Tak Hanya Sunda, Ketahui Semua Budaya Jawa Barat Ini!

  • Bagikan
Pertunjukan Tari Jaipong

Mengenal budaya Jawa Barat yang lembut dan riang gembira, yang tak hanya terdiri dari satu suku bangsa saja. Kali ini kita tak hanya akan belajar mengenai budaya bumi Pasundan saja. Simak semua ulasan tentang budaya, kesenian, dan tradisi khas Jawa Barat berikut ini!

Tentang budaya Jawa Barat: Budaya Sunda bukan satu-satunya

Pertunjukan Tari Jaipong

Budaya Jawa Barat yang terkenal memanglah budaya Sunda, dengan banyaknya penduduk yang berasal dari suku Sunda. Suku Sunda juga merupakan salah satu suku tertua di Indonesia. Tapi, perlu kita ketahui bahwa suku Jawa Barat tak hanya Sunda saja. Meski suku Sunda mendominasi mayoritas wilayah administrasi provinsi Jawa Barat, provinsi ini tidak sama dengan Sunda. Kebudayaan suku Sunda di Jawa Barat pun bukan satu-satunya kebudayaan khas yang berkembang di Jawa Barat. Ada juga budaya Cirebon dan budaya Betawi yang tak kalah kuat berjaya di tanah ini. Budaya Sunda yang masih dominan berkembang di tataran Sunda, Tanah Priangan, atau Tanah Pasundan. Budaya Cirebon masih asri dan lestari di daerah-daerah bekas Karesidenan Cirebon, yang ada di bagian utara provinsi Jawa Barat. Sementara budaya Betawi tumbuh di wilayah perbatasan dengan area DKI Jakarta.

Bahasa daerah Jawa Barat

Karena suku Sunda bukan satu-satunya suku di Jawa Barat, maka bahasa daerah yang digunakan dalam masyarakat Jabar pun tak hanya bahasa Sunda. Meski memang, bahasa Sunda dipakai oleh mayoritas penduduk Jawa Barat. Bahasa Sunda sendiri mendapat pengaruh dari bahasa Jawa, dalam hal adanya tingkat bahasa berdasarkan tingkat kesopanan dalam penggunaannya, yaitu undak-usuk-basa. Ada empat tingkat bahasa Sunda yaitu cohag atau kasar pisan, kasar, sedang lemes, dan luhur atau lemes pisan. Kata pisan dalam bahasa Sunda berarti ‘sangat’.

Ada setidaknya dua kekhususan dalam hal penggunaan bahasa di wilayah Jawa Barat, dengan adanya dua budaya lain yaitu Cirebon dan Betawi. Bahasa Cirebon sedikit mirip dengan bahasa Jawa Banyumasan (Jawa Ngapak), dengan dialek Brebes. Penutur bahasa daerah ini adalah penduduk wilayah Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon. Kabupaten Indramayu dan beberapa wilayah pesisir utara jawa Barat juga menggunakan bahasa Cirebon, hanya dengan dialek Indramayu yaitu logat dermayon. Daerah perbatasan seperti Kota Bekasi, Kecamatan Babelan dan Tarumajaya di Kabupaten Bekasi, serta Kota Depok sehari-hari memakai Bahasa Betawi.

Baca Juga ini Ya !! =>  Seni dan Budaya Banten beserta Adat Tradisinya

Rumah adat Jawa Barat

Imah Julang Ngapak, salah satu rumah adat Jawa Barat

Untuk masyarakat suku Sunda, rumah adat Jawa Barat ini pada umumnya adalah imah panggung. Bentuk rumah panggung adalah segi empat yang agak memanjang dan terdiri dari tiga bagian. Paling depan adalah bagian teras, untuk bagian tengah ada tengah imah yang jadi semacam ruang tamu dan juga kamar tidur. Bagian belakang adalah bagian dapur, disebut juga pawon atau goah. Rumah panggung juga memiliki halaman depan dan halaman belakang rumah.

Ada dua fungsi atau filosofi pada rumah panggung. Fungsi teknik yang berkaitan dengan arsitektur rumah dan fungsi simbolik yang berkaitan dengan kepercayaan masyarakat Sunda. Lantai rumah panggung adalah dari palupuh, sementara atapnya dari ijuk atau daun rumbia. Dinding rumah berupa bilik dari anyaman bambu, biasanya dengan pola kepang atau sasag. Tiang-tiang kayu dengan alas atau tatapakan dari batu membentuk kerangka rumah panggung.

Pakaian adat Jawa Barat

Contoh pakaian adat Jawa Barat

Pakaian adat Jawa Barat setidaknya ada dua macam, yaitu adat Priangan untuk suku Sunda dan adat Cirebon. Untuk atasan, wanita Priangan mengenakan kabaya surawe, sementara wanita Cirebon mengenakan baju kurung atau baju sorong. Bawahan wanita Priangan dan Cirebon sama, yaitu lilitan kain batik yang memanjang dari pinggang sampai pergelangan kaki. Untuk kaum pria tidak memiliki perbedaan, keduanya mengenakan iket di kepala. Bawahannya memakai calana komprang dengan hiasan pasmen, serta kain jarik atau kain sarung poleng yang diikat di bagian pinggang. Untuk alas kaki, semuanya mengenakan selop.

Makanan khas daerah-daerah di Jawa Barat

Aneka Sajian khas Jawa Barat

Dengan adanya banyak daerah di provinsi ini, makanan khas Jawa Barat pun sangat beragam. Misalnya, Kota Bandung terkenal akan oncom, surabi dan peuyeum-nya. Sumedang terkenal akan tahu Sumedang nya yang khas, sementara Ciamis punya tahu bulat enyoy. Kota Bogor punya tales dan asinan. Lalu ada sate maranggi, peuyeum bendul dan simping di Purwakarta. Ada pula tauco, manisan dan pepes ikan mas di Cianjur, dodol dan jeruk di Garut, empal gentong dan tahu gejrot di Cirebon, juga rempang pala di Sukabumi. Di Kabupaten Indramayu, terkenal kerupuk terasi-nya. Tak hanya itu saja sih, Jawa Barat pun punya aneka jajanan yang nggak kalah terkenal. Ada batagor, cireng, combro, ubi cilembu, rengginang, opak, seblak, karedok, lotek, cimol, sale pisang, kicimpring, dan masih banyak lagi. Odading yang sempat viral pun khas Bandung, Jawa Barat tuh! Yah, meskipun donat goreng ini punya banyak kembaran dengan berbagai nama dan tersebar di seluruh nusantara sih.

Baca Juga ini Ya !! =>  Budaya Palembang yang Membangun Citra Sumatra Selatan

Tradisi di Jawa Barat

budaya jawa barat
Tradisi Seren Taun

Setiap budaya di tanah air, pasti ada adat dan tradisi tersendiri. Tradisi Jawa Barat pun sama, dan berkaitan dengan upacara-upacara adat yang perlu kita lestarikan agar tidak punah tergerus zaman. Ada tradisi melakukan upacara adat di usia kandungan 3, 5, 7 dan 9 bulan. Setelah lahir pun, ada banyak sekali upacara adat-nya. Misalnya nrenjak bumi, puput puseur, dan cukur rambut saat masih bayi, serta upacara khitan dan gusaran saat memasuki usia kanak-kanak. Adat dan tradisi lainnya termasuk upacara panen padi Seren Taun, pesta laut, muludan, ngalaksa, ruwatan bumi, ngunjung, ngirab atau rebo wekasan, dan masih banyak lagi.

Kesenian khas Jawa Barat

budaya jawa barat
Rampak Kendang

Jawa Barat adalah salah satu daerah yang kaya akan nilai seni dan budaya yang luhur. Banyak sekali kesenian khas Jawa Barat yang terkenal, mulai dari seni musik, seni tari, dan seni pertunjukan lainnya. Berikut beberapa dari ragam kesenian di Jawa Barat:

  • Jaipongan, tari kreasi yang memadukan gerakan berbagai tarian seperti tari ronggeng dan ketuk tilu, serta beberapa gerakan silat.
  • Rampak kendang, pertunjukan beberapa pengendang yang memainkan kendang bersama-sama. Bisa juga diiringi gamelan, rebab, bahkan gitar.
  • Wayang golek, seni teater boneka yang dimainkan dalang seperti halnya wayang kulit di Jawa Tengah. Si Cepot adalah salah satu tokoh wayang golek yang sangat terkenal.
  • Kuda renggong khas Sumedang, pertunjukan beberapa ekor kuda yang menari mengikuti irama musik pengiring. Biasanya dilakukan saat ada upacara khitan.
  • Karawitan Sunda, seni musik yang mempertunjukkan seperangkat gamelan dengan kekhasan pada rebab, kacapi, suling, hingga kendang jaipong.
  • Gamelan degung, satu set gamelan khas Jawa Barat dengan laras degung dan terdiri dari bonang peking, kendang, jengglong, cempres, suling, dan gong.
  • Angklung, alat musik yang terbuat dari bambu. Cara memainkannya adalah dengan menggoyangkannya. Jangan lewatkan Saung Angklung Mang Udjo kalau berkunjung ke Bandung ya!
  • Calung, alat musik khas Sunda yang mirip angklung, hanya saja dimainkan dengan cara memukul bilah atau tabung bambu.
  • Bajidoran, mirip dengan jaipongan dari daerah Subang dan Karawang, dimana para ronggeng atau penari melenggak-lenggok mengikuti irama gamelan, terutama kendang.
Baca Juga ini Ya !! =>  Mengenal Budaya Riau Dari Kesenian, Rumah Adat, Senjata Dan Tarian
budaya jawa barat
Tari Topeng Cirebon

Nggak akan ada habisnya kalau mau membahas kesenian khas Jawa Barat. Selain ragam kesenian di atas, masih ada banyak sekali hasil karya seni yang semuanya bagus-bagus dan unik-unik di provinsi ini. Masing-masing daerah di Jawa Barat pun punya kerajinan khas mereka. seperti kerajinan rotan dan batik mega mendung khas Cirebon, payung dan anyaman Tasikmalaya, tembikar dan topeng di Indramayu, dan lain-lain. Semuanya layak mendapat perhatian lebih, dan kita wajib ikut andil dalam menjaga kelestariannya. Kalau bukan kita yang melestarikan budaya sendiri, lalu siapa lagi?

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *