Penulis: Penyunne

  • 10 Tempat Wisata di Jogja yang Bikin Kamu Pengen Balik Lagi

    10 Tempat Wisata di Jogja yang Bikin Kamu Pengen Balik Lagi

    Nggak sabar pengen ke tempat wisata di Jogja lagi? Memang, selalu ada sesuatu di Jogja yang bikin kamu kangen. Suasananya, makanannya, tempat wisatanya. Semuanya.

    Mengingat Indonesia sedang dalam situasi pandemi covid-19, pariwisata dalam negeri memang termasuk yang paling terdampak. Sudah berbulan-bulan kita terpaksa menunda liburan karena harus terus saling jaga. Di penghujung tahun ini, pariwisata kita mulai bangkit nih guys. Yah, meskipun masih jalan pelan-pelan. tempat wisata di jogja yang sudah dibuka kembali pun tetap mematuhi protokol kesehatan. Beberapa masih membatasi jumlah pengunjung, seperti Candi Prambanan. Nah, kalau kamu udah siap-siap mau menyusun rencana liburan ke Jogja, berikut beberapa tempat wisata yang bisa masuk ke daftar must-visit kamu.

    1. Nikmati Keindahan Surgawi di Goa Jomblang

    Sumber Gambar: IG Airy Indonesia

    Panorama menakjubkan yang pamornya sudah sampai ke luar negeri. Goa Jomblang sering menjadi target tujuan wisata baik oleh wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Untuk melindungi keindahannya, pengelola Goa Jomblang memberlakukan beberapa peraturan. Termasuk membatasi jumlah cavers atau penjelajah goa yang ingin menyusuri gua vertikal ini setiap harinya. Kalau kamu tertarik mencobanya, pastikan untuk sampai di pos pendaftaran pagi-pagi sekali ya. Biar nggak kehabisan kuota.

    2. Menyatu dengan Aneka Bunga di Romantic Garden Bantul

    Sumber Gambar: IG septiani.ecky

    Pengen manjain mata kamu dengan memandangi indahnya bunga-bunga aneka warna? Mau hunting stock foto buat Instagram feed kamu? Ke sini aja! Dijamin, kamu pasti melongo melihat keindahan taman bunga ini. Untuk menikmati kebun bunga dan segala keindahannya ini, kamu cukup bayar 8 ribu perak lho! Udah sama biaya parkir, toilet dan sewa topi pula! Tempat wisata Jogja murah meriah ini nggak bikin dompet kamu nangis kan~

    Jangan lupa siapin kostum terbaikmu dan datang lebih pagi sebelum ramai ya. Biar foto-foto kamu nggak bocor.

    3. Pacu Adrenalin dengan Naik Kereta Gantung di Pantai Timang

    Ngaku pemberani? Cek dulu di Pantai Timang; cobain kereta gantungnya yang menyeberangi lautan berombak ganas di bawah! Pastinya bakal bikin adrenalin terpacu banget. Lebih mantap lagi karena ‘gondola’ ini terbuat dari kayu, dan meluncur dengan bantuan tali-tali tambang biasa! Nelayan lokal juga memakai kereta gantung Pantai Timang ini untuk menyeberang ke Pulau Watu Panjang untuk memanen lobster. Jadi, jangan lewatkan momen menikmati lobster hasil tangkapan nelayan ya. Abis uji nyali, cocok banget makan lobster segar. Yum!

    4. Eksplor Keindahan Garis Pantai Gunung Kidul

    Pantai Watu Lumbung

    Bicara tentang tempat wisata di Jogja pantai yang bisa kamu kunjungi seakan nggak ada habisnya. Mulai dari tempat wisata komersial hingga pantai ‘pribadi’ yang nggak banyak orang tahu. Beberapa rekomendasi pantai yang nggak terlalu ramai tapi juga nggak terpencil-terpencil amat antara lain Pantai Ngrawe, Pantai Wedi Ombo, Pantai Drini, Pantai Watu Lumbung, Pantai Jogan, dan masih banyak lagi.

    5. Temukan Kyoto di Jogja – Kalinampu Pundong

    Sumber Gambar: IG Kalinampu Natural Park

    Kamu pasti nggak nyangka kalau tanaman enceng gondok bisa jadi background foto yang instagenic. Apalagi kalau jumlahnya banyak, dengan bunganya yang berwarna putih bermekaran dengan indahnya. Datang aja ke Kalinampu Pundong di Sungai Opak, Jogja. Dengan torii atau gerbang khas Jepang membuat seluruh lokasi berasa Kyoto banget! Untuk menambah suasana Jepangnya, pengelola juga menyewakan yukata serta aksesoris bernuansa Jepang seperti payung dan kipas sebagai properti.

    6. Wisata ke Santorini-nya Jogja – Langlang Buana di Agrowisata Bhumi Merapi

    Udah ada Kyoto, ada pula Santorini di Jogja. Nggak perlu jauh-jauh ke Yunani; datang aja ke Langlang Buana yang jadi bagian dari Agrowisata Bhumi Merapi. Lokasinya di Jalan Kaliurang no. KM 20, Kec. Pakem, Sleman, DIY. Cukup bayar 25 ribu rupiah, kamu bisa keliling dunia. Spot utamanya nggak cuman bangunan serba putih-biru macam di Santorini. Ada juga spot Renaissance yang penuh dinding bermural, juga Underground Baker Street. Kamu juga bisa sewa kostum ala Eropa buat foto-foto di sini.

    7. Time-travelling ke Masa Lalu di Studio Alam Gamplong

    Mau tamasya ke masa lalu? Di Jogja, bisa! Studio Alam Gamplong jadi hits setelah menjadi set beberapa film besutan sutradara Hanung Bramantyo. Sultan Agung the Untold Story dan Bumi Manusia, contohnya. Di sini kamu bisa berfoto dengan latar bangunan-bangunan dan kendaraan-kendaraan djadoel. Ada replika Keraton Mataram lengkap dengan desa di sekitarnya. Ada juga Benteng Batavia. Letaknya di Gamplong 1, Dukuh, Sleman. Kalau kamu bawa kamera, akan ada biaya sebesar 10 ribu, meskipun untuk masuk ke lokasi sendiri bayarnya suka-suka. Cuma bayar parkir aja 3 ribu sama kalau mau masuk ke set Bumi Manusia, harga tiketnya 10 ribu juga.

    8. Hunting Foto sekaligus Belajar Sejarah di Museum Ullen Sentalu

    tempat wisata di Jogja

    Museum terbaik se-Indonesia ada di Jogja? Yep. National Geographic menobatkan Museum Ullen Sentalu sebagai yang terbaik di Indonesia. Museum yang memajang koleksi pribadi ini nggak cuman menyuguhkan wisata sejarah aja. Tempat ini juga menjadi salah satu tempat Instagramable di jogja dengan arsitektur dan penataan lokasi yang sangat apik. Tenang, untuk menjelajahi seluruh area museum, pemandu wisata bakal menemani kamu dan memberi penjelasan terkait karya seni yang ada. Di akhir tur, kamu bakal disuguhi segelas Ratu Mas, minuman ramuan tradisional untuk kesehatan dan keantikan.

    9. Bersantai sambil Makan-makan di HeHa Sky View

    tempat wisata di Jogja

    Ada tempat nongkrong di Jogja yang relatif baru nih. Restoran bernama HeHa Sky View di Desa Patuk, Gunung Kidul ini baru mulai beroperasi sejak September tahun lalu. Sesuai namanya, restoran ini menawarkan keindahan bukit dengan pemandangan langit yang luar biasa. Apalagi matahari terbenam dan taburan bintangnya di malam hari, super cantik! Suasananya benar-benar bikin kamu betah nongkrong bareng temen-temen, keluarga, atau kekasih hati.

    Selain HeHa Sky View, Jogja punya banyak sekali tempat nongkrong yang semuanya unik-unik. Saking banyaknya kamu nggak bisa datangi semuanya sekaligus dalam sekali liburan. Makanya, kamu jadi pengen balik lagi dan lagi ke Jogja. Tempat nongkrong hits di Jogja yang recommended buat kamu sambangi termasuk The House of Raminten, Bong Kopitown, Abhayagiri, Titik Nol Kilometer, Alkid, Bukit Bintang, dan masih banyak lagi. Cobain juga jajan malam-malam ke angkringan ya, mumpung di Jogja.

    10. Wajib Mampir Kalau ke Jogja: Malioboro dan Pasar Beringharjo

    tempat wisata di Jogja

    Kan, liburan kamu di Kota Pelajar kurang afdol tanpa wisata kuliner Jogja. Apalagi tanpa menyambangi Malioboro, pusatnya wisata Kota Jogja. Rasanya kayak makan enak tapi nggak minum. Seret bund! Di Malioboro kamu nggak cuman bisa menikmati belanja oleh-oleh khas Jogja yang murah meriah. Malam hari Jalan Malioboro begitu meriah dengan hiburan musik angklung jalanan. Plus, beragam jajanan dan makanan khas Jogja bisa kamu temui di sini. Jangan lupa juga belanja batik di Pasar Beringharjo ya!

    Sepuluh rasanya terlalu sedikit buat mengulas semua tempat epic di Jogja buat kamu sambangin. Masih banyak lagi tempat-tempat wisata di Jogja yang semuanya bikin kamu kangen Jogja. Nah, kalau kamu mau liburan ke Jogja, ada baiknya bikin itinerary atau jadwal perjalanan wisata dulu, biar liburan kamu lebih tertata. Apalagi kalau domisili kamu cukup jauh dari kota ini. Susun itinerary Jogja berdasarkan areanya ya. Cari tempat-tempat yang jaraknya dekat untuk kamu datangi di hari yang sama; biar nggak kelamaan di jalan.

  • Mengenal Ekonomi Kreatif dan Sepak Terjang Industri Kreatif di Indonesia

    Mengenal Ekonomi Kreatif dan Sepak Terjang Industri Kreatif di Indonesia

    Mengenal ekonomi kreatif penting di masa sekarang, apalagi kamu adalah seorang wirausahawan. Apa itu ekonomi kreatif? Pelajari selengkapnya di artikel berikut!

    Perkembangan perekonomian dunia memang sangat dinamis. Hal ini juga didukung berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi yang juga sangat cepat. Sekarang ini, ada banyak cabang ilmu ekonomi yang kita kenal. Misalnya ekonomi digital, ekonomi syariah, dan yang akan kita bahas sekarang yaitu ekonomi kreatif. Industri kreatif di Indonesia juga mengalami perkembangan yang cukup signifikan sejak masa pemerintahan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Nah, biar nggak kudet, yuk kita mengenal lebih dalam tentang ekonomi kreatif dan perkembangannya di Indonesia!

    Mengenal Ekonomi Kreatif

    Pengertian Ekonomi Kreatif

    John Howkins adalah orang pertama yang memperkenalkan istilah ekonomi kreatif. Kata ini muncul dalam bukunya yang berjudul The Creative Economy: How People Make Money from Ideas. Menurut Howkins, ekonomi kreatif adalah “penciptaan nilai sebagai hasil dari suatu idea tau pemikiran”. Ekonomi kreatif memang sangat lekat dengan penciptaan ide-ide kreatif yang menjadi salah satu bentuk kegiatan ekonomi. Sesuai namanya, ekonomi kreatif adalah cabang baru dari ilmu ekonomi yang menitikberatkan pada kreativitas. Aset utama ekonomi kreatif adalah ide, pemikiran, pengetahuan atau apapun hasil dari kekayaan intelektual manusia. Industri kreatif menjadi wadah dari ekonomi kreatif, yaitu kegiatan-kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan penggunaan pengetahuan dan informasi untuk penciptaan kreatif.

    Ciri dan Karakteristik Ekonomi Kreatif

    Ada beberapa ciri khusus dan karakteristik yang ekonomi kreatif miliki, yaitu:

    • Menjual ide atau gagasan yang menjadi asset utama industri kreatif
    • Merupakan kreasi intelektual yang original, baru, unik, dan inspiratif
    • Bidang usaha tidak terbatas
    • Membangun konsep yang relatif
    • Memerlukan kolaborasi dari pelaku usaha yaitu para kaum intelektual dengan pemerintah

    Perkembangan Ekonomi Kreatif di Indonesia

    Sepak terjang ekonomi kreatif Indonesia memang nggak main-main belakangan ini. Perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia sangat pesat berkat munculnya ‘pemain-pemain’ handal yang meramaikan khasanah industri kreatif tanah air. Hal ini didukung pula oleh pemerintah dengan diciptakannya berbagai lembaga yang memayungi industri kreatif demi kemajuan perekonomian kreatif Indonesia.

    Di Indonesia sendiri, pertumbuhan ekonomi kreatif cukup tinggi, bahkan melebihi nilai pertumbuhan beberapa sektor penting lainnya seperti air bersih dan listrik. Pantas saja pemerintah juga sangat mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia, karena konsep ini besar perannya terhadap pertumbuhan ekonomi tanah air. Penciptaan Badan Ekonomi Kreatif memiliki peran sebagai akselerator pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia. Salah satu programnya yaitu BEKRAF for Pre-Startup atau BEKUP mendorong pembentukan start-up. Harapannya, start-up start-up baru ini akan menelurkan ide-ide segar dan inovasi-inovasi baru agar ekonomi Indonesia semakin maju.

    Nilai Positif yang Dibawa Ekonomi Kreatif

    Munculnya cabang ekonomi ini tentunya juga membawa nilai-nilai positif, selain membantu membangun perekonomian dunia. Nilai positif tersebut adalah adanya berbagai manfaat berkembangnya konsep ekonomi ini. Berikut beberapa manfaat ekonomi kreatif yang bisa kita rasakan dan kita lihat sendiri:

    • Kompetisi bisnis jadi lebih luas dan sehat
    • Terciptanya berbagai inovasi di berbagai bidang usaha
    • Menambah lapangan kerja baru
    • Mengurangi jumlah pengangguran
    • Masyarakat jadi lebih kreatif dalam berbisnis

    Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga turut menjelaskan beberapa manfaat ekonomi kreatif yang menjadi alasan pentingnya memajukan industri kreatif Indonesia. Alasan tersebut antara lain karena ekonomi kreatif:

    • Mendukung terciptanya iklan bisnis yang positif
    • Berkontribusi secara signifikan pada ekonomi Indonesia
    • Memiliki dasar berupa sumber daya terbarukan
    • Membantu membangun identitas bangsa dan citra Indonesia di mata dunia
    • Mendorong terciptanya inovasi dan ide-ide kreatif yang menjadi keunggulan bangsa dalam berkompetisi dalam ekonomi dunia
    • Memberi dampak positif pada kehidupan sosial

    Yang Dikerjakan dalam Ekonomi Kreatif

    Subsektor Ekonomi Kreatif

    Kalau mau tahu jenis pekerjaan di bidang ekonomi kreatif contoh yang ada di Indonesia cukup beragam. Beberapa jenis-jenis ekonomi kreatif di Indonesia antara lain ada pada bidang sebagai berikut:

    1. Desain

    Para tukang gambar yuk kumpul yuk! Angin segar untuk para seniman desain tanah air. Salah satu bidang yang sangat naik nilainya dalam kegiatan ekonomi kreatif adalah dunia per-desain-an duniawi. Banyak sekali peluang usaha buat pada desainer grafis, desainer interior, seniman digital painting, dan teman-temannya. Nggak sedikit loh para seniman Indonesia yang berhasil mencari cuan hingga bayarannya udah pakai dolar. Padahal ngerjainnya dari rumah atau studio yang ada di tanah air.

    2. Fashion

    Masih berhubungan dengan dunia desain nih, kegiatan ekonomi kreatif juga bisa merembet ke dunia fashion. Hal ini berkaitan dengan penciptaan ide dan inovasi dalam pembuatan ragam kreasi busana dan aksesorisnya.

    3. Arsitektur

    Aplikasi konsep ekonomi kreatif dalam pembangunan juga ada di bidang arsitektur. Seiring dengan kemajuan zaman yang makin modern, konsep hunian yang unik dan lain dari yang lain pun mulai banyak peminatnya. Para arsitek pun mulai menciptakan ‘karya seni’ mereka berupa desain rumah yang orisinil. Tidak terbatas pada perumahan aja, kreativitas juga perlu dalam pembangunan tata kota, konsep taman dan tempat wisata baru, dan lain-lain.

    4. SEO, Content Writing, dan Iklan

    Kalau yang ini berkaitan dengan ekonomi digital juga, sejalan dengan kegiatan ekonomi kreatifnya. Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi mendorong terciptanya cara baru dalam beriklan. Pemilik usaha berkompetisi dalam menciptakan konsep iklan yang catchy dan nyantol di pikiran calon konsumen. Keliatan dari banyaknya iklan gaje yang anehnya malah berhasil menghipnotis orang-orang yang nonton. Brand awareness jadi naik deh. Nah, bentuk baru dari promosi produk yang praktiknya sudah mulai dari beberapa tahun terakhir adalah melakui SEO dan content writing.

    5. Kuliner

    Sekarang bisnis di bidang kuliner pun banyak yang menjual ‘ide’ atau inovasi baru yang menarik minat masyarakat. Perkembangannya di Indonesia bisa kita lihat dari munculnya berbagai camilan unik dan kekinian. Nggak terbatas pada snack-snack atau makanan ringan aja loh. Tapi juga pada penciptaan menu-menu minuman, dessert dan makanan berat yang baru dan unik.

    6. Karya seni

    Bicara tentang industri kreatif rasanya kurang afdol kalau nggak mention berbagai hasil karya seni. Film, videografi, fotografi, musik, lukisan, patung, craft atau kerajinan tangan. Semuanya merupakan hasil dari proses kreatif penciptanya. Yang baru naik kepopulerannya termasuk munculnya para influencer yang adalah para youtuber, tiktoker, selebgram, dan teman-temannya. Semua berlomba-lomba mengeluarkan konten yang nggak monoton.

    7. Game

    Industri game juga sedang naik dengan banyaknya developer yang terus mengeluarkan game-game baru. Kemajuan teknologi yang mendasari terus berkembangnya industri ini. Banyak game-game online yang sudah ada versi mobile nya, jadi pengguna bisa main langsung dari ponsel pintar mereka. Perlu ide-ide segar dan inovasi-inovasi keren agar pengguna tetap setia memainkan game mereka.

    Seperti yang sudah kita sampaikan sebelumnya, industri kreatif tidak terbatas pada bidang usaha tertentu saja. Selain contoh di atas pun, masih banyak lagi jenis pekerjaan yang bisa masuk golongan industri kreatif. Inti dari konsep ini adalah pengadaan barang atau jasa yang lahir dari buah pikiran manusia. Jenis usaha ekonomi kreatif apa yang menurut kamu sangat prospektif tapi belum ada pada daftar?

  • 10 Ide Bisnis Rumahan yang Hits untuk Wirausahawan Pemula

    10 Ide Bisnis Rumahan yang Hits untuk Wirausahawan Pemula

    Siapapun kini bisa menggeluti bisnis rumahan, baik itu wirausaha maupun wiraswasta. Kalau kamu ingin terjun menjadi pengusaha atau entrepreneur, kamu perlu memikirkan ide bisnis yang kamu minati. Tentunya nggak sembarangan dong. Meski sah-sah aja punya bisnis sesuai passion, kamu tetap harus riset pasar dan cek ombak juga. Berikut kami rangkum 10 ide bisnis rumahan yang hits dan aman buat bahan pertimbangan kamu.

    Memulai Bisnis Sendiri

    Sumber Gambar: Pinjam Modal

    Kita beruntung hidup di zaman sekarang, yang mana lebih mudah buat memulai usaha sendiri. Apalagi dengan semua kemajuan teknologi informasi dan komunikasi di era revolusi industri 4.0 seperti sekarang ini. Yah, meskipun saingan tetap bejibun banyaknya sih. Tetap aja, semua kemudahan ini milik kita untuk kita manfaatkan. Kayak kata iklan Tokopedia zaman dulu itu loh, kita bisa …

    “Mulai aja dulu.”

    Zaman sekarang apalagi di tengah pandemi begini, bisnis rumahan online mulai menjamur. Kan, banyak yang terdampak tuh. Dan banyak yang mulai di rumah aja, baik secara sukarela maupun yang terpaksa. Dengan jaringan internet yang stabil (malahan udah ada yang sinyalnya 5G!), usaha online memang menjanjikan banget. Banyak jenis usaha yang bisa kamu kerjakan di rumah, lalu kamu pasarkan lewat media sosial atau online marketplace.

    Tips Memulai Bisnis dalam Berwirausaha

    Buat wirausahawan atau wiraswasta pemula yang baru mau mulai nih. Kami punya sedikit tips yang perlu kalian note yang kami lansir dari laman situs 99 Group. Untuk tahu perbedaan wirausaha dan wiraswasta, bisa cek artikel sebelumnya ya. Nah, berikut ini tips-nya:

    1. Pelajari dulu caranya manajemen administrasi yang baik
    2. Be brave! Jangan takut gagal sebelum mencoba ya!
    3. Pilih jenis usaha sesuai passion, biar semangat jalaninnya
    4. Buat visi misi dan buat rencana ke depannya
    5. Hitung perkiraan expense yang perlu kamu keluarkan, dan siapkan modal awalnya
    6. Pilih strategi promosi yang tepat sesuai jenis usaha dan target market kamu
    7. Tentukan timing atau waktu yang tepat untuk mulai

    Ide Bisnis Rumahan Terfavorit 2020

    1. Jualan kreasi hampers atau gift set

    Salah satu usaha rumahan yang lagi trend banget nih. Bisnis yang satu ini menjanjikan banget, karena akan selalu ada perayaan dalam kehidupan kita. Apalagi di Indonesia sendiri cukup banyak hari libur nasional atau hari besar yang biasa kita rayakan secara meriah. Dan, pada hari-hari seperti ini, jadi momen bagi masyarakat kita buat kasih sesuatu ke orang-orang terkasih. Misalnya: Hari Natal dan Tahun Baru, Idul Fitri, Hari Ibu, Hari Kasih Sayang atau Valentine Day, dan lain sebagainya. Selain itu, kado juga selalu ada di setiap perayaan pernikahan, kelahiran, dan ulang tahun. Nah, hampers ini lagi hits banget nih untuk jadi kado di acara-acara tersebut.

    2. Buka warung kopi atau cafe

    bisnis rumahan

    Lihat sekitarmu deh! Kedai kopi bertebaran dimana-mana, apalagi di kota-kota besar. Tapi, banyak juga yang selalu ramai pelanggan. Bisnis café atau warung kopi memang lagi IN banget 2020 ini. Yang dijual nggak hanya kopi yang enak aja, tapi juga suasananya. Kalau kamu mau all out di bisnis ini, modalnya lumayan sih. Soalnya biasanya konsep kedai kopi kekinian, interiornya lumayan kece. Orang-orang suka yang instagramable.

    3. Jualan camilan home-made

    Sampai saat ini, usaha rumahan makanan ringan memang masih banyak peminatnya. Tinggal gimana kamu berkreasi biar nggak kalah saing sama pengusaha yang udah mulai duluan. Yang lagi hits tahun ini yang berbau Korea sih, misalnya Korean milky cream donut. Tapi, camilan seperti aneka kue, brownies, donat, risol mayo, dan jajan pasar tetap diminati masyarakat kok. Kamu juga bisa berinovasi dalam membuat camilan ala kamu sendiri. Misalnya, bikin versi sehatnya camilan masa kini.

    4. Jualan pulsa dan paket data internet

    Siapa coba yang nggak mau punya usaha rumahan modal kecil untung besar? Nah, salah satunya nih yang lumayan simpel, join jadi agen pulsa melalui distributor resmi. Zaman sekarang kan orang udah kayak jadi satu sama HP yak. Hampir semua kalangan nggak bisa lepas dari kebutuhan beli pulsa dan kuota data buat internetan. Nah, kamu bisa manfaatkan peluang ini. Selain pulsa dan kuota data, ide bisnis yang nggak kalah oke adalah jasa bayar tagihan.

    5. Buka jasa laundry

    Jenis usaha di bidang jasa yang booming dari tahun-tahun lalu, yang disambut hangat oleh kaum mageran dan kaum ngideran. Banyak loh, masyarakat kita yang nggak sempat buat cuci baju sendiri. Karena itulah, bisnis laundry mulai naik pamornya.

    6. Jualan kerajinan tangan

    bisnis rumahan

    Banyak ide usaha rumahan kreatif terkait kerajinan tangan. Bisnis ini masuk ke ranah hobi. Bisnis rumahan yang cocok buat kamu-kamu yang punya tangan yang terampil, dan hobi kamu bikin-bikin kreasi barang handmade. Ide bisnis rumahan ini misalnya barang-barang rajut, gerabah, anyaman rotan atau bambu, kreasi mainan anak, aksesoris handmade, dan masih banyak lagi.

    7. Jualan minuman kekinian

    Berjualan minuman termasuk salah satu bentuk bisnis modal kecil yang bisa banget kamu jajal. Nggak sampai 5 juta kamu udah bisa mulai bisnis ini. Baik itu ikutan franchise minuman kekinian yang udah ada, maupun bikin sendiri. Tinggal belanja bahan-bahan misalnya serbuk minuman aneka rasa lalu kamu olah dan kemas sendiri.

    8. Buka usaha catering

    Punya bisnis catering nggak melulu yang cuma melayani partai besar untuk acara khusus macam resepsi pernikahan aja loh. Ada juga jasa catering yang melayani catering untuk kantor atau rumah tangga. Boleh banget nih dicoba, buat yang hobi masak dan masakannya enak. Yang nggak kalah banyak peminatnya adalah catering diet. Misalnya diet mayo atau diet karbo. Tapi kalau yang ini, kamu perlu pengetahuan lebih tentang nutrisi ya.

    9. Budidaya Ikan Hias

    Beberapa jenis ikan hias harganya bisa selangit loh. Biasanya jenis ikan yang sedang hits berbeda-beda seiring berjalannya waktu. Untuk sekarang, ikan predator seperti channa atau ikan gabus sedang naik daun. Tapi, ikan hias lain seperti cupang atau betta, guppies, arwana, lohan, koi, dan teman-temannya belum pudar pesonanya di kalangan para pecinta ikan hias. Kalau ingin menggeluti bidang ini, kamu perlu bekal ilmu yang cukup terkait budidaya dan pemeliharaan ikannya juga ya. Dan, jangan lupa ikuti komunitasnya.

    10. Jualan fashion item

    bisnis rumahan

    Semua orang butuh pakaian yang termasuk salah satu kebutuhan pokok selain makanan dan tempat tinggal. Bisnis fashion nggak akan ada matinya. Apalagi kalau target pasar kamu cewek-cewek. You know, banyak perempuan yang ngeluh nggak punya baju padahal lemari udah pada penuh sesak semua. Jangankan baju sama celana, jualan topi sama sepatu juga cukup menjanjikan. Yang sekarang lagi hits lagi-lagi adalah yang berkaitan dengan Korea atau K-pop idols. Bisa merchandise (official maupun yang unofficial). Bisa juga fashion item yang dipakai para idol ini, baik yang asli maupun replika.

    Tentunya masih banyak ide-ide hebat lainnya di luar 10 ide bisnis rumahan di atas. Sesuaikan ide bisnis yang kamu ingin jalani dengan demand dari masyarakat. Misal nih, sekarang kan kita masih dalam ancaman pandemi covid-19. Masyarakat masih harus menggalakkan 3M: mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker. Nah, ini yang menjadikan bisnis masker lagi naik. Mungkin kamu mau ikutan juga? Contoh lain, karena bisnis online sedang banyak peminatnya, jasa konsultan SEO ikutan kecipratan nih. Kalau kamu punya ilmunya, kamu juga bisa menjajaki bisnis ini. Yang penting, apapun jenis bisnis yang kamu pilih, terus tumbuhkan semangat wirausaha ya!

  • Mengenal Ekonomi Digital dan Perkembangannya di Indonesia

    Mengenal Ekonomi Digital dan Perkembangannya di Indonesia

    Penting untuk mengenal ekonomi digital di era teknologi informasi dan komunikasi yang semakin berkembang pesat seperti sekarang ini. Seperti yang kita tahu, Jepang sejak setahun lalu mulai memperkenalkan Society 5.0, era digital terbaru yang memanusiakan manusia lewat teknologi. Perkembangan teknologi yang melesat cepat ini juga mendukung gerak perekonomian dunia. Tentunya, Indonesia pun nggak mau ketinggalan. Di tahun 2018 saja, menurut investigasi Tempo, sudah ada 4 unicorn di Indonesia. Keempatnya dengan valuasi di atas 1 miliar dolar, antara lain Go-jek, Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak. Data ekonomi digital Indonesia mencatat nilai ekonomi digital di negara kita telah mencapai 40 miliar dolar Amerika pada tahun 2019.

    Lalu, bagaimana konsep ekonomi digital serta potensi ekonomi digital Indonesia dan perkembangannya di tanah air? Semua akan kita bahas pada artikel kali ini.

    Apa Itu Ekonomi Digital?

    Sebelum membahas perkembangan ekonomi digital di Indonesia, kita perlu tahu dulu nih, apa itu ekonomi digital. Sebuah jurnal elektronik yang terbit di Social Science Research Network sudah menjelaskan definisinya nih. Ekonomi digital merujuk pada sistem ekonomi yang aktivitasnya berbasis pada teknologi komputasi digital. Masyarakat luas menganggap konsep ekonomi ini sebagai cara menjalankan bisnis melalui pasar digital yaitu internet dan website.

    Melansir laman situs Wikipedia, definisi ekonomi digital saat ini sudah merujuk pada cabang ekonomi yang mempelajari barang tak berwujud dengan biaya marjinal nol yang tersebar di internet. Fitur utama dari jenis ekonomi baru ini yaitu mobilitas benda tak berwujud dan fungsi bisnis, ketergantungan pada data, efek jaringan, pasar multi-sisi, serta adanya kecenderungan akan terbentuknya oligopoli dan monopoli.

    Di dunia barat, penggunaan istilah digital economy atau ekonomi digital sendiri pertama kali oleh Don Tapscott pada tahun 1995. Pada bukunya yang berjudul The Digital Economy: Promise and Peril in the Age of Networked Intelligence, Tapscott mengungkapkan ekonomi digital sebagai cara baru manusia dalam berbisnis.

    Menurut Thomas Mesenbourg pada bukunya Measuring the Digital Economy (2001), ada setidaknya tiga komponen utama dalam konsep ekonomi digital. Ketiga komponen tersebut antara lain:

    • E-business infrastructure (perangkat keras, perangkat lunak, telekomunikasi, jaringan, sumber daya manusia, dan lain sebagainya),
    • E-business (bagaimana menjalankan bisnis, setiap proses yang melalui jaringan dengan mediasi komputer), dan
    • E-commerce (perpindahan barang, ketika terjadi jual-beli secara online).

    Potensi dan Perkembangan Ekonomi Digital di Indonesia

    mengenal ekonomi digital
    Sumber Gambar: Katadata

    Setelah mengenal ekonomi digital, saatnya mengetahui potensi perkembangannya di tanah air. Indonesia pada saat ini tengah menjajaki era revolusi industri 4.0. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berjalan beriringan dengan perkembangan ekonomi digital Indonesia. Hal ini juga didukung tingginya minat masyarakat terhadap kemudahan yang ditawarkannya. Dalam perkembangannya, peran ekonomi digital dalam perekonomian Indonesia sangat penting. Murahnya harga smartphone dan paket kuota data juga menjadikan sebagian besar masyarakat Indonesia terutama di kota-kota besar sudah terjangkau internet. Zaman sekarang semuanya bisa lebih mudah dengan adanya ponsel pintar, internet, dan segala aplikasi yang bermunculan. Letak geografis udah nggak jadi masalah besar sekarang. Semua orang bisa belanja semua kebutuhan, jajan camilan atau beli makanan dan minuman di resto favorit, bayar-bayar tagihan, bahkan pesan kamar hotel dan tiket transportasi, dari mana aja. Pakai gawai mereka yang terkoneksi internet. Bahkan bisa sambil goleran di kamar. Nah, itulah gambaran akan contoh ekonomi digital di Indonesia.

    Perkembangan perekonomian digital di Indonesia sendiri termasuk yang terpesat se-Asia Tenggara. Ini bisa kita lihat dengan banyaknya aktivitas digital yang masyarakat lakukan, baik dari pihak penjual maupun pembeli. Terjadi nggak hanya di marketplace besar macam Lazada, Shopee, Tokopedia dan Bukalapak saja. Masyarakat Indonesia sangat memanfaatkan perkembangan dunia digital dengan gelar lapak di media sosial seperti Instagram, Facebook dan Twitter. Tahun 2017 saja, Tempo sudah memprediksi bahwa ekonomi digital akan menjadi penyelamat perekonomian di Indonesia, dan bisnis start-up akan mulai booming. Nah, benar deh kejadiannya sekarang.

    Tantangan Ekonomi Digital di Indonesia

    Mengenal ekonomi digital belum lengkap tanpa mengenal tantangannya. Meskipun berkembang pesat, bukannya tidak ada tantangan yang harus pemerintah Indonesia hadapi terkait investasi ekonomi digital di tanah air. Pemerintah RI mau nggak mau harus siap tempur menghadapi 5 tantangan besar berikut ini.

    1. Keamanan dunia maya atau cyber security

    Tantangan besar utama yang membayangi kegiatan ekonomi digital adalah cyber security. Hal ini terjadi tak hanya di Indonesia saja, tapi di berbagai negara, termasuk negara-negara maju. Di Indonesia sendiri, bisnis digital sedang menanjak naik secara pesat. Banyak masyarakat melakukan transaksi secara online. Ini juga menaikkan risiko terjadinya kejahatan cyber.

    1. Ketatnya persaingan bisnis

    Memasuki era digital dengan revolusi industri 4.0, persaingan usaha semakin ketat. Sekarang, yang nggak melek internet dan inovatif dalam berteknologi bisa ketinggalan. Apalagi dengan munculnya berbagai online marketplace, sekarang produk impor yang murah dan berkualitas dengan mudah bisa masuk ke Indonesia. Akibatnya, produk dalam negeri harus putar otak lagi supaya nggak kalah pamor dengan produk luar.

    1. Pembangunan SDM

    Dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, kualitas sumber daya manusia juga perlu mengalami peningkatan. Seperti yang diungkapkan Google, negara-negara Asia Tenggara masih minim akan tenaga professional yang bisa mendukung kegiatan ekonomi digital. Nah, ini jadi PR juga buat pemerintah, untuk mempersiapkan SDM Indonesia yang berpemikiran lebih maju dan melek teknologi.

    1. Tersedianya akses internet yang baik

    Memang, sudah lebih dari setengah populasi masyarakat Indonesia yang terjangkau internet yang stabil. Tapi, itu berpusat di kota-kota besar saja, di pulau-pulau padat penduduk seperti Jawa, Bali dan Sumatra. Faktanya, infrastruktur berupa jaringan internet yang stabil masih minim untuk masyarakat di wilayah seperti Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Pemerintah masih perlu melakukan bebagai pembangunan infrastruktur yang lebih luas.

    1. Regulasi yang nggak sejalan dengan perkembangan zaman

    Tantangan lain yang harus dihadapi Indonesia adalah pembaharuan hukum yang berlaku agar sejalan dengan perkembangan zaman. Terutama, regulasi yang mengatur hal-hal berbasis digital.

    Prospek Perekonomian Digital di Indonesia

    mengenal ekonomi digital
    Sumber Gambar: IAU idF

    Sebagai pasar terbesar, boleh dibilang raksasa-nya, e-commerce di Asia Tenggara, Indonesia bisa sangat merasakan manfaat ekonomi digital. Tahun lalu, nilai ekonomi Indonesia adalah sekitar 2,5 miliar dolar lebih. Prediksinya, nilai ini akan meningkat hingga ke angka 20 miliar dolar di tahun 2022 mendatang. Selain membantu mendongkrak perekonomian Indonesia, ekonomi digital juga banyak membuka lapangan kerja baru. Perkiraannya, melansir laman situs Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, akan ada sekitar 26 juta pekerjaan baru pada tahun 2022. Lapangan kerja akan bermunculan dengan berkembangnya ekonomi digital ini.

    Lebih lanjut, data dari World Market Monitor memproyeksikan bahwa ekonomi digital akan menyumbang 9,5% pada produk domestic bruto Indonesia, atau sekitar 155 miliar dolar Amerika, di tahun 2025 mendatang. Hal ini termasuk juga peningkatan terbukanya lapangan pekerjaan dan juga mendorong produktivitas. Dengan adanya infrastruktur yang mendukung perkembangan ekonomi digital, kita masih perlu melakukan berbagai terobosan untuk memastikan ekonomi digital semakin maju di tanah air. Inilah pentingnya mengenal ekonomi digital.

  • Mengenal Ekonomi Syariah, dari Konsep hingga Manfaatnya

    Mengenal Ekonomi Syariah, dari Konsep hingga Manfaatnya

    Mengenal Ekonomi Syariah

    Jika ingin mengenal ekonomi syariah secara mendalam, satu artikel saja rasanya tidak cukup. Tapi, kami akan coba bahas secara rinci tentang ekonomi Islam ini dari pengertian, konsep dan prinsip, tujuan, manfaat, dan contohnya. Let’s get into it!

    Ekonomi adalah suatu kegiatan yang tak bisa lepas dari kehidupan bermasyarakat. Termasuk di Indonesia, negara dengan jumlah populasi Muslim tertinggi di dunia. Sebagai umat Islam, tentu syariat dan hukum Islam menjadi pedoman hidup. Dalam beribadah kepada Tuhan dan dalam berhubungan dengan sesama manusia, termasuk dalam melakukan kegiatan ekonomi. Apa bedanya ekonomi syariah dengan ekonomi yang lebih umum kita kenal sehari-hari? Bagaimana sistem dan prinsip kerjanya? Yuk kita sama-sama mengenal ekonomi syariah lebih dalam!

    Pengertian Ekonomi Syariah

    Sebelum masuk ke bahasan lebih dalam tentang jenis ekonomi ini, pertama-tama kita harus paham dulu pengertian ekonomi syariah. Sesuai namanya, ekonomi syariah atau ekonomi Islam adalah cabang ilmu ekonomi yang memegah teguh nilai-nilai dalam ajaran Islam. Aplikasinya sesuai dengan dasar-dasar hukum Islam yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadist, ijma’ atau kesepakatan ulama, serta qiyas atau menyamakan hukum.

    Mengutip buku 50 Tanya Jawab Ekonomi dan Bisnis Syariah, ekonomi syariah adalah cabang ilmu pengetahuan yaitu ekonomi yang membantu terwujudnya kesejahteraan manusia. Aplikasinya adalah melalui distribusi sumber daya tanpa mengekang kebebasan individu secaa berlebihan, menimbulkan ketidakseimbangan ekomoni, atau melemahkan solidaritas sosial.

    Perbedaan Ekonomi Syariah dengan Ekonomi Konvensional

    Meskipun merupakan cabang ilmu ekomoni, ekonomi syariah berbeda dengan ekonomi konvensional atau praktik ekonomi yang biasa kita jalankan di Indonesia. Jika ekonomi konvensional menerapkan sistem bunga, berbeda dengan sistem ekonomi syariah yaitu sistem bagi hasil. Ekonomi syariah sangat merakyat, tetapi bertolak belakang dengan sistem ekonomi masyarakat yang menganut paham komunisme, sosialisme, apalagi kapitalisme. Berikut ini beberapa perbedaan ekonomi Islam dengan ekonomi konvensional:

    1. Dalam ilmu ekonomi islam, manusia tak hanya makhluk sosial, tetapi juga religius atau beragama. Berbeda dengan ilmu ekomoni konvensional yang hanya memandang manusia sebagai makluk sosial.
    2. Ekonomi syariah mengatasi masalah dengan menentukan prioritas. Sementara ekonomi konvensional menangani masalah sesuai kebutuhan atau keinginan masing-masing individu.
    3. Ekonomi syariah menjadi pilihan altenatif kebutuhan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Sedangkan ekonomi konvensional menyediakan pilihan alternatif sesuai kebutuhan.
    4. Sistem pertukaran pada ekonomi syariah ditentukan oleh etika Islam, sementara pada ekonomi konvensional ditentukan oleh kekuatan pasar.

    Bagaimana konsep serta prinsip ekonomi Islam ini? Akan kita bahas pada poin selanjutnya berikut ini.

    Konsep dan Prinsip Ekonomi Syariah

    Ada beberapa prinsip ekonomi syariah yang perlu kita garisbawahi. Prinsip dasarnya antara lain keimanan dan ketakwaan terhadap Allah SWT, memenuhi kebutuhan, pembagian dan pengelolaan kepemilikan, serta mata uang yang berbasis logam mulia seperti emas dan perak. Pada prinsipnya, kekuatan penggerak ekonomi syariah adalah kerja sama, atau kekuatan umat.

    Konsep ekonomi syariah berdasarkan pada empat sifat utama, yaitu: kesatuan, keseimbangan, kebebasan, dan tanggung jawab. Sebelumnya sudah kita singgung sedikit kan di atas tadi, bahwa sistem ekonomi syariah berbeda dengan konsep komunisme, sosialisme, dan kapitalisme. Ekonomi syariah tidak berada di antara ketiganya. Tidak seperti ekonomi berpaham komunisme, ekonomi syariah masih mengakui kepemilikan pribadi hingga pada level tertentu. Apikasi ekonomi syariah juga berbeda dengan kaum sosialis yang membebankan semua tanggung jawab hanya pada rakyat saja. Di antara ketiga paham tersebut, ekonomi syariah paling bertolak belakang dengan kapitalisme yang sangat individualis, karena tujuannya adalah untuk kepentingan umat.

    Berikut beberapa ciri dan karakteristik ekomoni syariah:

    1. Tanpa riba’ dan bunga yang dilarang dalam Islam. Dalam hal ini bunga bank termasuk salah satu bentuk riba’, yaitu menambah-nambahkan hitungan pembayaran pinjaman.
    2. Tidak ada praktik gharar (ketidakjelasan dalam bertransaksi) dan maysir (untung-untungan, seperti dalam berjudi).
    3. Menggunakan sistem bagi hasil yang adil. Misalnya dalam perbankan syariah, pembagian keuntungan harus adil antara untuk bank dan untuk nasabah.
    4. Praktik jual beli dengan aturan dari hukum Islam.
    5. Adanya zakat dan shadaqah sebagai upaya mendistribusikan kekayaan kepada yang membutuhkan, dan agar terhindar dari penumpukan harta yang bisa merusak aqidah Islamiyah.
    6. Mengakui adanya kepemilikan berbagai jenis. Artinya, ekonomi syariah memang mengakui kepemilikan pribadi hingga tingkatan tertentu. Tapi pada dasarnya, ekonomi syariah berpegang teguh pada pandangan bahwa harta dan sumber daya di dunia adalah milik Allah SWT. Dengan keyakinan bahwa harta adalah titipan, maka akan lebih mudah menjalankan kegiatan ekonomi syariah.

    Tujuan Ekonomi Syariah

    Tujuan ekonomi syariah, seperti yang sudah kita bahas sedikit sebelumnya, adalah untuk kemaslahatan umat. Lebih jauh, tujuan akhir dari ekonomi syariah adalah falah. Yaitu kesuksesan hakiki yang berupa tercapainya kebahagiaan baik dari segi material maupun spiritual, dan juga tercapainya kesejahteraan dunia akhirat. Pada level mikroekonomi memang ekonomi syariah bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia. Tapi, pada level yang lebih tinggi yaitu makroekonomi, tujuannya adalah untuk mencapai stabilitas ekonomi suatu negara. Dan, meski sistem ekonomi syariah bernafaskan Islam, tujuannya adalah untuk keselarasan dalam kehidupan seluruh umat manusia. Jadi, tidak terkhususkan untuk umat Islam atau Muslim saja.

    Tujuan ekonomi syariah ini juga berkaitan dengan kelima filosofi yaitu maqashid ekonomi. Kelimanya menjadi tujuan ekonomi syariah, antara lain: menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga harta, dan menjaga keturunan.

    Manfaat Ekonomi Syariah

    Jika sudah memahami tujuan ekonomi syariah di atas, tentu kita sudah bisa melihat apa saja manfaat ekonomi syariah. Manfaat utamanya tentu adalah, dengan melakukan kegiatan ekonomi syariah, kita bisa mewujudkan maqashid ekonomi. Selain itu, manfaat lain menjalankan ekonomi syariah antara lain:

    • Mendapatkan keuntungan dunia akhirat,
    • Menjaga integritas Muslim yang kaffah,
    • Praktiknya mengandung unsur ibadah dan terbebas dari dosa riba’ yang haram, dan masih banyak lagi

    Contoh Aplikasi Ekonomi Syariah

    Ada banyak contoh ekonomi syariah yang ada di Indonesia sendiri. Yang paling terlihat adalah mulai bermunculannya versi syariah dari bank-bank konvensional. Kebanyakan bank syariah di Indonesia adalah produk dari bank yang sudah ada, hanya saja dengan aturan-aturan yang sesuai ajaran Islam. Misalnya, tanpa bunga dan biaya admin. Contoh lain dari aplikasi ekonomi syariah di Indonesia antara lain asuransi syariah, pegadaian syariah, koperasi syariah, pasar modal syariah, dan Baitul Mal wat Tamwil atau BMT.

    Nah, itu tadi sedikit bahasan singkat untuk mengenal ekonomi syariah atau ekonomi Islam. Sebagai umat Islam tentunya kita perlu untuk lebih mendalami syariat Islam, termasuk dalam bermuamalat dan melakukan kegiatan ekonomi. Seiring dengan banyaknya populasi Muslim di Indonesia, popularitas ekonomi syariah pun semakin menjulang tinggi. Tak hanya itu, tak sedikit pula masyarakat non-Muslim yang juga mengakui nilai positif ekonomi syariah dan ikut andil di dalamnya. Hal ini karena banyaknya manfaat dan keuntungan melakukan kegiatan ekonomi jenis ini. Jika sudah mengenal ekonomi syariah, apakah kamu juga mulai tertarik untuk mengamalkannya?

  • Budaya Palembang yang Membangun Citra Sumatra Selatan

    Budaya Palembang yang Membangun Citra Sumatra Selatan

    Budaya Palembang atau Melayu Palembang memberi pengaruh yang sangat besar terhadap citra Palembang secara khusus dan Sumatra Selatan secara umum. Budaya ini tak hanya mengenai adat dan tradisi saja, melainkan juga kesenian yang lahir dari budaya tersebut. Apa saja keunikan budaya Palembang? Kita akan bahas pada artikel kali ini.

    Palembang merupakan kota besar yang menjadi ibu kota Provinsi Sumatra Selatan. Kota ini merupakan kota terbesar dan terpadat kedua di Sumatra setelah Kota Medan. Sejarah mencatat kota ini sebagai ibu kota kerajaan bahari Buddha terbesar se-Asia Tenggara pada abad ke-9, yaitu Kerajaan Sriwijaya. Inilah yang menciptakan julukan Bumi Sriwijaya untuk Palembang. Julukan lain yang juga dikenal di dunia barat adalah Venice of the East (Venesia dari Timur).

    Suku dan Bahasa

    Pakaian Adat Pengantin Palembang

    Dengan total populasi Kota Palembang mencapai 1.843.488 jiwa di tahun 2018, kebudayaan suku Palembang sangat kuat dan mendominasi. Hal ini karena suku Palembang yang paling banyak mendiami kota ini. Selain Kota Palembang, suku Melayu Palembang juga banyak yang tinggal di Kabupaten Ogan Ilir dan Kabupaten Komering Ilir.

    Meski dahulu menjadi lokasi kerajaan Buddha, kini budaya Palembang lebih erat hubungannya dengan ajaran Islam. Sebagian besar masyarakat suku Palembang atau Melayu Palembang menganut agama Islam.  Bahkan, masyarakat suku Palembang memegang teguh satu semboyan yang berkaitan dengan adat budaya dan syariat Islam. Semboyan itu adalah sondok piyogo, yang dalam bahasa Indonesia artinya “adat dipangku, syari’at dijunjung”.

    Bahasa suku Palembang yang paling utama adalah bahasa Palembang yang merupakan dialek turunan dari rumpun bahasa Melayu. Bahasa Palembang bisa dibilang adalah bahasa Melayu dengan dialek Palembang yang mengakhiri kata dengan huruf ‘o’. sementara dialek bahasa Melayu Palembang sendiri ada dua, yaitu baso Palembang Alus dan baso Palembang Sari-sari.

    Adat dan Tradisi dalam Budaya Palembang

    Meski merupakan salah satu kota besar yang modern, adat dan tradisi masih kental terasa di Kota Palembang. Salah satu yang khas adalah upacara pernikahan adat Palembang. Pengantin Palembang memiliki dua jenis pakaian adat yang dikenakan saat pernikahan, yaitu Aesan Gede dan Aesan Paksangko. Prosesi adat setelah lamaran ada yang namanya Mutus Kato: pernyataan kesanggupan pihak laki-laki untuk memenuhi persyarakat dari pihak calon mempelai perempuan. Setelah akad nikah pun dilakukan serangkaian prosesi adat, yaitu pengantin munggah diikuti prosesi suap-suapan nasi kunyit dan cacap-cacapan air kembang.

    Rumah adat

    budaya palembang

    Rumah adat Palembang salah satunya adalah Rumah Limas. Penamaan rumah adat ini adalah karena atapnya yang berbentuk seperti bangun limas. Keunikan rumah ini tak hanya dari atapnya saja, melainkan keseluruhan arsitekturnya. Rumah Limas bergaya rumah panggung dan terdiri dari lima tingkat dengan filosofi terkait kepercayaan masyarakat setempat. Pembangunannya hampir seluruhnya menggunakan bahan kayu khusus yang terkenal kuat dan awet, seperti kayu unglen, kayu seru, dan kayu tembesu.

    Tradisi di Palembang

    1. Tradisi Ngobeng
    budaya palembang
    Ngoben-ngidang

    Salah satu tradisi yang berkembang di Sumatra Selatan adalah tradisi ngobeng di Palembang. Tradisi ini berkenaan dengan tata cara penyajian makanan untuk memuliakan tamu undangan. Biasanya dilakukan pada hajatan tertentu misalnya pernikahan. Tradisi ngobeng-ngidang ini mencerminkan keakraban dan kerukunan dalam bermasyarakat. Pada tradisi ngobeng, makanan disajikan untuk delapan tamu yang duduk melingkar dengan satu wadah besar nasi beserta lauknya disajikan di tengah mereka. Sayangnya, tradisi makan bersama ini mulai tergerus zaman dimana sekarang masyarakat lebih memilih prasmanan atau prancisan. Tugas kita nih, masyarakat Palembang di masa sekarang, untuk melindungi budaya yang hampir lenyap ditelan zaman ini dari kepunahan.

    1. Tradisi Rumpak-Rumpak

    Tradisi rumpak-rumpak adalah tradisi masyarakat Palembang lamo dan keturunan untuk merayakan hari besar agama Islam yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Pada tradisi ini, masyarakat Kelurahan Kuto Batu bersama-sama bersulaturahmi ke rumah-rumah tetangga setelah sholat Ied. Alat musik pukul Terbangan yang melantunkan irama Islami mengiringi tradisi ini.

    1. Tradisi Bekarang Iwak

    Tradisi Bekarang Iwak diselenggarakan Kecamatan Gandus, Palembang hanya setahun sekali. Sesuai namanya yaitu bekarang yang artinya ‘menangkap’ dan iwak yang berarti ‘ikan’, pada tradisi ini warga bersama-sama menangkap ikan. Nantinya, warga bisa membawa pulang ikan secara gratis, sementara pemangku adat akan menjual ikan besar dan hasilnya untuk kepentingan bersama.

    1. Tradisi di era modern

    Sekarang, Kota Palembang juga menyelenggarakan banyak festival budaya tahunan yang menjadi tradisi Palembang di era modern. Pengadaan festival-festival ini adalah untuk memperingati suatu hari besar. Misalnya, Festival Sriwijaya memperingati Hari Jadi Kota Palembang di bulan Juni. Untuk merayakan Hari Kemerdekaan RI, kita bisa menikmati Festival Bidar dan Perahu Hias spesial dari kota ini. Ada pula berbagai festival yang tujuannya untuk memperingati hari besar agama, misalnya peringatan Tahun Baru Hijriah dan Bulan Ramadhan.

    Seni Budaya Palembang

    Kesenian asal Palembang yang paling dominan adalah seni tari dan seni teaternya. Berikut penjelasannya:

    Seni tari

    budaya palembang
    Tari Gending Sriwijaya

    Tarian Palembang banyak dipentaskan di acara khusus seperti pernikahan dan festival budaya. Biasanya tujuan pentas tari-tarian ini bertujuan menyambut tamu dan memeriahkan acara. Cukup banyak yang berasal dari Palembang, misalnya Tari Gending Sriwijaya, Tari Erai-erai, Tari Setudung Sedulang, Tari Sambut Silampari, Tari Tepak Keraton, dan Tari Tanggai.

    Seni pertunjukan

    Dulmuluk adalah salah satu seni pertunjukan teater asal Palembang. Namanya berasal dari penciptaan kitab Kejayaan Kerajaan Melayu yang berjudul Syair Abdul Muluk. Melansir laman situs balitbangnov Sumatra Selatan, awal terciptanya kesenian teater ini adalah pembacaan syair oleh Wan Bakar pada tahun 1854. Agar lebih menarik, pembacaan ini dibarengi peragaan oleh sekelompok orang, dan juga diiringi musik gambus dan terbangan.

    Kerajinan khas Palembang

    Kain Songket Palembang

    Selain kedua jenis kesenian tersebut, Palembang juga terkenal akan hasil kerajinannya yang khas yaitu kain songket. Kain ini adalah kain buatan tangan dengan menggunakan alat tenun tradisional. Warna dasar kain songket adalah merah dan emas yang melambangkan masa keemasan Kerajaan Sriwijaya dan mendapat pengaruh dari budaya Tiongkok. Warna emasnya juga spesial, yaitu dari penggunaan benang emas dari Tiongkok, Jepang dan Thailand. Karena pembuatan dan bahan-bahan istimewa inilah yang membuat harga kain songket lumayan tinggi.

    Makanan khas Palembang

    Pempek Palembang

    Pempek merupakan makanan khas Palembang yang paling super duper terkenal seantero Indonesia. Bahkan, kalau kita dengar kata ‘Palembang’, yang terpikir pertama dalam pikiran pasti pempek. Bahan utama camilan ini adalah daging ikan tengiri dan tepung sagu. Penyajian gorengan adonan bertambah lengkap dengan kuah berupa saus cuko (cuka). Ada banyak jenis pempek yang sekarang bisa kita nikmati. Yang paling terkenal adalah pempek kapal selam. Jenis pempek lainnya termasuk pempek lenjer, pempek keriting, pempek lenggang, pempek panggang,  pempek belah, dan lain-lain. Ada pula jenis pempek berdasarkan isiannya, yaitu pempek telur, pempek tahu, pempek kulit, dan lain sebagainya.

    Selain pempek, Palembang juga punya aneka jenis camilan yang mirip-mirip, seperti tekwan, laksan, model, dan celimpungan. Ada pula aneka jenis makanan khas lain seperti mie celor, burgo, maksuba, lakso, pindang patin, otak-otak, kemplang, kue srikayo, tempoyak, dan masih banyak lagi.

  • Seni dan Budaya Banten beserta Adat Tradisinya

    Seni dan Budaya Banten beserta Adat Tradisinya

    Seperti halnya budaya daerah lain di Indonesia yang juga multi-etnik, budaya Banten pun sangat unik dan beragam. Di Provinsi Banten, tepatnya di Kabupaten Lebak, tinggal Suku Baduy dengan budaya dan adat tradisinya yang unik dan eksklusif. Suku Baduy yang tertutup dan mengisolasi diri dari dunia luar mendiami Desa Kanekes di kaki pegunungan Kendeng. Tapi, kali ini kita nggak akan bahas secara khusus tentang budaya Suku Baduy saja. Pembahasan artikel kali ini akan mencakup keseluruhan aspek budaya Banten.

    Suku dan Bahasa Banten

    Suku Baduy

    Sebagian besar penduduk Provinsi Banten adalah suku Banten yang populasinya sekitar 2,1% dari total penduduk Indonesia, menurut sensus tahun 2010. Jumlah tersebut kurang lebih ada pada angka 4.657.000 jiwa. Masyarakat suku Banten adalah orang Sunda yang tinggal di bekas daerah kekuasaan Kesultanan Banten. Bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa Banten, yaitu bahasa Sunda dengan dialek Banten yang terdengar seperti versi ‘kasar’ bahasa Sunda. Terdengar demikian karena karakter orang Banten yang keras dan tegas, khas penduduk daerah sekitar pesisir pantai. Penggunaan bahasa lain antara lain bahasa Sunda di wilayah Lebak dan Pandeglang, bahasa Jawa Banten oleh etnik Jawa di Serang dan Cilegon, serta dialek Betawi oleh penduduk wilayah utara Kota Tangerang.

    Rumah tradisional Banten

    Rumah Adat Suku Baduy

    Keunikan rumah adat Banten ada pada budaya Suku Baduy yang masih memegang teguh adat istiadat suku mereka. Rumah adat Baduy merupakan rumah panggung dengan bahan yang sangat tradisional. Semuanya menggunakan bahan dari alam, seperti bilik dari anyaman bambu dan kayu untuk fondasi atau kerangka rumah, dinding, dan lantai. Sementara atap rumah suku Baduy terbuat dari ijuk dan daun sirap. Cara membangun rumahnya pun sangat tradisional, tapi hasil akhirnya justru lebih kokoh dan tahan gempa. Mereka menyambung dua kayu dengan teknik paseuk atau pasak. Sementara untuk menyatukan bagian-bagian rumah, mereka mengikat atau menjepitnya.

    Selain rumah adat Baduy, ada pula rumah adat Kasepuhan Banten Kidul. Bentuknya kurang lebih sama, tapi dengan tambahan unsur kebudayaan Banten yang lebih modern.

    Pakaian adat Banten

    Dilansir dari laman situs resmi Provinsi Banten, pakaian adat Banten untuk pria terdiri dari baju koko dengan kerah tertutup serta celana panjang. ikat pinggang mengikat kain batik pada bagian pinggang. Sebagai aksesoris, busana adat dilengkapi dengan parang yang terselip di bagian depan. Sehelai kain juga menghiasi bagian bahu. Sementara para wanita Banten mengenakan atasan kebaya dan bawahan kain batik. Sehelai kain juga menghiasi bagian bahu, dan bros menghiasi bagian depan kancing kebaya. Tatanan rambut yang melengkapi busana ini adalah sanggul dengan hiasan kembang goyang warna emas.

    Senjata tradisional Banten

    Golok Ciomas

    Senjata tradisional memiliki nilai sejarah, terutama hubungannya dengan masa perang. Golok adalah senjata tradisional Banten yang tak hanya digunakan dalam pertarungan dan bela diri tetapi juga untuk berladang dan berburu. Senjata ini juga umum penggunaannya dalam seni pencak silat yang berkembang di wilayah Banten. Salah satu golok khas daerah Banten adalah golok Ciomas yang terkenal akan ketajaman golok dan kemistisannya.

    Makanan khas Banten

    Rabeg Banten

    Rabeg adalah salah satu makanan khas Banten yang paling khas dan populer. Makanan dengan bahan utama daging dan jeroan kambing ini mirip dengan rawon atau gulai. Selain rabeg Banten, ada juga makanan khas lainnya, seperti sate bandeng, nasi belut, angeun lada, ketan bintul, sate bebek Cibeber, dan masih banyak lagi.

    Ragam Kesenian Budaya Banten

    1. Seni pertunjukan

    budaya banten
    Debus

    Salah satu bentuk kebudayaan Banten yang sangat khas dan asli Banten adalah debus. Seni bela diri asal Banten ini lahir pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin di abad ke-16. Kesenian ini bernuansa magis yang menggabungkan kebatilan dengan seni gerak dan seni suara. Singkatnya, debus mempertunjukkan kemampuan luar biasa orang yang mempraktikkannya. Yang disuguhkan antara lain kebal terhadap senjata tajam misalnya golok, kebal api, memasukkan benda ke dalam kelapa yang masih utuh, makan paku, minum air keras, menggoreng telur di kelapa, dan lain sebagainya. Nama debus sendiri berasal dari kata dalam bahasa Arab yang berarti tongkat besi berujung runcing dan berhulu bundar. Selain debus, Banten juga terkenal akan berbagai hasil seni budaya seperti pencak silat, rudad, dog-dog, palingtung, dan lojor.

    2. Seni tari

    Tari Cokek

    Seni budaya Banten sedikit banyak mendapat pengaruh dari berbagai budaya lain, seperti budaya Tiongkok, Sunda, dan ajaran Islam. Maka dari itu, ragam seni tari yang berkembang di wilayah ini pun kurang lebih sama dengan yang ada di Jawa Barat, seperti Tari Ketuk Tilu. Ada juga Tari Saman atau Dzikir Saman yang juga merupakan tarian khas Aceh. Banten juga punya Tari Topeng, Tari Dala’il Wajun, Tari Katuran dan tari-tarian tradisi lainnya. Ada juga Tari Cokek asal Tangerang yang mendapat pengaruh dari budaya Sunda, budaya Tiongkok, dan budaya Betawi. Pentas tari dengan iringan gambang kromong ini dulunya menjadi hiburan orang Belanda pada zaman penjajahan. Sekarang, Tari Cokek hanya dipertunjukkan pada acara tertentu saja.

    3. Seni musik

    Angklung Buhun

    Alat musik Banten antara lain angklung buhun dari Suku Baduy, pantung bambu, serta kesenian rampak beduk. Angklung buhun juga dikenal dengan sebutan angklung Baduy. Alat musik ini kabarnya hanya boleh dimainkan saat upacara adat Pere Huma yang diselenggarakan pada bulan ketujuh dan kedelapan. Kesenian pencak silat yang berkembang di Banten juga memiliki musik pengiring bernama petitung. Alat musik ini terdiri dari terompet petitung,kendang, kenong, kempul, kecrek, dan gong panggang. Sementara kesenian Rudad di Banten diiringi seperangkat alat musik terbang atau rebana.

    4. Cerita rakyat

    Beberapa cerita rakyat Banten juga meramaikan ragam seni budaya dan sastra di Banten. Ada beberapa kisah legenda yang meneritakan asal mula suatu daerah. Beberapa judul yang paling terkenal antara lain Asal Mula Pandeglang (Pangeran Pande Gelang dan Putri Cadasari), Asal Mula Prasasti Munjul, Asal Mula Gunung Pinang, Asal Mula Cikaputrian, Asal Mula Tanjung Lesung, dan Legenda Batu Kuwung.

    Tradisi dan upacara adat dalam budaya Banten

    Banyak adat dan tradisi Banten yang kurang lebih sama dengan yang dilakukan oleh suku lain seperti suku Sunda dan suku Jawa. Beberapa tradisi juga mendapat pengaruh dari ajaran Islam yang berkembang pesat di Banten. Adat dan tradisi tersebut biasanya berkaitan dengan siklus hidup, yaitu upacara adat kehamilan, kelahiran, pernikahan dan kematian. Suku Baduy yang masih memegang teguh dan melestarikan adat dan tradisi memiliki setidaknya 3 upacara penting. Ketiga upacara adat tersebut yaitu upacara ngawalu, upacara ngalaksa, dan upacara adat seba. Ketiganya juga berkaitan dengan kegiatan berladang yang masih dilakukan Suku Baduy hingga kini.

    budaya banten
    Seba Baduy

    Ngawalu menjadi upacara ‘kembali’-nya padi dari ladang ke lumbung atau leuit. Upacara ini dilaksanakan tiga kali pada bulan Kawalu. Ngalaksa sendiri adalah upacara pembuatan laksa, yaitu sejenis mie yang lebar dan dibuat dari tepung beras. Upacara ini setara dengan ‘hari lebaran’ bagi masyarakat Suku Baduy yang berpuasa pada bulan Kawalu. Yang terakhir adalah upacara Seba, yaitu kunjungan ke rumah Bapak Gede, sebutan pimpinan pemerintahan seperti camat, bupati dan gubernur. Upacara ini dilakukan setahun sekali sebagai bentuk ketaatan dan kerja sama Suku Baduy dengan pemerintahan RI. Upacara ini juga menjembatani komunikasi kedua belah pihak.

  • Budaya Aceh, Adat Istiadat, dan Aplikasi Syariat Islam di Serambi Mekah

    Budaya Aceh, Adat Istiadat, dan Aplikasi Syariat Islam di Serambi Mekah

    Syariat Islam sudah sejak lama melebur secara harmonis dengan budaya Aceh. Berbagai makalah kebudayaan Aceh tak pernah absen membahas aplikasi syariat Islam pada provinsi di ujung paling barat Indonesia ini. Keislaman Aceh memang adalah salah satu bentuk keistimewaan provinsi yang mendapat status Daerah Istimewa ini. Bagaimanakah budaya Aceh dan adat istiadat yang dijunjung tinggi di sana? Simak artikel berikut!

    Aceh sebagai gerbang masuknya ajaran Islam di Nusantara

    budaya aceh
    Tari Saman

    Sebagai daerah paling ujung barat Indonesia, Aceh memegang peran penting masuknya budaya asing ke wilayah NKRI. Letaknya yang strategis menjadi tempat bertemunya budaya barat dan timur, serta sebagai jalur perdagangan yang dibarengi dengan misi penyebaran agama. Dalam hal ini termasuk agama Islam yang sangat klik dengan Aceh. Hal ini karena meski Hindu dan Budha masuk ke Aceh lebih dulu, tapi yang diterima dan berkembang di Aceh adalah ajaran Islam.

    Islam mulai masuk ke wilayah Aceh pada abad ke-9, bersamaan dengan masuknya pedagang dari Gujarat dan Arab yang beragama Islam. Dilansir dari situs resmi pemerintah provinsi Aceh, menurut sejarah Aceh menjadi gerbang masuknya ajaran Islam di Indonesia. Bahkan, kerajaan Islam pertama lahir dan berkembang di Aceh, yaitu kerajaan Peureulak dan Kesultanan Pasai (Samudera Pasai). Ketua Majelis Adat Aceh, H. Badruzzaman Ismail, S.H., M.Hum, menyatakan bahwa budaya adat Aceh dan syariat Islam adalah dua hal yang telah membaur menjadi satu dan tak terpisahkan. Menurut beliau, budaya adat Aceh mengandung nilai religius dan tak bisa lepas dari aplikasi syariat Islam di wilayah Aceh sendiri. Saking besarnya pengaruh agama Islam dalam kehidupan masyarakat Aceh sehari-hari, provinsi ini pun mendapat julukan “Serambi Mekah”, atau Seuramo Mekkah dalam bahasa Aceh.

    Seni dan budaya Aceh

    Provinsi Aceh dengan total luas wilayah sekitar 57,956 kilometer persegi inni didominasi oleh masyarakat dari suku Aceh. Karenanya, meski bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa resmi, bahasa daerah Aceh yang menjadi bahasa utama daerah ini adalah bahasa Aceh. Penggunaan bahasa daerah lainnya biasanya berdasarkan daerah tertentu di wilayah Aceh. Bahasa-bahasa tersebut antara lain bahasa Melayu, Gayo, Tamiang, Singkil, Haloban, Lekon, Alas, Jamee, Sigulai, Devayan, dan Kluet.

    Seni tari

    Tari Ula-ula Lembing

    Aceh juga merupakan daerah di Indonesia yang kaya akan hasil seni budaya dan sastra. Banyak hikayat yang lahir di tanah ini. Untuk seni tari Aceh, yang paling terkenal bahkan hingga ke mancanegara adalah tari Saman. Tari yang berasal dari suku Gayo ini sangat unik karena pentasnya tanpa iringan alat musik, hanya nyanyian dari paduan suara para penarinya saja. Tepuk dada dan tepuk tangan menjadi unsur dasar tari Saman, dan perlu kerja sama tim yang baik untuk menarikannya. Selain Tari Saman dari Gayo, ada pula banyak tarian khas Aceh. Seperti Tari Rateb Meuseukat dari suku Aceh, Tari Ula-ula Lembing dari Melayu Tamiang, Tari Dampeng dari Singkil, Tari Landok Sampot dari Kluet, Tari Mesekat dari Alas, dan masih banyak lagi.

    Seni musik

    Rapai

    Bagaimana dengan alat musik Aceh? Pentas Tari Saman memang tanpa iringan alat musik apapun, tapi bukan berarti tak ada alat musik di Aceh. Salah satu alat musik tradisional yang sudah ada sejak berabad-abad silam adalah Rapai yang merupakan alat musik pukul. Cara memainkannya adalah dengan menabuh atau memukul rapai tanpa alat bantu, yaitu dengan menggunakan tangan. Ada setidaknya 6 jenis rapai: rapa daboih, rapai gerimpheng, rapai pulot, rapai pase atau rapai gantung, dan rapai kisah atau rapai hajat.

    Selain rapai, ada pula alat musik dari Singkil yaitu canang kayu. Sesuai namanya, alat musik ini terbuat dari kayu. Untuk memainkan alat musik pukul ini adalah dengan menggunakan alat pemukul yang terbuat dari batang kayu pohon jambu. Canang kayu bisa dimainkan solo, atau bisa juga diiringi alat musik lain seperti gendang, canang tembaga, dan gong. Dulunya, masyarakat Singkil yang bertani memainkan canang kayu sebagai hiburan setelah selesai melakukan pekerjaan di sawah. Kini, alat musik ini sudah menjadi salah satu bentuk budaya Aceh yang menemani kegiatan adat masyarakat Singkil.

    Makanan khas Aceh

    Aceh memang terkenal akan mie Aceh dan kopi Aceh-nya. Tapi, makanan khas Aceh tak hanya itu saja lho! Makanan dan camilan khas Aceh yang nggak kalah spesial antara lain timphan, kue keukarah, tasak telu, kari dan gulai kambing, kuah pliek u, kue adee, meuseukat, sate matang, sie reuboh, dan masih banyak lagi.

    Rumah, senjata, dan pakaian tradisional Aceh

    budaya aceh

    Rumah adat Aceh bernama Rumoh Aceh yang merupakan rumah panggung yang memiliki 3 ruang utama dan 1 bagian tambahan. Ruangan utamanya antara lain seuramoë keuë atau serambi depan, seuramoë teungoh atau serambi tengah, dan seuramoë likôt atau serambi belakang. Sementara bagian tambahannya adalah rumah dapur atau bahasa Aceh-nya rumoh dapu.

    Rencong

    Senjata tradisional Aceh pun ada kaitannya dengan aspek sejarah dan religi. Rencong sudah menjadi senjata yang digunakan di Aceh sejak zaman Sultan Ali Mughayat Syah yang merupakan Sultan Aceh pertama. Senjata ini pun menjadi simbol keberanian dan kegagahan orang Aceh hingga kini, meskipun masyarakat tidak lagi menggunakannya sebagai senjata penyerang. Rencong milik Sultan terbuat dari emas dan memiliki ukiran potongan ayat suci Al-Qur’an. Masyarakat Aceh percaya bahwa bentuk senjata yang serupa huruf L ini mewakili simbol Bismillah dalam agama Islam.

    Pakaian adat Aceh Ulee Balang ada dua: Linto Baro untuk laki-laki dan Daro Baro untuk wanita. Linto Baro terdiri dari aksesoris kupiah meukeutop yang jadi penutup kepala, atasan lengan panjang warna hitam dengan ornamen warna emas yang bernama meukasah, dan sileuweu atau celana panjang dengan warna senada. Sedangkan Daro Baro terdiri dari baju kurung dan sileuweu lengkap dengan sarung songket untuk menutupi bagian pinggul serta beberapa aksesoris lain.

    Adat istiadat dan tradisi Aceh

    Adat istiadat Aceh memang mendapat pengaruh yang sangat besar dari ajaran agama Islam. Syariat Islam meniupkan nafas bagi budaya adat Aceh yang memiliki nilai historis, filosofis, dan mencerminkan produk budaya Aceh. Salah satu praktik adat istiadat Aceh adalah prosesi pernikahannya. Upacara pernikahan di Aceh terdiri dari beberapa tahap, antara lain: lamaran calon pengantin wanita, pesta pelaminan, penjemputan mempelai wanita dan penjemputan mempelai pria.

    budaya aceh
    Upacara Peusijuek

    Salah satu tradisi Aceh dan prosesi adat yang praktiknya masih berjalan hingga sekarang adalah Upacara Peusijuek. Prosesi adat ini merupakan tradisi memercikkan air dengan campuran tepung tawar kepada seseorang yang punya hajat tertentu. Praktik peusijuek ini tak hanya sebagai bagian dari prosesi adat pernikahan saja. Banyak juga masyarakat Aceh yang melakukan upacara adat ini ketika hendak memulai usaha, menempati rumah baru, setelah terlepas dari masalah atau musibah, perayaan kelulusan, syukuran haji, dan lain sebagainya. Selain peusijuek, ada pula tradisi Meuseuke Eungkot yang merupakan tradisi di Aceh Barat.

  • Semua Hal tentang Tradisi dan Budaya Jawa Timur

    Semua Hal tentang Tradisi dan Budaya Jawa Timur

    budaya jawa timur

    Meski sama-sama ada di Pulau Jawa dengan mayoritas penduduk dari suku Jawa, budaya Jawa Timur berbeda dengan budaya Jawa Tengah. Simak untuk tahu semua hal tentang provinsi Jawa Timur dan budaya Jawa Timuran!

    Profil Provinsi Jawa Timur

    Sebelum bicara tentang budayanya, mari kita bahas sedikit mengenai profil Provinsi Jawa Timur. Sesuai namanya, provinsi dengan Kota Surabaya sebagai ibu kota ini letaknya ada di ujung timur Pulau Jawa. Wilayahnya tak hanya di pulau utama saja, yaitu Pulau Jawa, melainkan juga mencakup wilayah Pulau Madura, Bawean, Kangean, dan pulau-pulau kecil lainnya. Total luas seluruh wilayah Jawa Timur adalah sekitar 47.992 kilometer persegi, dengan jumlah penduduk per 2019 sebanyak 39.698.631 jiwa. Pariwisata Jawa Timur kebanyakan menawarkan keindahan alamnya yang masih asri dan indah. Semuanya unik-unik, karena hanya bisa kamu nikmati di Jawa Timur saja. Misalnya, pesona kawah Ijen di Banyuwangi, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Taman Nasional Baluran di Situbondo, dan masih banyak lagi.

    Taman Nasional Baluran

    Suku di Jawa Timur yang dominan antara lain adalah suku Jawa, suku Madura, dan etnis Tionghoa. Meski Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi, bahasa daerah Jawa Timur yaitu bahasa Jawa dan bahasa Madura lebih lazim penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Jawa di Jawa Timur pun berbeda dengan bahasa Jawa yang digunakan di sebagian besar wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Jawa Timur lebih sering menggunakan bahasa Jawa ngoko (kasar) dan tingkatan bahasa biasanya tidak diperhatikan. Sementara penggunaan Bahasa Madura tidak hanya di Pulau Madura saja. Bahasa ini juga digunakan di daerah pesisir seperti Pasuruan, Besuki, Sidoarjo, Bondowoso, Jember dan Situbondo. Selain dua bahasa daerah di atas, masyarakat Suku Tengger di Jawa Timur menggunakan bahasa Jawa dialek Tengger. Sedangkan Suku Osing di Banyuwangi memakai Bahasa Osing.

    Budaya Jawa Timur

    Adat dan Tradisi

    Tradisi Jawa Timur, seperti halnya di wilayah lain di seluruh Indonesia, berkaitan dengan kepercayaan dan fase kehidupan. Tradisi yang berkaitan dengan kehidupan atau daur hidup misalnya ruwatan, upacara kelahiran bayi sebagai tolak bala agar terhindar dari ancaman Bathara Kala. Upacara lain berkaitan dengan pernikahan dan kematian. Beberapa upacara adat dan tradisi yang berkaitan dengan kepercayaan masyarakat antara lain:

    • Mayang Kubro di Kabupaten Mojokerto
    • Nyadar di Kabupaten Sumenep
    • Nyadran di Kabupaten Sidoarjo
    • Larung Sesaji di Kabupaten Blitar dan Kabupaten Magetan
    • Tumpeng Sewu oleh Suku Osing di Banyuwangi
    • Dan lain-lain
    budaya jawa timur
    Upacara Kasodo

    Di Tengger, banyak dilakukan upacara adat yang berkaitan dengan kepercayaan setempat. Yang paling signifikan dan sarat makna dan sarat akan nilai sejarah adalah Upacara Kasodo. Tujuan utamanya adalah tolak bala dan memohon kesembuhan penyakit serta panen yang berlimpah. Upacara persembahan sesaji ke kawah Gunung Bromo ini juga sebagai peringatan pengorbanan Raden Kesuma, putra Jaka Seger dan Rara Anteng pada legenda asal mula suku Tengger. Dinamakan upacara Kasodo karena dilaksanakan setiap tahun pada bulan Kasada kalender Jawa, tepatnya pada hari ke-14.

    Rumah Adat

    di Jawa Timur, setidaknya ada dua jenis rumah adat. Ya. Rumah adat Jawa Timur ada dari suku Jawa dan suku Madura. Rumah adat suku Jawa kurang lebih sama dengan yang ada di Jawa Tengah, yaitu rumah joglo dan limasan. Penggunaan rumah joglo di Jawa Timur misalnya ada di Kabupaten Ponorogo. Rumah adat suku Madura adalah rumah slodoran atau rumah malang are yang memanjang dan tidak berkamar. Tapi, di Madura juga ada kok, rumah yang ada kamar-kamarnya. Namanya rumah sedanan. Ada beberapa jenis rumah adat suku Madura yang dibedakan menurut bentuk atapnya, yaitu: gadrim, pacenanan, dan sekodan.

    Pakaian Adat

    Seperti rumah adat dan bahasanya, pakaian adat Jawa Timur juga beragam. Pada dasarnya, pakaian adat yang dipakai sehari-hari kurang lebih sama di banyak wilayah Jawa Timur. Para pria mengenakan celana kombor (celana yang longgar) di atas mata kaki, serta berbagai cara penggunaan sarung. Sementara para wanita Jawa Timur lebih sering mengenakan bawahan batik yang disarungkan atau dililitkan biasa daripada kain jarik yang diwiru.

    Pakaian Adat Madura

    Dari banyaknya ragam pakaian tradisional di Jawa Timur, beberapa sangat khas. Misalnya pakaian adat suku Madura dan pakaian adat suku Tengger. Pakaian adat Madura untuk kaum pria terdiri dari baju pesa’an dan celana gomboran atau kombor. Luaran dan celana serba hitam, dengan baju dalam berupa kaos motif garis warna merah dan putih yang khas. Aksesoris yang sering digunakan adalah tutup kepala dan sarung. Untuk para wanita Madura, biasanya mereka mengenakan kebaya rancongan.

    Masyarakat suku Tengger yang tinggal di daerah berhawa dingin mengenakan sarung dalam berbagai cara. Cara pakai sarung tersebut antara lain bernama kakawung, sempetan, sesembong, kekodong, sampiran, kekemul, dan sengkletan.

    Kesenian Jawa Timuran

    Seni Tari

    Tari Remo

    Ragam tarian Jawa Timur mencerminkan kekhasan daerahnya. Tari tradisional Jawa Timur berbeda dengan tari tradisional asal Jawa Tengah dan Yogyakarta identik dengan kelembutan dan kehati-hatian. Tari-tarian yang berkembang di Jawa Timur biasanya lebih gagah, atraktif dan bersemangat, dengan tempo musik pengiringnya yang juga cenderung cepat. Contoh tari tradisional dari wilayah Jawa Timur antara lain: Tari Remo, Jathilan, Tari Pecut, Tari Barongan, Tari Kuda Lumping, Tari Gandrung dari Banyuwangi, Tari Seblang, Tari Jejer, Tari Kalipang, Tayuban dan masih banyak lagi.

    Musik Tradisional khas Jawa Timur

    Sompret, Bagian Kelompok Musik Iringan Reog

    Alat musik tradisional yang ada di Jawa Timur sama dengan yang ada di Jawa Tengah dan Yogyakarta, yaitu gamelan. Yang membedakan adalah irama gending yang dibawakan gaya karawitan Jawa Timuran. Gaya karawitan Jawa Timuran cenderung lebih keras dan menghentak daripada karawitan gaya Surakarta dan Yogyakarta yang lebih halus. Yang juga khas Jawa Timur adalah musik pengiring reog. Musik yang mendampingi pertunjukan kesenian Reog Ponorogo terdiri dari terompet, kendang, dan gong. Selain itu, ada juga alat musik tradisional dari Banyuwangi yang bernama gedokan yang terdiri dari lumpang atau lesung, alu, dan dua potongan besi.

    Ludruk, Seni Drama Jawa Timuran yang Melegenda

    Ludruk adalah seni pertunjukan drama panggung khas Jawa Timur yang mengangkat cerita kehidupan sehari-hari secara spontan. Pentas yang dialognya menggunakan bahasa Jawa Timuran ini sifatnya menghibur. Jadi, tak jarang muncul lawakan-lawakan seiring dengan jalannya pertunjukan. Tari Remo menjadi pembuka pertunjukan ludruk. Kartolo adalah seniman ludruk yang melegenda di seluruh Jawa Timur.

    Tokoh Ludruk, Cak Kartolo

    Selain ludruk, Jawa Timur juga punya karya seni pertunjukan lainnya sebagai bentuk budaya daerah Jawa Timur. Yang tak kalah fenomenal adalah Reog Ponorogo, Janger Banyuwangi, dan Karapan Sapi di Madura. Reog Ponorogo adalah serangkaian pertunjukan tari yang magis nan mistis. Tokoh dalam pertunjukan ini antara lain Warok, Jathil, Bujang Ganong, Prabu Klono Sewandono, dan Singo Barong yang merupakan ikon-nya Reog Ponorogo. Singo Barong adalah tokoh dengan topeng raksasa super berat dengan bagian-bagiannya antara lain kepala harimau, dadak merak, dan krakap. Topeng Dadak Merak ini beratnya hampir 50 kg loh! Dengan lebar sekitar 2,3 meter dan tinggi/panjang kurang lebih 2,25 meter.

    Dimana lagi kamu bisa menemukan tradisi dan kesenian khas seperti yang telah kita bahas di atas? Itu semua adalah bentuk warisan budaya Jawa Timur yang harus kita pertahankan kelestariannya.

  • Info Lengkap mengenai Budaya Jawa Tengah ala Keraton Solo

    Info Lengkap mengenai Budaya Jawa Tengah ala Keraton Solo

    Budaya Jawa Tengah terkenal akan unggah ungguh atau sopan santun-nya. Banyak kerajaan tumbuh dan berkembang di wilayah Jawa Tengah, menghasilkan ragam budaya yang melimpah.

    Tentang Budaya Jawa Tengah

    budaya jawa tengah
    Pentas Sendratari Ramayana di Surakarta

    Kebudayaan Jawa Tengah sangat dipengaruhi oleh kejawen, budaya suku Jawa yang merupakan mayoritas di daerah ini. Kebudayaan Jawa Tengah juga banyak berpusat pada kerajaan Kasunanan di Surakarta. Banyak contoh budaya Jawa Tengah yang berkembang di area keraton. Budaya ini juga masih sangat berkaitan erat dengan budaya Jawa di Yogyakarta yang berpusat di keraton Kasultanan.

    Meski budaya ala keraton masih sangat mendominasi, tapi sebenarnya budaya Jawa ini bukan satu-satunya kebudayaan di Jawa Tengah. Masih ada budaya Banyumasan dengan bahasa ngapak-nya, dan budaya pesisir yang berkonsentrasi di wilayah pesisir utara Jawa Tengah. Tapi, kali ini kita akan fokus ke pembahasan tentang kebudayaan Jawa Tengah ala keraton Solo saja ya. Seperti slogan pariwisatanya Kota Surakarta kan: Solo, the Spirit of Java.

    Tradisi Budaya Jawa Tengah

    budaya jawa tengah
    Kirab Pusaka Keraton Surakarta

    Tradisi budaya Jawa Tengah selalu menemani setiap fase kehidupan masyarakat suku Jawa. Mulai dari kehamilan, kelahiran, pernikahan, hingga kematian, semua ada adat tradisinya yang sakral dan sarat makna. Seperti misalnya upacara siraman sebelum pernikahan, mitoni (upacara peringatan tujuh bulan kehamilan untuk tolak bala), selapanan (selamatan bayi yang berusia 35 hari), dan masih banyak lagi. Upacara-upacara ini berhubungan dengan daur hidup. Sementara satu kelompok upacara adat tradisi budaya Jawa yang lain berhubungan dengan aktivitas kemasyarakatan. Contoh upacara adat untuk aktivitas kemasyarakatan di Jawa Tengah dan tempat pelaksanaannya antara lain sebagai berikut:

    • Kirab pusaka Keraton Surakarta dan Grebeg Maulud (Sekaten) di Solo
    • Upacara ruwatan dan dugderan di Kota Semarang
    • Sedekah gunung Merapi di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali
    • Jamasan pusaka Mangkunegoro I di Wonogiri
    • Upacara adat Mondosiyo di Kabupaten Karanganyar
    • Padusan Surodilogo di Wonosobo
    • Upacara pengambilan Api Abadi Mrapen di Grobogan
    • Buka Luwur Sunan Kudus dan Sunan Muria di Kudus
    • Uparaca adat Meron dan Khol Syekh Jangkung Landoh Kayen di Pati
    • Upacara Lopisan di Pekalongan

    Bahasa Jawa Tengah

    Dengan mayoritas penduduk dari suku Jawa, bahasa daerah yang digunakan sehari-hari di Jawa Tengah adalah bahasa Jawa. Ada dua klasifikasi dialek bahasa Jawa berdasarkan karakter wilayah penggunaan dan status sosial penggunanya. Terdapat tingkatan bahasa Jawa berdasarkan tingkat kesopanannya. Dari yang paling kasar hingga paling halus, yaitu: ngoko lugu, ngoko alus, kromo lugu, dan kromo inggil. Bahasa Jawa juga punya aksara atau huruf sendiri yang dikenal dengan sebutan Honocoroko, hanya sudah tidak digunakan sehari-hari. Untuk melestarikan huruf Jawa, pemerintah terutama di Surakarta dan Yogyakarta mulai mewajibkan penggunaannya untuk nama-nama tempat, jalan, dan gedung.

    Rumah adat Jawa Tengah

    Rumah Joglo Limasan

    Ada setidaknya 5 jenis rumah adat di provinsi Jawa Tengah. Yang paling terkenal adalah rumah joglo, dengan ciri khas adanya 4 saka guru atau tiang penyangga utama pada bagian depan rumah. Rumah joglo adalah rumah hunian yang terdiri dari rumah induk dan rumah tambahan dengan ruangan yaitu gandhok. Sementara rumah induk sendiri biasanya ada bagian pendopo, pringgitan, emperan, serta senthok kiwa, tengah, dan tengen. Keempat rumah adat lain adalah rumah panggang pe yang digunakan untuk menjemur hasil pertanian, rumah limasan yang punya atap berbentuk limas dan berdinding batu bata merah, rumah kampung yang jadi hunian rakyat biasa, serta rumah tajug yang digunakan sebagai tempat ibadah. Contoh bangunan rumah adat tajug yang terkenal adalah Masjid Agung Demak.

    Rumah adat Jawa Tengah pada dasarnya menggunakan kayu jati yang kuat dan tahan rayap sebagai bahan bangunan utamanya. Kayu jati digunakan untuk bagian kerangka bangunan, saka guru, kusen, serta daun pintu dan jendela. Untuk dindingnya, ada yang juga menggunakan gebyok dari kayu jati, ada pula yang pakai gedhek atau anyaman bambu. Sementara atapnya, pakai genting dari tanah liat.

    Pakaian adat Jawa Tengah

    Pakaian Adat Jawi Jangkep

    Beberapa jenis pakaian adat Jawa Tengah antara lain pakaian pengantin Jawi Jangkep dan Basahan, serta surjan dan aneka jenis kebaya. Hiasan pakaian adat Jawa Tengah termasuk blangkon dan keris untuk pria, dan sanggul dengan tusuk konde untuk wanita. Untuk alas kaki, baik pria dan wanita mengenakan selop. Jawa Tengah juga terkenal akan berbagai motif, pola dan warna kain batik yang indah. Kini, penggunaan baju dari kain batik mulai meningkat, tak hanya pada acara-acara formal saja.

    Dian Sastro dalam Kebaya ala Kartini

    Kesenian khas Jateng

    Besarnya pengaruh keraton Kasunanan melahirkan adanya aneka kesenian Jawa Tengah gaya Surakarta.

    Seni tari Jawa Tengah

    Tarian Jawa Tengah sendiri ada dua macam, tari keraton dan tarian rakyat. Kalau pertunjukan tari keraton hanya secara khusus di lingkungan keraton saja, panggung tarian rakyat lebih bebas dan bisa dinikmati banyak orang. Penyelenggaraan tarian rakyat biasanya pada saat ada upacara adat atau acara-acara kemasyarakatan. Banyak dari tarian khas Jawa Tengah itu yang bersifat sakral dan magis loh. Dan semuanya sarat akan makna dan filosofi.

    Tari Gambyong

    Contoh tarian keraton yang paling pokok adalah Tari Bedhaya, terutama Bedhaya Ketawang yang sakral dan keramat. Sementara tarian kreasi rakyat misalnya Tari Dolalak. Tari-tarian tradisional di Jawa Tengah biasanya menggambarkan tokoh wayang atau gambaran kehidupan masyarakat. Contoh lain tari daerah yang ada di wilayah Provinsi Jawa tengah adalah: Tari Bambangan Cakil, Tari Gambyong, Tari Srimpi, Tari Golek, Tari Bondan, Tari Gambiranom, Tari Prawiroguno, Tari Gathutkaca Gandrung, Tari Bisma Gugur, Tari Topeng Klono Sewandono, Tari Rebana, Tayub, Lengger, Jathilan atau Jaran Kepang dan masih banyak lagi.

    Seni musik tradisional Jawa Tengah

    budaya jawa tengah
    Gamelan Sekaten

    Seni musik tradisional khas Jawa Tengah yang paling populer di kalangan masyarakat adalah gamelan. Gamelan adalah seperangkat alat musik atau instrumen seperti kendang, bonang barung dan bonang penerus, saron, kenong kethuk, kempul dan gong, gender, slenthem, siter, dan rebab. Satu perangkat gamelan biasanya terdiri dari dua versi menurut laras slendro dan pelog. Pentas gamelan biasanya ada acara-acara sakral dan upacara adat, serta saat ada pagelaran seni, pertunjukan seni tari, sendratari, atau pertunjukan wayang.

    Selain gamelan, di Jawa Tengah juga ada alat musik lain yang nggak kalah spesial, misalnya calung Banyumas, tambur, rebana, dan terompet.

    Seni pertunjukan lainnya

    budaya jawa tengah
    Pentas Wayang Kulit oleh Dalang Ki Manteb Soedharsono

    Ada seni tari juga seni musik, tapi bukan itu saja kesenian di Jawa Tengah. Bentuk kesenian lain salah satunya wayang kulit dan wayang orang. Ada juga sendratari yang menggabungkan seni drama dan tari, dan tentu saja dengan gamelan sebagai pengiringnya.

    Kerajinan khas Jawa Tengah

    Seni Ukir Kayu Jepara

    Kerajinan tangan juga tak bisa lepas dari budaya Jawa Tengah. Berbagai wilayah di provinsi ini punya hasil kerajinan yang khas. Misalnya saja seni ukir dari Jepara, gerabah dari Klaten, tenun lurik dari Jepara dan Klaten, anyaman bambu dari Pekalongan, kerajinan kulit dari Batang, dan masih banyak lagi. Ada juga berbagai motif batik yang khas, misalnya dari Solo dan Pekalongan.

    Kebudayaan Jawa Tengah yang khas dan beragam, dengan tata krama, sopan santun atau unggah-ungguhnya yang menawan, sangat penting untuk tetap dijaga kelestariannya. Mari sama-sama menjaga kebudayaan asli daerah kita masing-masing agar tidak lenyap ditelan peradaban.