal-hal yang baik saja. Selalu ada dua jenis pikiran atau prasangka. Baik dan buruk. Jika masalah datang, umumnya (dan memang lebih mudah bagi kita) yang muncul dalam otak kita adalah pikiran dan prasangka yang buruk. Berpikir positif berarti kita memperbanyak memberi sugesti positif untuk diri kita, terutama ketika masalah datang. Jika pikiran negatif mulai muncul, ubah perspektif dan lihat dari sisi yang lain yang lebih positif. Kalau perlu, suarakan pada diri kamu kalimat-kalimat yang positif tersebut.

3. Dukungan moral itu penting!

Terkadang sulit memang menjadi pribadi yang positif seorang diri. Lingkungan juga memberi pengaruh terhadap pikiran-pikiran kita, meski pada akhirnya kita sendiri yang memilih, mau berpikir seperti apa. Ada kalanya kita butuh motivasi, dukungan moral, dan nasihat-nasihat dari orang lain. Punya circle yang berisi orang-orang yang juga punya pikiran yang positif sangat membantu membangun mindset atau pola pikir yang baik. Selain itu, sedikit tips untuk kesehatan pikiran, yaitu dengan istirahat yang cukup, aplikasikan pola hidup sehat, rekreasi atau tamasya, beri reward untuk diri sendiri, dan selalu temukan alasan untuk senyum (dan tertawa, dengan nonton film komedi atau bercanda bareng teman-teman misalnya).

Manfaat berpikir positif

Ada banyak sekali manfaat adanya positivity in mind atau adanya hal-hal positif di dalam pikiran kita. Yang paling terasa adalah ketenangan pikiran. Tidak banyak drama dalam hidup. Tidak lebay dan tetap tenang dalam menghadapi masalah. Dalam menghadapi tekanan atau stress pun, berpikir positif sangat membantu. Malah, kamu bakal jadi jarang stress, karena positive thinking bisa membantu mengurangi rasa cemas dalam diri.

Dengan memiliki pikiran yang sehat, tubuh juga bakal lebih bugar pastinya. Hal ini dikarenakan, pikiran kita memang berhubungan erat dengan kondisi tubuh. Misalnya, ketika sedang tertekan, nervous, atau banyak pikiran, bisa saja kita jadi sakit kepala, merasa tidak enak badan, mual, dan lain sebagainya. Dengan ber-positive thinking, energi yang masuk dalam diri kita pun energi yang baik. Secara otomatis badan pun akan terasa enakan.

Tadi sudah kita bahas kalau positive thinking juga berarti menjadi optimistik dan berprasangka yang baik. Hal ini menambah daftar panjang manfaat positive thinking, antara lain kita bisa jadi lebih percaya diri, berani, lebih bijak, dan lebih bahagia. Kamu juga bisa jadi punya lebih banyak teman. Karena energi positif kita terpancar, itu akan membuat orang-orang nyaman berada di dekat kita. Berpikir positif juga membantu kita untuk lebih fokus. Dan karena pikiran kita juga jadi lebih tenang, kita akan bisa membuat keputusan-keputusan yang hebat dalam hidup. Itu juga bisa membantu kita dalam mencapai kesuksesan loh.

Nah kan, banyak sekali manfaat dari positive thinking bagi diri kita. Tak hanya berkaitan dengan apa yang ada dalam pikiran atau otak kita saja. Positive thinking juga berhubungan dengan masalah perasaan, hingga kesehatan fisik kita. Sudah paham ya sekarang akan pentingnya berpikir positif? Meski awalnya berat, yuk mulai praktikkan!

Penulis : Yunita

Baca Juga ini Ya !! =>  Mengenal Gaya Hidup Konsumtif, Bagaimana Ciri-ciri Dan Penanganannya
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *