Mengenal Lebih Dekat Tentang Budaya Kalimantan Tengah

  • Bagikan

Budaya – Halo sahabat Apik, di artikel kali ini kabarapik akan mengulas mengenai tradisi dan budaya Kalimantan Tengah. Kalimantan Tengah menjadi Provinsi terbesar kedua setelah Papua, penduduk wilayahnya didominasi oleh suku Dayak, Jawa dan juga Banjar. Buat kamu yang penasaran, barikut ulasan singkatnya:

  1. Rumah Adat Budaya Kalimantan Tengah

budaya kalimantan tengah
sumber: web indonesia

Kalimantan Tengah memiliki rumah tradisional yang bernama Rumah adat Betang. Rumah Betang adalah rumah bagi suku Dayak yang lokasi tinggalnya tersebar di wilayah hulu sungai.

Bentuk dan ukuran rumah tradisional ini panjangnya bisa mencapai 150 meter dengan lebar hingga 30 meter. Umumnya rumah Betang dibangun cukup tinggi dengan bentuk panggung 3 – 5 meter dari permukaan tanah. Bentuk panggung tersebut bertujuan untuk menghindari banjir ketika musim penghujan dan sangat mengancam wilayah hulu sungai di Kalimantan. Umumnya rumah Betang dihuni oleh beberapa keluarga. Setiap keluarga menempati bilik atau ruangan yang disekat-sekat.

Nah keunikan rumah Betang ini karena  semua bangunannya terbuat dari kayu. Meski demikian, rumah ini cukup kokoh dan tahan lama, kayu yang digunakan tidak mudah rapuh. Kayu yang digunakan dalam pembuatan rumah Betang biasanya adalah kayu ulin, sebab kayu ini sangat kuat dan tahan lama. Selain itu, kayu ulin juga mampu bertahan dari perubahan iklim. 

  1. Pakaian Tradisional Budaya Kalimantan Tengah

budaya kalimantan tengah
sumber: web beautifulindonesia

Baju Sangkarut merupakan baju tradisional Suku Dayak Ngaju di wilayah Kalimantan Tengah. Nama Sangkarut dari kata “sangka” yang bermakna pembatas. Artinya baju tersebut dipercaya dapat membatasi/menangkal gangguan roh halus yang datang pada pemakainya.

Baju sangkarut terbuat dari serat daun nanas, serat tenggang, daun lemba, dan serat nyamu. Pemilihan bahan tersebut karena memiliki struktur keras dan juga  berserat, sehingga mudah dirajut untuk dibentuk layaknya rompi. Bentuknya juga sangat sederhana, hanya berupa rompi tanpa hiasan dan bisa dipakai laki-laki maupun perempuan. Untuk bawahan menggunakan celana cawat yang bagian depannya tertutup ewah atau kain nyamu persegi panjang.

Biasanya ketika memakai baju sangkarut, laki-laki juga memakai ikat kepala yaitu salutup hatue dan salutup bawi untuk perempuan. Biasanya sebagai pelengkap ada tambahan ornamen berupa seperti tempelan kulit trenggiling, uang logam, kancing atau benda-benda kramat (azimat).

Baju Sangkarut merupakan baju perang, karena memiliki jimat. Sehingga ketika memakai baju tersebut bisa kebal dari senjata tajam maupun senjata api. Selain itu, baju Sangkarut bisa bisa untuk menghadiri berbagai acara, seperti acara pernikahan.

  1. Makanan Khas Budaya Kalimantan Tengah

  • Juhu Ubut Rotan

Umbut Rotan/uwut nang’e terbuat dari bahan olahan rotan muda. Rotan mulanya dibersihkan, dibuang kulitnya kemudian dipotong kecil-kecil. Umumnya umbut Rotan dimasak dengan ikan baung, terong asam dan bumbu khas. Kuliner ini memiliki cita rasa yang asam, gurih, dan sedikit pahit.

  • Kalumpe / Karuang

budaya kalimantan tengah
sumber; web pegipegi

Karuang merupakan istilah bahasa Dayak Ngaju, sedangkan Kalumpe adalah istilah bahasa Dayak Maanyan. Kalumpe/Karuang merupakan jenis sayuran dari olahan daun singkong yang sebelumnya telah tertumbuk halus lalu mencampurnya dengan terong kecil/terong pipit. Selanjutnya memasukkan berbagai macam bumbu seperti bawang merah, serai, bawang putih, dan lengkuas.

  • Wadi

Wadi merupakan kuliner yang berbahan dasar olahan ikan atau daging babi. Yang unik dari makanan yang satu ini adalah cara pembuatannya. Ikan atau daging yang telah bersih, rendam dalam air gula selama 5 sampai 10 jam. kemudian angkat dan biarkan ikan/daging tersebut mengering. Selanjutnya ikan atau daging dicampur dengan Sa’mu dan dimasukkan ke dalam wadah yang tertutup rapat dan kedap udara. Simpan wadah tersebut selama seminggu lebih untuk daging dan 3 hingga 5 hari untuk ikan. Sebelum mengkonsumsinya, wadi terlebih dahulu harus menggoreng atau memasaknya.

  1. Alat Musik Tradisonal Budaya Kalimantan Tengah

  • Gandang Tatau

budaya kalimantan tengah
sumber: web semuatentangprovinsi

Gandang Tatau atau gendang tunggal adalah Gandang yang berukuran besar dan panjang. Ukuran panjangnya bisa mencapai 1-2 meter dan diameter lebih kurang 40 centimeter. Pada Gandang Tatau hanya satu bagian ujungnya yang terpasang membran dan pada bagian pangkalnya terbuka. Alat musik ini biasanya untuk upacara adat dan upacara penyambutan tamu. Alat musik pengiringnya terdiri atas tiga-lima buah gong dan seperangkat kangkanong.

  • Kangkanung (Kenong)

Kangkanung sejenis gong berukuran kecil dan berjumlah lima biji. Sekilas mirip dengan Kenong yang ada di Jawa. Kangkanung adalah istilah yang umum di suku Dayak Ngaju, Ma’anyan. Selain itu terkenal juga dengan istilah Kanung dan Klentang di suku Dayak Siang. Cara memainkannya yanitu dengan cara memukulnya dengan dua pemukul dari bahan kayu. Untuk bahan Kangkanung sendiri terbuat dari campuran tembaga, timah, dan kuningan.

  • Katambung

Katambung merupakan alat musik perkusi berjenis gendang yang biasa dalam upacara adat, seperti upacara gawi belom yang digunakan untuk mengiringi ketika penyambutan tamu, lalu pada upacara gawi matey alat musik ini ditabuh saat upacara tiwah atau kematian. Panjangnya kurang lebih 75 cm dan terbuat dari kayu ulin sedangkan bagian yang menabuh  telapak tangan dari kulit ikan buntal kering berdiameter 10 cm. Alat musik ini berkembang bahkan sebelum abad 10 Masehi dan biasa masyarakat suku Dayak Ngaju gunakan. Bentuknya tergolong unik karena mirip dengan labu siam.

  • Kecapi

Kacapi merupakan alat musik petik dari kayu ringan. Pada masa lampau tali yang masyarakat gunakan adalah tali liat dari kulit kayu yang bernama tengang, namun kini tengang masyarakat gantikan dengan tali nilon. Untuk dawai tali kecapi bisa dua atau boleh juga tiga.

  1. Upacara Adat Budaya Kalimantan Tengah

Upacara tradisional Budaya Kalimantan Tengah berkaitan erat dengan agama dan kepercayaan masyarakatnya. Berikut beberapa contoh tradisi adat dari masyarakat Kalimantan Tengah:

  • Upacara Adat Wadian

Wadian merupakan salah satu upacara suku Dayak dalam rangka pengobatan untuk orang sakit. Masyarakat Dayak memanfaatkan wadian untuk mengobati penyakitnya. Uniknya, upacara wadian ini bisa berlangsung hingga satu minggu lebih. Seiring berkembangnya zaman, selain untuk pengobatan, upacara wadian telah bkembang sedemikian rupa hingga menjadi sebuah kesenian khas daerah yang dapat masyarakat nikmati sebagai atraksi yang sangat unik.

  • Upacara Adat Tiwah

Menurut kepercayaan Hindu Kaharingan, upacara adat tiwah bertu untuk mengantarkan arwah/roh orang yang meninggal ke Lewu Liau atau Lewu Tatau, tujuan akhir yang sempurna bersama sang Ranying Hatalla (Tuhan). Upacara Ritual tiwah ini memakan waktu hingga dua bulan. Sebab ada 19 tahapan yang harus diadakan untuk mengantar “perjalanan panjang” arwah menuju Lewu Tatau.

  • Upacara Adat Mamapas Lewu

Sumber; web celebes

Bagi masyarakat Dayak di Kotawaringin Timur, upacara Mamapas Lewu adalah manifestasi tatanan kehidupan ketika berinteraksi dengan sesama komunitas. Upacara ini juga bermakna doa yang kepada Yang Mahakuasa untuk mengharapkan tercipta kehidupan abadi, terhindar dari musibah, pertikaian, iri, dan dengki. Dengan begitu akan tercipta kerukunan juga keharmonisan hidup antar umat manusia dan alam.

Sekian ulasan singkat mengenai budaya Kalimantan Tengah, Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan kebudayaan Nusantara bagi sahabat Apik sekalian.

Baca Juga ini Ya !! =>  Belajar Tentang Budaya Sumatera Barat Yang Harus Kita Jaga
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *