Ragam Tradisi Budaya Bengkulu

  • Bagikan
budaya bengkulu
Sumber: web sintesakonveksi

Budaya – Provinsi Bengkulu adalah salah satu provinsi di Sumatera bagian barat dan memiliki luas wilayah sekitar 19.788.70 km². Nah pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai budaya Bengkulu.

Kebudayaan yang ada dan berkembang di Bengkulu tidak terpisahkan dari sejarah berdirinya. Sebagian sumber sejarah mengatakan bahwa dahulu kala di wilayah ini banyak berdiri kerajaan kecil, antar lain Kerajaan Selebar, Kerajaan Sungai Lemau, Kerajaan Manjuto, Kerajaan Pinang Berlampis, Kerajaan Serdang, Kerajaan Rejang Empat Petulai), dan Bintuhan. Masing-masing kerajaan meninggalkan seni budaya yang khas. Selain itu, suku bangsa asli yang ada di Bengkulu beberapa masih memelihara kebudayaan tersebut hingga sekarang. Tradisi dan budaya di daerah Bengkulu tergabung dalam bermacam kelompok budaya, seperti Kebudayaan Rejang, Serawai, Semendo, Pasemah, Kaur, Melayu, pesisir, dan juga pendatang.

A. Kesenian Tradisional Provinsi Bengkulu

  • Tarian Tradisional Bengkulu

Bengkulu dihuni oleh beberapa suku sehingga memiliki beragam kesenian tari. Tarian-tarian  tersebut biasanya hadir dalam berbagai acara upacara adat atau juga penyambutan tamu. Berikut beberapa jenis tarian yang ada di provinsi Bengkulu.

    • Tari Bimbang Andun, tarian selamat datang.
    • Tari Kain Panjang, tarian adat pesta perkawinan.
    • Bidadari Tenimang Anak, tarian adat dari daerah Rejang Lebong.
    • Tari Tabot, tarian upacara Tabot bulan Muharam.
    • Tari Ding Kididing, tarian muda-mudi setelah panen raya. 
    • Gereguak/Geregiak, tarian pergaulan keceriaan para bujang dan dara. dll
  • Alat Musik Tradisional Bengkulu
budaya bengkulu
Sumber: web Newsikal

Provinsi Bengkulu memiliki alat musik yang lumayan terkenal yang disebut Dol. Alat musik bentuknya mirip dengan gendang. Masyarakat Bengkulu di semua lapisan sangat akrab dengan alat ini. Selain itu ada pula alat musik tradisional lainnya berupa gong, kerilu, serdap, serunai, biola, rebana, gendang, kolintang, dan rebak.

  • Lagu Daerah Bengkulu

Untuk lagu daerah, Provinsi Bengkulu memiliki jenis yang beragam. Lagu-lagu tersebut juga lantunannya sesuai dengan fungsi dan tempat masing-masing, sebagai contoh dalam upacara adat, dan juha pengiring kesenian. Coraknya pun beragam, ada yang bercorak bahasa Rejang, Pasemah, Melayu Bengkulu, atau bahasa daerah Bengkulu lain. Beberapa judul lagu daerah antara lain Toy Botoy-Botoy, Ding Kedinding Ambin Umbut, Bekatak Kurang Kariak, Sekundang Setungguan, Ratu Samban.

  • Seni Kerajinan Rakyat Daerah Bengkulu
kain
Sumber: web blog.negerisendiri

Selain kesenian Musik dan tari, kebudayaan lain masyarakat Bengkulu yaitu seni kerajinan. Antara lain seni pahat, seni ukir, seni batik, dan seni karya lainnya. Kain Besurek menjadi salah satu batik khas kota Bengkulu. Nama Besurek karena kain ini motifnya bertuliskan huruf-huruf arab. Selain itu motif asli kain ini yaitu motif huruf arab dan bunga Raflesia Arnoldi. motif tersebut merupakan paduan antara kaligrafi Jambi dan Cirebon. Berikutnya Kulit Lantung, yang merupakan kerajinan khas dengan bahan utama kulit pohon lantung. Pohon lantung merupakan pohon liar yang banyak di Bengkulu.

B. Bahasa Daerah Bengkulu

Setiap daerah di Indonesia memiliki bahasa daerahnya masing-masing. Begitu pula dengan Provinsi Bengkulu, setiap suku di daerah tersebut memiliki bahasanya tersendiri. Berikut beberapa di antaranya:

  • Masyarakat suku Rejang yang menggunakan bahasa rejang atau Rejang-Lebong dalam kesehariannya. Bahasa rejang ini mempunyai aksen yang disebut kangongo.
  • Suku Pasemah yang ada di Bengkulu menggunakan bahasa Pasemah yang masih serumpun dengan bahasa Melayu.
  • Suku Mukomuko yang berada di kabupaten Mukomuko dengan bahasa Minangkabau yang bercampur bahasa Rejang.
  • Masyarakat suku Kaur yang berada di kabupaten Kaur kesehariannya menggunakan bahasa Mulak.
  • Suku Serawai yang tinggal di Seluman dan Bengkulu Selatan menggunakan bahasa Serawai.
  • Suku Lembak yang tinggal di kabupaten Bengkulu Utara, dan Selatan menggunakan bahasa Mulang.

Selain itu, bahasa Melayu berdialek Bengkulu juga digunakan oleh masyarakat suku Melayu yang tinggal di Bengkulu. Selain bahasa daerah di atas sebenarnya masih banyak bahasa daerah lain dengan dialeknya yang beragam. Sehingga bahasa Indonesia menjadi bahasa pemersatu dalam komunikasi antar suku tersebut.

C. Kuliner Tradisional Masyarakat Bengkulu

budaya bengkulu
Sumber: web blog Dapurtehenur

Terdapat banyak kuliner nikmat yang khas di Provinsi Bengkulu. Mungkin diantara Kerabat Apik sekalian sudah akrab dengan beberapa makanan dan minuman khas yang bisa kalian temui di Bengkulu berikut ini:

  • Gelamai atau dodol khas Bengkulu yang terbuat dari tepung ketan dan kelapa.
  • Perut punai, makanan yang terbuat dari olahan dari tepung beras ketan serta gula merah.
  • Nasi santan, makanan yang terbuat dari beras dan juga santan.
  • Kopi anggut, minuman khas yang bisa kamu temui di kelurahan Anggut Atas kota Bengkulu.
  • Ikan pais atau ikan pepes khas Bengkulu.Jenis pepes ini merupakan olahan dari ikan gebu dan ikan buli.
  • Rebung Asam, olahan rebung yang direndam dalam air beras kemudian dimasak seperti asam pedas.

Tidak semua jenis makanan tradisional di atas bisa kalian jumpai di satu daerah di Bengkulu. Sebab kuliner tersebut bisa berada di beberapa daerah atau wilayah suku di provinsi Bengkulu.

D. Arsitektur Tradisional Bengkulu

  • Rumah Adat

Rumah adat suku di Bengkulu yaitu berupa rumah panggung segi empat memanjang. Masyarakat suku Rejang menyebut rumah adatnya dengan sebutan uneak potong jong. Rumah panggung strukturnya terdiri atas beberapa bagian yaiotu penigo, andie-andie, pendhuhuak, dapur dan gang. Bagian lainnya, seperti hal, dihal, bilik, dan garang.

  • Pakaian Tradisional
budaya bengkulu
Sumber: web sintesakonveksi

Pakaian adat Bengkulu berbeda antara pakaian sehari-hari dan juga pakaian upacara. Di kesehariannya bagi pria Bengkulu pakaiannya adalah kemeja, celana panjang, dan juga kopiah khas Bengkulu. Sedangkan wanita mengenakan baju kebaya khas Bengkulu. Kemudian untuk alas kaki menggunakan terompah, sandal, atau sepatu. Sedangkan untuk upacara adat setiap suku di Bengkulu memiliki pakaian yang berbeda-beda, bergantung pada ritual dan kepercayaanya.

E. Upacara Tradisional Masyarakat Bengkulu

Upacara adat masyarakat Bengkulu memiliki banyak variasi tergantung keperluan dan tujuan acaranya. Hingga saat ini masih acara perayaan adat tersebut masih bisa kita jumpai, antara lain:

  • Masa Kelahiran
    • Upacara Menduduk Dukun yaitu upacara saat usia kehamilan masih tujuh bulan dengan mengharap berkah dari tuhan.
    • Upacara Memberi Nama, upacara yang tiga hari setelah kelahiran. Bersamaan dengan upacara ini yaitu upacara Tanggal Puse atau tanggal pusar.
    • Upacara Buang Cumang, upacara mencukur rambut bayi ketika berusia tiga hari.
  • Masa Remaja

Upacara Sunat Rasul (khitan). Tradisi di wilayah Bengkulu, sebelum khitan anak direndam terlebih dahulu dalam wadah hingga menggigil. Anak yang hendak menjalani khitan biasanya diarak menggunakan kuda. Sedangkan untuk anak perempuan, menjelang dewasa daun telinganya dilubangi ketika upacara bertindik dan juga giginya diratakan (berdabung)

  • Masa Perkawinan
    • Memadu Rasan, dan Bertunangan. Upacara ini yaitu menanyakan pihak mempelai perempuan mengenai kecocokan dengan mempelai laki-laki. 
    • Upacara mengantar uang, upacara pihak laki-laki menyerahkan sejumlah uang pada pihak perempuan.
    • Bertunangan, yaitu tanda ikatan pasangan yang telah bersepakat hidup bersama.
    • Upacara Berdabung, yaitu upacara kikir gigi mempelai perempuan sebelum bertemu dengan pihak laki-laki.
    • Bimbang Gendang, merupakan acara rias pengantin dan keperluan pengantin lainnya seperti kamar pengantin dan pelaminan.
    • Khatam Quran, dilakukan oleh mempelai perempuan sebelum dinikahi.
    • Akad Nikah dilakukan di depan penghulu.
    • Bersanding, kedua mempelai duduk di pelaminan dan dihibur dengan tarian. Setelah upacara selesai keduanya melaksanakan upacara Mandi Rendai.
  • Masa Kematian

Upacara Kematian khususnya bagi penganut islam, ada acara sedekah kaji pada malam hari setelah jenazah dikuburkan selama 3 hari berturut-turut.

Beberapa upacara lain yang ada di Bengkulu antara lain Upacara Tabot, Kedurai, Sedekah Rame, Buang Jung, dan Bayar Sat.

Demikianlah artikel singkat mengenai budaya Bengkulu, semoga dapat bermanfaat bagi Sahabat Apik sekalian.

Baca Juga ini Ya !! =>  Info Lengkap mengenai Budaya Jawa Tengah ala Keraton Solo
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *