Kerajaan Ternate Merupakan Kerajaan Islam Yang Tua di Nusantara

  • Bagikan
Kerajaan Ternate
sumber: website @slideplayer

Berawal dari tahun 1257 masehi kerajaan Ternate didirikan oleh Baab Mashur Malamo, kerajaan ini mempunyai masa keemasannya mulai abad 13 hingga abad ke- 19. Kerajaan Ternate terletak di  Kepulauan halmahera maluku utara. Kerajaan ini meliputi Maluku, Sulawesi bagian utara, timur, tengah, dan bagian selatan mencapai kepulauan Filipina sampai kepulauan Marshall daerah Pasifik.

Sultan Ternate sekarang ialah Mudaffar sjah, beliau merupakan sultan ternate ke- 48. Kini sang sultan telah tiada, beliau meninggal dunia tanggal 19 februari 2015, pada usianya yang sudah menginjak 79 tahun. Selanjutnya mari kita pelajari bersama beberapa sejarah lebih lengkap tentang kerajaan Ternate.

1. Bukti Peninggalan Kerajaan Ternate

Kerajaan Ternate
sumber: website daihatsu

Keraton kesultanan ternate merupakan bukti peninggalan kerajaan ternate yang masih bisa kalian kunjungi sampai hari ini. Keraton bersejarah ini terletak di tengah kota ternate dan menghadap kearah laut. Bangunan interior kerajaan ini dipenuhi dengan emas, salah satu ruangan tempat tidur juga memajang pakaian emas. Kemakmuran sebuah negeri tergantung bagaimana kekayaan alamnya, Ternate mempunyai rempah-rempah yang melimpah ruah.

Karena terletak ditempat yang strategis Ternate menjadi kerajaan yang cepat berkembang dengan pesat. Alur perdangannya merupakan jalur sutera. Berlanjut lagi ke dalam bangunan kerajaan dan kekayaannya, tidak hanya pakaian yang terbuat dari sulaman emas saja, namun ada juga pehiasan emas yang sering permaisuri dan sultan pakai. Ada mahkota, kalung raksasa, giwang, kelad bahu, gelang, dan cincin. Ada juga berbagai senjata pusaka milik sultan yang masih tersimpan dengan baik. Seperti meriam kecil, senapan, topi perang, tombak dan baju besi masih tersimpan rapi sebagai bukti peninggalan kerajaan.

2. Sejarah Kerajaan Ternate

Kerajaan Ternate
sumber: website slideplayer

Berikutnya kita membahas tentang sejarah singkat kerajaan ternate pada zaman dahulu. Berawal adanya 4 buah kampung yang terletak di pulau ternate dan di pimpin oleh seorang mamole. Mamole atau mudahnya dikatakan marga, seiring berjalannya waktu, mamole membentuk sebuah kerajaan, dengan nama ternate. Kerajaan ternate tidore merupakan 2 buah kerajaan yang hanya bersebrangan dan selalu bersaing dalam bidang perdagangan. Buah dari persaingan kedua kerajaan menimbulkan persekutuan dagang, lalu masing-masing menjadi pemimpin. Daerah maluku memang kaya akan rempah-rempah, dan cukup terkenal di negara tetangga. Dalam buku karya restu gunawan ia menyatakan ternate merupakan jalur sutra pada tahun 1999 masehi, lalu islam masuk pada abad ke-15 masehi. Tuan kolano marhum  merupakan raja kerajaan ternate yang pertama memeluk agama islam mulai tahun 1465 sampai 1486 masehi.

Baca Juga ini Ya !! =>  Menelisik Sejarah Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa

3. Politik Pada Kerajaan Ternate

Kerajaan Ternate
sumber: website gurupendidikan

Kehidupan politik kerajaan ternate pada abad ke-15 menjadikan maluku utara dan beberapa daerah taklukannya sebagai penghasil rempah-rempah terbaik. Bangsa barat yang pertama kali datang kemaluku ialah bangsa portugis.  Portugis datang sekitar tahun 1512 dan menjadi sekutunya ternate. Setelah keberhasilan portugis akhirnya menyusul spanyol yang datang pada tahun 1521 dan akhirnya menjadi sekutu kerajaan tidore.

Dua kekuatan antara kerajaan ternate dan tidore telah berhadapan. Untuk menuntaskan persaingan kedua kerajaan ini akhirnya membuat sebuah perjanjian yang bernama saragosa. Sebuah perjanjian yang isinya bangsa spanyol harus meninggalkan maluku lalu memusatkan kekuatan di Filipina. Setelah kejadian itu portugis langsung mendirikan benteng sao paulo yang berguna untuk melindungi ternate dari kerajaan tidore. Portugis bertindak dengan memonopoli perdagangan dan semakin banyak campur tangan.

4. Perlawanan Dan Keruntuhan Kerajaan Ternate

sumber: website gurupendidikan

Perjanjian VOC pada tahun 1607 mengakibatkan adanya perlawanan dari beberap tokoh bangsawan yang merasa tidak puas dengan semua tindakan sultan. Dari abad ke- 17 ada sekitar 4 gerakan perlawanan dari tokoh dan masyarakat, pada tahun 1635, 1641, 1646, dan 1650. Beberapa waktu telah terlewati sampailah ada seorang pemimpin yang berani untuk menentang penjajah, ialah Muhammad Nurul Islam. Beliau mempunyai nama besar yaitu Sultan Sibori, yang berawal dari tahun 1675 sampai 1689. Sultan Sibori mulai melakukan serangan kepada belanda dengan bantuan kesultanan Mindanao (Filipina bagian selatan).

Perjuangan sang Sultan terpatahkan belanda dan sultan dibawa ketempat pengasingan. Ketika pengasingannya ke Batavia dengan terpaksa Sultan harus menandatangi perjanjian dengan VOC yang membuat selesainya kedaulatan sultan ternate. Isi dari perjanjian dengan VOC ialah:

  1. Gubernur VOC berhak duduk dalam kedaton.
  2. Semua eksekusi mati di kedaton harus dengan persetujuan VOC.
  3. Setiap pergantian sultan harus dengan persetujuan VOC.
Baca Juga ini Ya !! =>  Asal Mula Kerajaan Sriwijaya Hingga Mencapai Masa Kejayaan

semenjak perjanjian itu kesultanan Ternate sepenuhnya milik VOC, mulai tahun 1690 kekuasaan kerajaan Ternate yang berkuasa ialah Bobato (pejabat pelaksanaan peraturan yang ditunjuk oleh belanda).

5. Masa Kejayaan Kerajaan

Kerajaan Ternate
Sumber: website Antaranews

Salah satu raja yang paling terkenal ialah Baba Manshur Malamo, beliau mengabdi mulai tahun 1257 sampai 1277. Pada masa pemerintahannya sangat unggul bidang perdagangan. Sama terkenalnya dengan raja Baba, raja selanjutnya yang melegenda ialah raja Kaloni Cili. Beliau memerintah dari 1322 sampai tahun 1331. Beliau sanggup mengumpulkan raja-raja maluku untuk berdamai, lalu membuat kesepakatan. Isi dari kesepakatan itu ialah Maloku Kie Raha, berarti empat gunung Maluku.

6. Hadirnya Islam di Ternate

Sumber: website Permata FM News

Raja pertama yang memeluk agama islam ialah Kolono Marhum. Beliau memeluk islam karena mendapat pencerahan dari ulama Minangkabau yaitu Datu Maulana Husen yang merupakan murid Sunan Giri. Islam tersebar dari ulama asal Jawa dan Melayu karena itu Islam berkembang luas di ternate pada abad ke- 15.

Putra dari raja Marhum yang bernama Zainal Abidin, beliaulah yang menjadikan islam sebagai agama resmi di kerajaan. Meninggalkan gelar Kolano dan menggantinya dengan Sultan. Pada masanya mulailah hukum-hukum islam berlaku, dan syariat islam ditegakkan. Beliau banyak melibatkan para ulama pada masa pemerintahannya, langkah tersebut diikuti kerajaan lainnya di Maluku. Bahkan pada masanya beliau juga mendirikan sebuah madrasah yang pertama.

7. Masuknya Bangsa Portugis

Kerajaan Ternate
Sumber: website portal edukasi

Ketika pemerintahan Sultan Bayanullah ternate semakin maju, semua rakyat harus memakai pakaian yang islami. Pada masanya juga mulai banyak pembuatan senjata dan perahu guna memperkuat pasukan Ternate. Pada tahun 1512 pertama kalinya Portugis masuk ke Ternate yang saat itu pimpinannya Fransisco Serrao, dan atas izinnya Sultan Ternate Portugis boleh mendirikan pos dagang. Portugis datang bukan hanya untuk berdagang, tetapi juga ingin menguasai negeri Ternate yang makmur.

Baca Juga ini Ya !! =>  Sejarah Kota Solo dan Info Menarik Lainnya tentang Kota Budaya

Sultan dan bangsa Portugis mempunyai hubungan yang cukup baik, mengakibatkan masyarakat Ternate menjadi was was. Bangsa Portugis juga ambil bagian dalam kepentingan internal kerajaan. Portugis berperan juga dalam urusan pewarisan tahta dan pengangkatan. Ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa Sultan Bayanullah wafat karena meminum racun dan pelakunya ialah orang-orang terdekatnya. Orang-orang tersebut merasa kecewa atas kebijakan raja. Setelah Sultan Bayanullah wafat, Portugal memanfaatkan perseteruan yang sedang terjadi antara Ternate dan Tidore.

Kubu permaisuri Nukila mendapat dukungan tidore, sementara pangeran Taruwese mendapat dukungan Portugis. Atas perlakuan Portugis yang seenaknya terhadap para saudaranya, membuat Sultan Khairun geram. Rakyat Ternate mendukung penuh rajanya untuk melawan portugis, dan sang raja mendapat dukungan dari kerajaan Aceh dan Demak. Tetapi dengan kelicikan portugis mengakibatkan sultan terbunuh, akibatnya rakyat Maluku bersatu dan meruntuhkan semua pos Portugis. Setelah peperangan yang berlangsung selama 5 tahun itu mengakibatkan Portugis meninggalkan Maluku untuk selamanya. Pada tahun 1575 Ternate mulai memiliki puncak kejayaannya yang dipimpin oleh Sultan  Baabullah.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *