Lengkapi Perjalanan Wisatamu dengan Kuliner Jogja yang Nikmat

  • Bagikan
gudeg
sumber: instagram @laurasblackpepper

Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi salah satu kota paling populer sebagai tempat tujuan wisata di Indonesia. Selain keunikan kotanya yang masih menyimpan nuansa tradisional yang masih sangat kental, Jogja juga memiliki beragam pilihan wisata yang bisa kamu nikmati. Mulai dari tempat-tempat wisata alam dengan pesona alam yang tidak diragukan lagi, wisata sejarah dan budaya, hingga wisata kuliner Jogja dengan berbagai macam makanan yang unik dan tentunya nikmat.

Jogja memang menjadi surga bagi para wisatawan. Kota ini seakan selalu hidup 24 jam nonstop dan tidak pernah sepi dari kunjungan wisatawan setiap harinya. Tidak hanya siang hari, malam hari di kota Jogja justru menjadi waktu paling istimewa dan romantis untuk menikmati kota ini. Sebab malamnya juga memberikan nuansa unik tersendiri.

Kamu bisa mengunjungi tempat wisata malam yang populer seperti jalan Malioboro, Nol Kilometer dan Alun-alun. Atau juga menikmati wisata kulinernya seperti jajanan lesehan, kopi jos hingga angkringan.

Nah ngomongin soal kuliner Jogja, ada banyak kuliner nikmat yang bisa kamu nikmati ketika berkunjung ke kota Istimewa ini. Berikut kami berikan beberapa diantaranya,

  1. Gudeg

kuliner jogja, gudeg
sumber: instagram @laurasblackpepper

Yang pertama adalah gudeg, yan merupakan kuliner Jogja legendaris. Berbicara tentang kuliner kota Jogja, yang pertama kali terlintas tentu adalah gudeg. Kuliner Jogja yang satu ini sudah terkenal seantero Nusantara dan menjadi incaran bagi wisatawan yang berkunjung ke kota Jogja. Saking populernya, Jogja sampai dikenal dengan julukan kota Gudeg. Tidak lengkap rasanya jika kamu berkunjung ke Jogja tanpa mencoba Gudeg.

Gudeg sebenarnya merupakan makanan khas Yogyakarta dan Jawa Tengah. Akan tetapi gudeg Jogja lebih dikenal oleh masyarakat Nusantara. Makanan ini sudah ada sejak zaman kerajaan Mataram Islam di wilayah Kotagede sekitar tahun 1500an.  Gudeg merupakan makanan yang diproduksi oleh masyarakat Jogja pada masa itu. Karena proses pengolahan dan masaknya yang memakan waktu yang cukup lama, awalnya masih jarang yang membuat atau menjual gudeg. Kuliner ini mulai populer baru pada sekitar tahun 1940an hingga saat ini.

Kuliner gudeg ini terbuat dari gori (nangka muda) yang direbus bersama gula aren dan beberapa bumbu masakan lainnya selama beberapa jam. Oleh sebab itu rasa dari gudeg ini manis. Daun salam dan daun jati menjadikan gudeg ini memiliki rasa dan aroma yang unik.

Kuliner ini cocok bagi kamu yang menyukai makanan manis dan vegetarian. Sebab kuliner Jogja yang satu ini hanya terbuat dari nangka, santan dan rempah. Namun pada umumnya kamu bisa menikmati gudeg bersama dengan nasi, telur atau ayam. Selain itu bisa pula kamu sajikan bersama dengan tempe tahu hingga sambal goreng krecek. Terkadang kamu bisamenemui penjual gudeg yang berjualan dimulai dari malam hingga pagi hari. Sehingga tidak heran jika gudeg juga menjadi salah satu kuliner Jogja malam yang mudah kamu temui.

  1. Sate Klatak

kuliner jogja, sate klatak
sumber: instagram @jogjafood

Banyak yang mengatakan bahwa Jogja merupakan salah satu tempat yang menjadi surganya para pecinta kuliner. Rasanya julukan tersebut tidaklah berlebihan. Sebab kamu bisa menemukan berbagai macam kuliner Jogja yang unik dan nikmat. Buat kamu yang berniat mengunjungi atau menghabiskan waktu liburanmu di kota Istimewa ini, jangan lewatkan untuk menikmati berbagai pilihan kulinernya. Salah satu yang harus kamu coba adalah kuliner unik Jogja, sate klatak.

Yang menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan dari sate klatak ini, selain rasanya yang lezat, adalah satenya menggunakan daging kambing muda yang ditusuk dan dibakar menggunakan jeruji sepeda. Penggunaan jeruji ini karena dapat menghantarkan panas ketimbang dengan menggunakan tusuk bambu. Bumbunya pun terbilang sederhana karena hanya menggunakan garam. Namun ketika siap santap, kamu akan mendapatkan kuah khusus untuk menemaninya.

Selain cara olahnya yang unik, asal usul dari nama sate klatak ini juga terbilang unik. Nama ‘klatak’ diambil dari nama bunyi proses masak yang menyerupai ‘klatak-klatak-klatak’. Dan salah satu daerah di Jogja yang menjadi pusat sate klatak adalah desa Jejeran, Bantul.

  1. Bakpia

kuliner Jogja, bakpia
sumber: instagram @pesansajacom

Bakpia menjadi buah tangan paling populer bagi wisatawan yang berkunjung ke Jogja. Hal tersebut karena bakpia bisa bertahan cukup lama untuk dibawa pulang bagi wisatawan dari luar kota. Kurang lengkap jika kamu kembali dari Jogja tanpa membawa oleh-oleh bakpia ini. Saking populernya, kamu hampir bisa menemukan bakpia dengan mudah di setiap sudut Jogja.

Bakpia merupakan kuliner Jogja yang berbahan tepung terigu dengan isi kacang hijau. Makanan ini mulai populer di tahun 1980an. Sehingga banyak masyarakat yang mulai memproduksi bakpia, terutama di daerah Pathuk. Sehingga di Jogja, kamu pasti sering mendengar bakpia yang populer adalah bakpia Pathuk. Sentra bakpia Pathuk menjadi buruan para wisatawan yang mencari buah tangan khas Jogja.

Rasanya juga sangat nikmat, sehingga langsung nyaman ketika pertama kali kamu coba. Hingga saat ini, bakpia tidak hanya diproduksi dengan isi kacang hijau saja. Telah banyak produsen bakpia yang membuat bakpia dengan varian isi yang beragam, diantaranya bakpia isi ubi, cokelat, keju dan lain sebagainya. Hal tersebut agar tersedia rasa alternatif bagi para wisatawan.

  1. Geplak

kuliner jogja, geplak
sumber: instagram @jogjafooddestinations

Selain Bakpia, salah satu kuliner atau makanan yang kerap menjadi oleh-oleh bagi wisatawan yang berlibur ke Kota Jogja dalam Geplak. Geplak merupakan makanan khas Yogyakarta khususnya wilayah Bantul. Bentuknya berupa bulatan yang terbuat dari daging kelapa dengan rasa yang manis.

Sama seperti bakpia yang pada awalnya hanya memiliki satu varian isi, geplak juga mulanya hanya berwarna putih. Namun semakin ke sini, untuk menarik minat pembeli, olahan geplak bertransformasi sehingga memiliki bermacam warna hingga aroma.

Awal mula hadirnya geplak ini karena dulu ketika terjadi musim paceklik, susah mendapatkan bahan makanan dan justru lahan tebu dan kelapa yang banyak dan melimpah. Sehingga masyarakat mengolah kedua bahan tersebut dan terciptalah Geplak. Pada saat itu kehadiran geplak menjadikannya sebagai makanan utama pengganti beras, ketika cukup sulit mendapatkan beras.

Kemudian kini, geplak menjadi semakin populer dan tidak kalah dengan kuliner Jogja kekinian. Hinga menjadi oleh-oleh khas Yogyakarta yang tidak bisa kamu lewatkan sebagai wisatawan yang berkunjung ke kota Istimewa ini.

  1. Sego Tiwul

sego tiwul
sumber: Instagram @vhe.veronicaa

Rekomendasi kuliner Jogja terakhir yang wajib kamu coba adalah tiwul. Pada masa lampau, beras menjadi salah satu makanan mewah dan tidak semua kalangan dapat menikmatinya sebagai makanan pokok. Sehingga sego tiwul menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mengganti nasi. Nikmat untuk disantap kapanpun, sehingga kuliner ini cocok sebagai kuliner Jogja siang maupun malam.

Tiwul adalah makanan yang berbahan dasar singkong. Dulu masyarakat menjadikan singkong dan jagung sebagai makanan pokok. Nasi cukup langka dan hanya untuk konsumsi kalangan tertentu. Masa panennya yang memakan waktu cukup lama dan saat itu cukup sulit mengatasi hamanya, sehingga untuk mendapatkan beras cukup sulit. Sehingga masyarakat beralternatif untuk menanam singkong yang lebih mudah hidup bahkan di daerah yang gersang sekalipun. Singkong dalam prosesnya melalui beberapa tahap untuk mendasi tiwul, mulai dari menjemurnya hingga kering kemudian menumbuknya sampai halus dan dikukus sampai akhirnya matang.

Penyajian tiwul biasanya dengan menggunakan taburan parutan kelapa. Namun saat ini, hidangan lauk pendampingnya sudah mulai bermacam-macam, mulai dari tempe hingga ayam bakar. Seperti rasa kuliner khas Jogja pada umumnya, tiwul juga didominasi oleh rasa manis. Dengan aroma khas nan alami singkongnya, berawal dari makanan sederhana kini tiwul telah menjadi salah satu ikon kota Yogyakarta.

Baca Juga ini Ya !! =>  Berwisata ke Sumatera? Cicipi 5 Kuliner Sumatera Utara Berikut
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *